Opini : Corona adalah Anugerah | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Opini : Corona adalah Anugerah

Disclaimer : Beberapa unsur tulisan dibawah mungkin mengandung hal yang menyinggung.
Tulisan ini, adalah buah dari kebebasan berpendapat dan merupakan sebuah analisa yang hendak admin bagikan dari ‘sudut pandang’ lain wabah corona.

...
Penyebaran Virus Corona sangat cepat, bahkan sampai tulisan ini dibuat, dalam hitungan 5 minggu saja, korban kematian sudah mencapai setidaknya puluhan ribu. Dikutip dari worldometers.info/coronavirus/ terhitung tanggal hari ini korban kematian yang terlapor sudah lebih dari 30.000 dan kasus infeksi sudah lebih dari 662 ribu (sebagai perbandingan, pasien corona yang sembuh adalah sekitar 141 ribu)

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, pasalnya perhitungan korban yang semakin bertambah setiap harinya membuat masyarakat semakin resah tentang kemampuan pemerintah dalam menanggulangi wabah penyakit yang sangat mematikan ini. Tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh warga dunia.

Meskipun pernyataan resmi menyatakan bahwa asal muasal virus ini datang dari Wuhan, China, namun nyatanya yang mendapat dampak paling parah malah negara Lain. Berikut ringkasan korban kematian yang tercatat (terhitung sampai tulisan ini dibuat)

5 Teratas :
  • Italy : 10,023 dan terus bertambah
  • Spanyol : 5,982 dan terus bertambah
  • Iran : 2,517 dan terus bertambah
  • France : 3,214 dan terus bertambah
  • USA : 2,202 dan terus bertambah

Ada pula China (Negara Asal penyebaran Virus), korban jiwanya sempat mencapai angka 3,295 sebelum perhitungannya berhenti. Secara ‘resmi’ mungkin hal tersebut bisa diartikan kalau penyebarannya di China sudah berhenti alias sudah bisa diatasi.

Sayangnya, secara ‘konspirasi’ banyak orang percaya bahwa China sengaja menghentikan laporan kepada masyarakat agar banyak orang mengira kalau China sudah berhasil mengatasi penyebaran. Pasalnya, secara logis tidak mungkin Negara awal penyebaran Virus bisa benar-benar bersih dan kasus pandemi benar-benar hilang tanpa jejak.

Serius, korbannya benar-benar sudah tidak ada terhitung semenjak beberapa waktu lalu.


(Diambil pada 29 Maret 2020, 6:31 AM)

Corona dan Vaksin

Kematian dari Corona memanglah sebuah pandemi yang sangat merugikan umat manusia, pasalnya hanya selang beberapa hari saja, cakupannya sudah menyentuh hampir seluruh penjuru bumi. Bahkan, aman untuk mengatakan bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berpotensi kena Corona. Terlepas dari penyebarannya yang sangat cepat dan dampaknya yang sangat cepat pula. Virus kecil penebar masalah ini agaknya sengaja mengejek Umat manusia dengan terus bertambah kuat dan  berevolusi.

Tatkala pemerintah menyebarkan pengetahuan tentang gejala-gejala pengidap corona, Eh, muncul kasus beberapa orang yang positif namun tanpa gejala. Kan anjir.

Itulah kenapa para ilmuwan berlomba-lomba untuk membuat vaksin virus ini agar penyebarannya bisa sepenuhnya dihentikan. Sayangnya, kuberitahu kalian sebuah fakta yang memilukan.
  • Ebola, sebuah wabah yang menjadi sebuah momok menakutkan di daratan Afrika, terhitung semenjak tahun 2015-2019 sudah menewaskan lebih dari 11 ribu warga Afrika Barat. Tentu, guna menghentikan penyebaran virus tersebut, Vaksinnya pun dibuat. Secara resmi, Vaksin Ebola baru ditemukan dan di aprove pada bulan desember 2019, terpaut 5 tahun setelah kasus itu sudah memakan korban jiwa belasan ribu warga Afrika.
Para Ilmuan tau kalau untuk mengembangkan Vaksin pandemi, butuh waktu setidaknya bertahun-tahun untuk menelitinya. Semua sampel harus dicoba, setiap campuran harus di tes. Tidak semerta-merta kerjaan sekali jadi. Hal tersebut karena vaksin ini sangat krusial dalam mendorong metabolisme, supaya tubuh dapat semakin kuat menyokong pertahanan melawan virus tersebut.

Oke, mungkin dalam kasus Corona, karena masalah ini benar-benar Urgent-se-urgent-urgentnya, Pastinya para ilmuan dan ahli virologi yang meneliti akan lebih banyak dibanding tatkala meneliti Ebola. Namun tetap saja, prediksi para ilmuan, Vaksin resmi Corona akan ditemukan setidaknya sekitar 18 Bulan, atau satu setengah taun. Secepat-cepatnya adalah 12 bulan atau satu tahun saja.

Namun tentu saja, mempertimbangkan jumlah korban yang jatuh karena Corona dalam 5 minggu sudah melewati Jumlah korban Jatuh karena Ebola dalam 4 tahun, Penyembuhan dan pencegahan harus kita telaah dengan intelek dan cerdas. (Ehem, Kalau bahasa belandanya itu : Ojo goblok jancuk)



(Baca Selengkapnya disini)

Itulah kenapa kita harus sadar bahwasannya masalah Corona ini adalah masalah serius yang tidak bisa dianggap enteng. Yang mana penelitian Vaksin dikebut dikarenakan Corona tidak semerta-merta sembuh hanya dari Makan bawang putih, rebusan jahe, ataupun dari telur Rebus.

Corona itu Anugerah

Oke, soal ini. Jangan bully admin dulu. Namun coba kita pahami apa yang sedang terjadi, dan coba simak apa yang ingin admin jelaskan. Mari admin awali dengan gambar Thanos :


Dilihat dari gambar, yang sudah nonton Infinity War pasti tau itu adalah adegan dimana Thanos bertemu dengan Dr. Strange. Nah, di adegan itu, Thanos menjelaskan tentan filosofi hidupnya yang mendasari motivasinya menjadi seorang ‘Titan Gila’

Filosofi itu adalah sebuah ide tentang Genosida atau pembunuhan massal. Sifatnya Random, atau tidak berpihak. Artinya, itu adalah pengurangan populasi secara adil. Adil dalam artian, tidak peduli kau kaya atau miskin, cerdas atau bodoh, tua atau muda, Kau bisa Hidup atau mati, namun secara random.

Keadilan Thanos berbeda dengan Keadilan yang dipercayai Adolf HitIer, meskipun sama-sama mencanangkan Genosida. HitIer membenci Yahudi. Dan itu lebih ke masalah pribadi.

Dalam kasus Corona, mungkin Bumi sedang mencoba melindungi diri karena dia tau sumber daya yang dia miliki semakin habis. Untuk mempertahankan diri dia melakukan Upaya untuk mengurangi populasi manusia. Ya, Bisa jadi Corona hanyalah sistem kekebalan tubuh Bumi yang melindungi diri dari Virus bernama ‘manusia’

Namun karena Bumi itu tidak berpihak, upaya genosida yang dilakukan Bumi itu bersifat Random :


(Baca Selengkapnya disini)

Berita diatas, bandingkan dengan berita dibawah


(Baca Berita Selengkapnya Disini)
.
Oke, Itu adalah kasusnya, lantas apa dampak pengurangan populasi? Bukankah yang ada hanyalah penimbunan orang mati saja? Banyak yang kehilangan saudara dan banyak juga yang kehilangan kerabat? Bukankah itu buruk?!

Sayangnya, bumi bodo amat dengan perasaan organisme yang menghuninya. Dari dulu memang begitu. Dalam siklus kehidupan, tidak ada yang ditunda karena memilirkan perasaan. Semuanya terjadi karena memang sudah waktunya. Seperti kala zaman Dinosaurus dimana gunung-gunung memutuskan untuk meletus, atau dikala zaman es dimana, bongkahan es memutuskan untuk mencair.

Dampak Positif Corona untuk Alam

Kita tau kalau dengan keberadaan Manusia, banyak sekali unsur kehidupan yang berubah. Semakin banyaknya manusia yang lahir, semakin meluas pula tertori yang di klaim manusia sebagai miliknya. Dan apabila satu kelompok memutuskan meng-klaim sesuatu yang sama seperti kelompok lain, maka akan terjadi konflik.

Kita tentu masih ingat betapa sengitnya negara-negara asia tenggara memperebutkan klaim atas batas ZEE di laut China selatan. Kapal-kapal perang berjejer, negara-negara membuat pulau buatan sebagai pangkalan militer. Saat itu sudah terjadi, Ikan dan organisme laut yang merupakan penghuni asli lautan, benar-benar tidak bisa naik banding.

Hari ini, Corona masih ada. Dan karena kebijakan Lockdown dan pelarangan keluar rumah, emisi gas pembuangan kendaraan dan pabrik berkurang. Udara menjadi lebih bersih.

Di Venice, Kanal yang biasanya digunakan oleh turs untuk berwisata menaiki gondola kini lebih bersih dikrenakan penurunan wisatawan secara drastis. Tidak ada kapal diesel artinya mengurangi polusi, tidak ada turis artinya mengurangi penyebaran sampah.


Di China, karena perusahaan-perusahaan manufaktur sebagiantidak beroperasi, terjadi penuruhan Nitrogen dioksida (asap pembuangan dari pabrik) secara drastis. Hal ini dibuktikan oleh satelit.


Lumba-lumba dan Jenis ikan lain mulai berani berenang menuju pelabuhan-pelabuhan yang berhenti beroperasi dikarenakan jarangnya (hampir tidak ada) kapal melintas. Juga tempat-tempat terbuka di beberapa bagian dunia mulai di klaim kembali para hewan dikarenakan absennya manusia dari kegiatan Sosial.

Untuk indonesia sendiri, hari ini adalah satu dari sekian hari dimana Jakarta tidak Macet dan polusinya berkurang.

Harapan untuk Kasus Corona

Tentu saja, terlepas dari dampak kepada alam diatas, Admin sendiri tetap ikut bersimpati kepada para korban. Dukungan dan doa penuh baiknya selalu kita berikan untuk para dokter dan pasien agar diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya.
.
Baca Juga :
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Opini : Corona adalah Anugerah"

Post a Comment