v ? : The Holder Of Duplicates | Legion's Object #34 | UNSOLVED INDONESIA

? : The Holder Of Duplicates | Legion's Object #34

From theholders.org

“The Legion’s Objects”

Translated By Admin

Aku bukan seorang Seeker. Aku terlalu pengecut untuk menjadi seorang Seeker. Sebaliknya, aku adalah pria yang suka bertemu Seeker. Aku suka mendengar pengalaman mereka.

Tentu itu adalah cerita bertahun-tahun yang lalu. Sekarang, bahkan sebagai orang luar, aku tau kalau populasi para Seeker sudah semakin jauh berkurang. Aku khawatir sebagian besar Pencari yang pernah aku temui, mungkin sekarang sudah mati.

Meskipun begitu, bukan berarti dengan semakin berkurangnya mereka, maka semakin sedikit pula kisah yang bisa diceritakan. Tidak, tidak! Justru cerita mereka, para survivor yang lolos seleksi alam, mereka yang kuat bertahan sejauh ini, kuakui jauh lebih menarik.

Baru-baru ini, aku sempat melakukan pembicaraan dengan seorang pria yang terlihat lebih tua dari dunia itu sendiri. Dia terlihat sangat tua.. maksudku.. benar-benar tua.

Sekarang, bagian selanjutnya ini tidak sepenuhnya kata demi kata, tetapi aku akan melakukan yang terbaik untuk mencoba dan mengingat apa yang diceritakannya. Aku akan menghapus bagian di mana aku berbicara.

.

.

“Jadi, Kau ingin mendengar cerita tentang anak-anak yang pergi dari satu institusi ke institusi lainnya, mencari sensasi yang tidak mereka harapkan, di tempat-tempat misterius yang mereka kunjungi?

Well, Aku punya satu untukmu. Itu adalah kisah seorang Seeker dengan jenis yang persis seperti yang kau harapkan; Sombong, naif, merasa tak terkalahkan. Tidak, dia tidak sepenuhnya tolol. Dia memiliki penalaran yang baik, bahkan dari kelebihannya itu, dia berhasil mendapatkan beberapa obyek.

Tentu saja, kesombongan Seeker itu tidak ada batasnya. Seperti yang lain, dia menjadikan Obyek sebagai piala atas pencapaiannya. Dia menjadi besar kepala, dan memutuskan bahwa dia akan melampaui Seeker lainnya.

Menggunakan obyek yang bisa menggandakan tubuh, dia melakukan dua pencarian kepada Holder yang sama, diwaktu yang sama, dengan harapan bisa menciptakan semacam paradoks. Paradoks untuk menarik obyek yang sama dari dua institusi yang berbeda.

Singkat cerita dia pun pergi untuk mencari, ah, aku lupa pencarian apa yang dia lakukan untuk mengetes eksperimennya ini. Pokoknya, dia masuk dan menjalani ujian. Dia tidak bisa memeriksa kondisi kloningnya sekarang, karena Obyek penggandaan yang dia gunakan untuk dirinya sendiri, tidak memberinya sudut pandang kepada tubuhnya yang lain.

Mendatangi ruangan sang Holder, semua berjalan lancar. Tidak ada masalah, karena semua masih berjalan seperti dalam panduan. Kemudian, ketika dia berhadapan dengan sang Holder, dia menanyakan kalimat yang harus dia tanyakan. Itulah ketika semua mulai pecah.

Itu adalah fenomena yang “tidak koheren”. Hal terbaik yang dapat aku lakukan untuk menguraikannya adalah dengan mengatakan hal terdekat yang dapat kita bayangkan ; seperti video game yang tidak bisa ter-render dengan sempurna.

Warnanya putih. Semuanya putih. Semuanya kecuali bangku dengan kaki retak dan makhluk yang duduk di atasnya. Holder yang awalnya dapat dilihat dengan masuk akal, kini benar-benar tidak bisa dilogikakan. Itu adalah makhluk yang terhitung dua tapi satu secara bersamaan.

Satu-satunya cara yang bisa kupikirkan untuk menjelaskan adalah bahwa Holder ini seperti makhluk kembar siam dengan dua kepala, namun tidak ada anggota tubuh tambahan.

Seeker itu, entah kenapa memiliki firasat bahwa sosok yang ada didepannya ini, bukanlah Holder yang tadi dia hadapi. Maksudku, tidak ada fitur yang tersisa, yang bisa meyakinkan Seeker ini kalau makhluk didepannya ini adalah entitas yang sama seperti yang awalnya dia temui.

Dia berteriak pada makhluk di atas bangku, 'Siapa kau?!'

Salah satu kepalanya menoleh, hampir seolah-olah lehernya patah, dan menjawab dengan suara melengking,

'Aku adalah The Duplicate. Aku mengembalikan obyek-obyek yang dihilangkan oleh Seeker, yang sudah tidak mungkin dipulihkan kembali. Obyek-Obyek itu kemudian aku kembalikan kepada sang Holder yang menjaganya’

Kemudian, kepala kedua menambahkan, kali ini dengan suara baritone yang dalam. 'Kau seharusnya tidak berada di sini. Bagaimana kau bisa sampai ke aku?'

Anak laki-laki itu, dengan percaya diri dan sombong berkata, 'Aku ingin memiliki dua Obyek yang serupa!’

Kepala pertama menggelengkan ketidaksetujuan, yang kedua hanya mendesah karena menganggap kasihan. Kepala yang melengking itu menjawab, 'Kau bodoh.' Hampir seketika, yang kedua tersenyum lebar, ‘Kau benar-benar bodoh.’

Pada titik ini, Seeker itu merasa lebih baik bunuh diri. Dia tidak, tidak begitu mengerti apa yang telah dia lakukan.

‘Pengetahuan adalah hal yang mengerikan, nak. Kau pergi ke ujung bumi untuk menemukan jawaban, dan segera setelah kau mendapatkannya, Kau pergi ke ujung bumi yang lain untuk melupakan apa yang kau ketahui.’ Jelas sosok itu kepadanya.

Ngomong-ngomong... Suara bernada melengking itu memberikan detail lain- 'Kadang-kadang, Seeker berhasil menghancurkan salah satu Object yang sudah ditakdirkan untuk bersatu. Penghancuran yang tidak sesuai dengan nubuat, harus dikoreksi.'

Suara berat sekarang berbicara:

'Jika itu terjadi, kami membuatnya lagi. Sungguh, aku melakukan pekerjaan Iblis, membantu Object-object ini, tetapi, aku lebih suka akhir alam semesta daripada harus memilih alternatif lain...’

Kepala 'pertama' lalu tersenyum dan menambahkan, 'Ini keluar dari topik... tetapi aku  memiliki Object yang tidak ada dalam daftar 538 milikmu.' Ujarnya.

'Apakah kamu menginginkannya? Yang harus kau lakukan hanyalah meminta.’

Kepala kedua menambahkan;   'Aku peringatkan... Itu tidak akan seperti yang kau harapkan.'

Seeker muda itu, tentu saja mengatakan dia menginginkannya. Dan dengan begitu, obyek aneh kemudian diberikan kepadanya.

Object itu adalah sebuah palu, digunakan untuk apa? Aku yakin adalah untuk memperbaiki Object yang rusak. Tentu saja, segera setelah obyek itu diberikan, makhluk itu masih memiliki yang lain. Setelah semua, mereka memperkenalkan diri sebagai ‘Duplicate’ (duplikat, atau pelipat ganda)

Setelah diberikan benda itu, seeker muda itu pun diusir dan dia mendapati dirinya berada di luar institusi.

Sejak saat itu, sang Seeker muda sudah tidak lagi bisa mencari obyek apapun. Setiap kali dia pergi berkunjung untuk bertemu Holder manapun, resepsionis hanya akan melihatnya seperti orang gila ketika dia bertanya.

Seeker muda itu, adalah aku.

Aku mendengar rumor bahwa ada orang lain yang kemudian mendapatkan palu Duplicate yang sama sepertiku, namun dia, pada akhirnya tidak berbagi nasib denganku. Dia masih bisa mencari, dia masih bisa menjadi Seeker. Kalau tidak salah, namanya adalah Legion.

Aku kini semakin tua, dan pikun. Seumur hidup, aku terus menyesalinya, dan setelah berabad-abad terlewat, aku sudah sepenuhnya lupa akan detail penting dari benda yang aku terima ini.

Duplicate sempat memberiku nomor, dan aku yakin dia berkata barang siapa yang mengingat nomornya, maka palu yang mereka pegang adalah yang asli. Itu adalah nomor Holdernya, nomor dari The Holder Of Duplicate. Sayang sekeras apapun aku mengingat, aku tidak bisa.

Aku memberi tahumu sehingga kau bisa meneruskan kisah ini ke yang lain sebelum aku melupakannya. Aku lebih suka akhir alam semesta, daripada melihat kehidupan lain melewatiku. Jangan cari Duplicate, kecuali kau siap untuk menerima kutukanku. Kau tidak akan pernah memaafkan diri sendiri jika kau menjadi seperti aku.”

Baca The Legion’s Objects Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "? : The Holder Of Duplicates | Legion's Object #34"

Post a Comment