Kasus Dr. Chaos, Si “Supervillain” Dunia Nyata | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Kasus Dr. Chaos, Si “Supervillain” Dunia Nyata


Membaca kasus penjahat yang merampok bank mungkin sudah biasa. Namun bagaimana jika aku ceritakan padamu tentang kasus seorang penjahat yang  kasusnya hampir mirip Joker dalam The Dark Knight.

Well, jika kau memilih perbandingan yang beralasan, Joker hanyalah fiksi yang dibuat dengan pemikiran dan dibintangi aktor profesional. Sedangkan kasus ini, ini adalah kasus nyata yang benar-benar membuat polisi tidak habis pikir kenapa bisa terjadi.

Dari melumpuhkan sistem navigasi bandara sampai rencana penggunaan sianida ke seluruh kota Ini adalah kasus seorang pria bernama Joseph Konopka, err.. atau dia lebih suka disebut sebagai Dr. Chaos.

Apa yang terjadi?

Cerita ini diawali pada tahun 1996 dimana seorang Joseph lahir di dunia. Dia adalah sosok yang normal, menjalani hidup seperti orang lain, dimana dia berangkat sekolah dan mengerjakan tugas, kemudian berangkat sekolah lagi dan mengerjakan tugas lagi. Yah, Joseph tenggelam di pusaran kehidupan normal dan monoton, sama seperti manusia lainnya.

Itu sebelum dia mulai memahami maksud dari “Eksistensi” dirinya. Dia memikirkan dengan serius makna dari hidupnya dan berharap ‘sesuatu yang lebih’ dari keberadaannya. Hal ini berakhir dengan keputusan, saat pertengahan SMA dimana memutuskan untuk drop out.

Keputusan keluar dari sistem edukasi mainstream itu menggiringnya menjadi seorang administrasi sistem komputer. Dimasa kehidupannya saat itulah dia mulai ‘menggila’ dan mulai berpikir untuk membentuk personality baru untuk dirinya. Yap, itulah saat dimana Dr. Chaos lahir.

Bermodal doktrin dan pemikirannya atas eksistensi, dia mulai merekrut orang-orang dari internet untuk membentuk suatu tim ‘Penjahat super’ terstruktur yang kemudian siap menerror daratan Amerika.

Kekacauan yang disebabkan oleh “The Realm of CH@OS”



Satuan penjahat yang dibentuk Konopka itu dia beri nama The Realm of Ch@os. Tercatat semenjak tahun 2001, mereka telah melakukan kurang lebih 50 tidak kejahatan.

Tindak kejahatan itu antara lain seperti Pembakaran gedung/lahan, peretasan pusat kontrol Bandara (yang mana membuat para pesawat yang ada di langit kesusahan untuk mendarat).

Mereka juga terhitung 28 kali melakukan aksi yang mengakibatkan kegagalan sistem pada stasiun pembangkit listrik. 20 kali mengakibatkan gangguan saluran listrik, meretas beberapa siaran radio dan siaran televisi, dan melumpuhkan beberapa layanan penyedia internet.

Yang mana pada masa itu membuat penegak hukum Amerika kewalahan. Negara menghitung kurang lebih kerugian yang disebabkan oleh lingkar penjahat ini adalah sekitar 800.000 dolar Amerika (11 Miliar rupiah kurs saat ini).

Baca Juga  :

End of Dr. Chaos

Sayangnya Terror kejahatan dari Konopka dan komplotannya ini hanya terjadi selama satu tahun. Di tahun 2002, tepatnya pada bulan Mei, dia ditangkap.

Yang mengejutkan polisi adalah saat dia dan komplotannya ditangkap, ditemukan bukti bahwa mereka menyimpan tumpukan karung sianida di sebuah terowongan bawah tanah tak terpakai di bawah kota chicago.

Yah, untung polisi menangkapnya sebelum sianida di karung-karung itu digunakan. Coba kalau sudah? Admin pikir rakyat indonesia cukup paham efek dari sianida mengingat dulu pernah ada.. well, kau tau kan? Ehem.. kopi.

Singkat cerita Joseph Konopka a.k.a Dr Chaos pun disidang. Dalam persidangan tersebut, hakim sempat bertanya “Kenapa kau melakukan hal ini?” (merujuk kepada setiap kejahatan yang dia lakukan)

Dengan santai Konopka menjawab. “Yah, tidak ada alasan khusus.”

Di akhir cerita, Joseph Konopka divonis dengan hukuman 20 tahun penjara. Dipenjara di sebuah fasilitas keamanan tinggi, menunggu dibebaskan oleh para pengikutnya.

(Joseph Konopka)

Baca Juga  :
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Kasus Dr. Chaos, Si “Supervillain” Dunia Nyata"

Post a Comment