Chapter 94 : The Holder Of The Self

From theholders.org

Translated by Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah rehabiitasi mana pun yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja depan, mintalah untuk menemui orang yang menyebut dirinya "Sang Penjaga Diri Pribadi" [The Holder Of The Self]

Sang Resepsionis akan mengangkat alis, lalu menyebutmu idiot. Ulangi permintaanmu sekali lagi, dan dia pada akhirnya akan mengalah. Dia akan membawamu ke sebuah ruangan dan memintamu menunggu di ruang pemeriksaan. Kemudian dia akan pergi, menggelengkan kepala padamu untuk terakhir kali sebelum akhirnya menutup pintu dan meninggalkanmu sendiri.

Di ruangan itu, lepaskanlah pakaianmu (kau masih boleh memakai pakaian dalam jika kau tidak nyaman), Berbaringlah di atas meja dengan posisi; lenganmu di samping, dan kakimu sedikit melebar ke tepi meja.

Pada saat ini, lusinan tangan mengerikan akan keluar dari bawah meja, mencengkeram dengan kuku panjang dan kotor mereka. Usaha apapun yang kau lakukan untuk menepis tangan-tangan itu, tidak akan ada artinya. Tangan-tangan itu akan mulai menggerayangi kulitmu, mendorong dan memutar, menggelitik dan membelai.

Tangan-tangan itu akan meraba ke tempat-tempat yang mungkin tidak kau sukai. Mencoba memahami setiap inci dari tubuhmu tanpa perizinan pemiliknya. Kau boleh menolak perlakuan tersebut dengan berkata “Akhiri pemeriksaan ini, aku tidak suka.” Dan mereka akan merobek setiap kulitmu dan membunuhmu dengan cepat. Itu jika kau adalah tipe orang yang lebih baik mati dibanding dipermalukan.

Namun, jika kau dapat menahannya, katakanlah "Jika kau sudah selesai, Aku ingin mengambil Obyek yang merupakan alasanku kemari"

Pada titik ini, lima lengan akan keluar dari bawah tempat berbaringmu. Dua akan menutupi matamu. Sedangkan dua lagi akan memegang mulutmu dan menahannya seterbuka mungkin. Satu tangan lain akan memberikanmu buah yang manis. Buah itu akan terasa lembut di lidahmu. NAMUN janganlah kau telan. Tahanlah di mulut dan jangan kau kunyah

Itu adalah ujian untukmu, jika kau mengunyah buah tersebut dan menelannya, rasa manis itu akan berubah pahit di lambung dan akan memberikanmu pendarahan hebat di organ. Membunuhmu secara perlahan dan menyakitkan.

Jika kau lulus dari Ujian ini, maka kau akan diberi hadiah. Tangan busuk yang memegangmu akan berubah dari cengkraman kasar menjadi belaian lembut. Mereka akan selembut dan sehalus kulit gadis muda. Kuku panjang mereka akan tergantikan dengan kuku rapih dan harum.

Buah manis yang ada di mulutmu akan melantunkan sebuah nyanyian yang merdu, dan perlahan akan mengering dan berubah menjadi batu kecil berwarna abu-abu. Tatkala rasa manisnya hilang, perasaan untuk mengunyah dan menelan akan hilang juga.

Tatkala kau sudah relax dan santai, buah abu-abu tersebut akan ditarik dari mulutmu. Tangan yang membuka mulutmu akan mencengkeram tenggorokanmu cukup erat sehingga kau tidak bisa lepas.

Tangan yang menutup matamu akan terbuka, tetapi hanya cukup pendek untuk membiarkanmu melihat lurus ke depan.  Tangan yang membelaimu akan menahanmu dengan erat, kemungkinan terlalu erat. Kau akan dipegang dan tubuhmu akan diposisikan untuk bediri. Kau akan diberdirikan untuk menghadap sebuah wajah yang ada di dinding. Wajah-wajah, lebih tepatnya.

Wajah-wajah yang ada di dinding itu adalah bentuk perwujudan dari sang Holder.  Mereka akan mengawasimu: beberapa dari mereka berwajah kritis, beberapa dari mereka berwajah marah, beberapa dari mereka berwajah simpatik, dan beberapa ... beberapa akan melihatmu dengan raut wajah yang tidak senonoh.

Katakan pada wajah-wajah itu, "Semoga tubuh ini memuaskan pandanganmu, Wahai Holder. Sekarang, bawakan aku Object yang kau jaga."

Jika benar bahwa tubuhmu memuaskan pandangannya, maka itu adalah kabar baik untukmu. Namun Jika tidak, tangan-tangan yang memegangmu akan menarikmu dan merobekmu menjadi 5 bagian.

Jika kau benar, dari sela-sela kedua kakimu akan muncul sepasang tangan.  Tangan tersebut akan memegang sebuah kunci besar, bergerigi, dan berornamen. Kemudian kunci besar itu akan mereka tusukkan tepat ke perutmu. Rasa sakit yang kau rasakan akan tidak terbayangkan, namun alih-alih darah yang keluar, bola-bola cahaya akan berhamburan keluar.

Bola cahaya akan memakan kuncinya, dan akan berubah menjadi bentuk yang menyerupai dirimu. Kemudian cahaya itu akan terus meredup hingga nampaklah sosok kembaranmu berdiri didepanmu.

Kembaranmu itu, akan mulai berbicara kepadamu dan mulai berceloteh banyak hal. Dia akan mulai menanyakan hal-hal padamu. Hal-hal yang hanya diketahui oleh dirimu saja. Jawablah segala pertanyaannya dengan jujur dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Jika kau ingin tertawa dalam percakapanmu dengannya, maka tertawalah. Jika kau ingin menangis, maka menangislah. Jika kau sedang marah, kau boleh berteriak. Jangan menahan apa pun, dan anggaplah bahwa percakapanmu dengan kembaranmu ini, adalah percakapanmu kepada diri sendiri.

Abaikan hal yang lain, seperti tangan yang memegangimu, ataupu wajah-wajah yang menatapmu dari dinding-dinding disekitarmu. Kembaranmu ingin didengarkan, jika kau mengabaikannya dan memilih untuk terfokus dengan hal lain, dia mungkin akan menyerangmu.

Ketika saudara kembar mu sudah tidak memiliki apapun untuk dikatakan, dia akan berubah kembali menjadi kunci. Kunci yang kecil.

Pada saat itu, salah satu wajah di dinding akan berkata, "Kami akan menjawab 1 pertanyaan dari orang yang sudah menghadapi dirinya sendiri." Ajukan hanya satu pertanyaan: "Siapakah kami (Para Penacari) bagi kalian (Para Holder)?"

Tangan-tangan yang membelenggumu akan kembali menutup mata dan mulutmu. Kau tidak akan bisa melihat dan berbicara. Namun kau akan merasakan tangan yang lain tengah menarik kedua kaki dan lenganmu dengan perlahan. Tarikan itu akan terasa sakit, namun tarikan itu bukanlah tarikan untuk memutus kedua tangan dan kakimu. Melainkan untuk mempertahankan rasa sakitnya di titik tertentu agar kau menggeliat tak karuan.

Ditengah rasa sakitmu, Sang Holder akan menjelaskan kepadamu setiap hal jahat yang telah dia lakukan terhadap umat manusia dan setiap kejahatan yang akan dia lakukan terhadap umat manusia kelak.

Dia akan menjelaskan dengan sangat rinci bagaimana masing-masing Objek akan digunakan untuk menemukan dan menciptakan kejahatan baru untuk dilakukan. Kemudian dia akan menjelaskan, secara mengerikan kepadamu, hasil dari kejahatan-kejahatan ini. Dia akan menceritakan kepadamu kisah-kisah tentang kemalangan umat manusia saat mereka menghabiskan sisa kehidupan mereka untuk menjadi pemegang baru obyek-obyek yang pernah dijaga oleh Para Holder.

Lalu, cerita-cerita mengerikan itu akan dilanjutkan dengan dia yang menjelaskan Konsep Kemanusiaan yang dipahami oleh para Holder. Memahami konsep kemanusiaan dari sudut pandang mereka saja, kemungkinan akan membuatmu gila.

Setelah dia selesai bercerita, tangan-tangan yang membelenggumu akan menarik bagian tubuhmu kesana-kemari. Tarikan itu tidak manusiawi dan akan membuatmu berpikir bahwa lenganmu bisa patah dengan segera. Kemudian, dia akan melipat setiap persendian dan engselmu ke arah yang tidak semestinya. Dan menggulung-gulung setiap bagian tubuhmu dan merubahmu menjadi bentuk yang tidak karuan.

Kau akan merasakan apa yang terjadi, namun kau tidak bisa melihat prosesnya. Karena matamu akan tetap ditutupi. Kau akan menjerit kesakitan, namun jeritan apapun yang kau lakukan, tidak akan ada yang menolongmu. Setiap rasa sakit itu akan terus terjadi sampai kau tidak sadarkan diri.

Tatkala kau bangun, kau akan berpakaian lengkap, dan di sakumu akan ada sebuah kunci kecil, bergerigi, berornamen; Kunci tersebut adalah kunci batin.

Kunci kecil itu adalah Object 94 dari 538.

“Dengan kunci tersebut, kau dapat melihat kebenaran batin dari setiap orang atau objek yang kau tusuk dengannnya.”

Baca The Holders Series Lainnya

Catatan Admin :Hahhh... Admin sebenernya capek translate serial ini.. Ceritanya kadang diluar batas normal bangst -_-

Tag: Cerita Horor, The Holders Series Bahasa Indonesia, Creepypasta.

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 94 : The Holder Of The Self"

Post a Comment