v ‘Salem Witch Trials’, Kisah Warga Paranoid Kurang Piknik. | UNSOLVED INDONESIA

‘Salem Witch Trials’, Kisah Warga Paranoid Kurang Piknik.


(Penggambaran Suasana Salem Witch Trial, wikipedia.org)

Masachussets di Amerika Serikat, memiliki ikon wisata unik yang berdiri sampai sekarang. Yaitu Museum penyihir. Namun yang dimaksud bukanlah museum yang berisi benda-benda ajaib yang datang dari novel Harry Potter, melainkan pusat sejarah-sejarah gelap yang terjadi di kota tersebut berpuluh-puluh tahun lalu.

Kota Salem berdiri pada tahun 1629. Tegak kokoh di dataran tandus yang belum terjamah Internet. Karena tidak adanya Youtube untuk menghibur di Zaman itu, orang-orang kota tersebut memutuskan untuk menuduh orang lain sebagai penyihir agar dieksekusi.

Tahun 1641 adalah tahun dimana hukum kolonial Inggris mulai diterapkan pada kota ini. Karena pada zaman dahulu, masyarakat masih percaya dengan adanya roh dan ilmu hitam. Segala sesuatu yang terasa janggal pasti akan dikait-kaitkan dengan sihir.

Awal dari segalanya adalah tahun 1688, dimana pada saat itu, Martha Goodwin, seorang gadis penduduk lokal disana bertengkar dengan seorang tukang cuci bernama Goode Glover. Pasca pertengkaran itu, Martha tiba-tiba terjangkit penyakit aneh yang kemudian menjangkit kedua saudaranya juga. Seluruh warga yang percaya bahwa Martha sedang diberi mantra oleh Goode Glover, memutuskan untuk melapor Gubernur kota tersebut.

Goode Glover kemudian ditangkap dan diminta untuk mengakui kalau dirinya sengaja melakukan ilmu hitam kepada Martha dan saudaranya, Jika tidak maka dia akan digantung. Pada akhirnya, dia dieksekusi juga.

Meskipun Goode Glover sudah dieksekusi, namun beberapa waktu kemudian pada tahun 1692, penyakit serupa menjangkit Abigail Williams (11 tahun) dan Elizabeth Parris (9 tahun) dan beberapa warga lain. Dokter dari kota tersebut menyimpulkan bahwa penyakit yang dialami oleh orang-orang itu adalah ilmu sihir.

Mereka yang percaya bahwa ada penyihir lain yang menggunakan mantera, mulai menuduh satu sama lain agar dieksekusi.

Tituba, seorang budak perempuan dituduh sebagai penyihir karena pernah memberi makan anjingnya sepotong kue buatannya sendiri yang dia namai kue sihir. Beberapa penduduk lain juga menuduh Sarah Good dan Sarah Osborne sebagai penyihir. John Hathorne dan Jonathan Corwin dari kepolisian setempat pun langsung memeriksa Tituba, Sarah Good dan Sarah Osborne atas tuduhan tersebut.

Ada juga kasus tiga orang bernama Mercy Lewis, Mary Walcott dan Mary Warren yang mengaku tertular penyakit aneh dari Ann Putnam Junior. Ann Putnam menuduh Martha Cory sebagai seorang penyihir, begitu pula Abigail Williams menuduh Rebecca Nurse.

Deputi Polisi Samuel Brabrook juga kala itu menangkap sosok Dorcas Good yang kemudian diamankan dan diperiksa oleh kedua polisi Hathrone dan Corwin. Rebecca Nurse juga ditangkap. Selanjutnya Elizabeth Proctor dan Sarah Cloyce (adik dari Rebecca Nurse) dituduh warga sebagai penyihir, karena Sarah Cloyce membela habis-habisan kakaknya dan mengatakan dengan yakin bahwa kakaknya itu bukanlah seorang penyihir.

Hal yang sama terjadi pada John (suami dari Elizabeth Proctor) sewaktu dia membela istrinya, dia juga malah dituduh sebagai penyihir. Hal tersebut menjadikan dia lelaki pertama yang tertuduh sebagai seorang penyihir. Aksi tuduh menuduh inipun semakin berkembang terus menerus sehingga membuat banyak warga ditangkap, tidak peduli mereka lelaki atau perempuan, mereka dijebloskan ke penjara.

Situasi di kota Salem semakin memanas pada Tanggal 27 Mei 1692. Pengadilan besar kala itu digelar. Bridget Bishop adalah wanita pertama yang diadili hari itu karena Elizabeth Booth (perempuan yang menuduhnya penyihir) terbukti mendapat gejala penyakit aneh tersebut, Bridget Bishop pun dihukum gantung. Selanjutnya Rebecca Nurse, Susannah Martin, Elizabeth Howe, Sarah Good dan Sarah Wildes diadili di hari yang sama dan dihukum gantung juga.

Dilanjutkan George Jacobs Senior, Martha Carrier, George Burroughs, John Willard, John dan Elizabeth Proctor (suami isteri) diumumkan bersalah dan mereka pun juga digantung, kecuali Elizabeth Proctor karena dia kala itu sedang mengandunga amaknya

Disusul Martha Corey, Mary Easty, Alice Parker, Ann Pudeator, Dorcas Hoar dan Mary Bradbury. Tuduhan penyihir pun bertambah dengar hadirnya Giles Cory.

17 September 1692, Margaret Scott, Wilmott Redd, Samuel Wardwell, Mary Parker, Abigail Faulkner, Rebecca Earnes, Mary Lacy, Ann Foster dan Abigail Hobbs diadili dan dijatuhi hukuman gantung.

Apa yang dialami Giles Cory lebih sadis dan mengerikan, pasalnya lelaki itu ditindih dengan batu besar sampai mati karena dia menolak untuk mengakui kesalahannya. Hukuman tersebut memakan waktu dua hari hingga dia benar-benar tewas. Beberapa hari kemudian Martha Cory, Margaret Scott, Mary Easty, Alice Parker, Ann Pudeator, Willmott Redd, Samuel Wardwell dan Mary Parker dihukum gantung juga

Hal itu terjadi terus menerus hingga korban yang dieksekusi mencapai ratusan orang. Bahkan kota Salem sendiri, kala itu punya pengadilan khusus yang namanya ‘Pengadilan Sihir’ yang fungsinya adalah sidang penentuan terdakwa untuk memutuskan bahwa terdakwa itu penyihir atau bukan. Jika penyihir, maka akan dieksekusi.

Kegilaan orang-orang kurang piknik itu berakhir pada tahun 1697. Dan pengadilan kota mengakui kesalahan mereka karena memenjarakan dan menghukum orang tanpa bukti yang kuat.

Hari ini, Museum Penyihir berdiri kokoh di Masachussets guna mengenang dan mengabadikan sejarah kelam tersebut.






Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

3 Responses to "‘Salem Witch Trials’, Kisah Warga Paranoid Kurang Piknik."

  1. kampung orang2 bodoh dan sakit jiwa...hanya karena dituduh doang, tanpa bukti, terus digantung ! ratusan yang mati...

    ReplyDelete