The Holder Of The Afterlife | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

The Holder Of The Afterlife


From theholders.org

Translated by Admin

Sebuah kisah turun temurun yang tidak diketahui sumbernya. Dikisahkan oleh para penggali kubur atau orang-orang yang ada di lingkar mereka. Dipercayai berhubungan dengan sosok yang menyebut dirinya “Sang Penguasa Alam Baka” [The Holder Of The AfterLife]

Kisah tersebut adalah :

Kau bisa pergi ke Kamar Mayat, di rumah sakit manapun, di kota manapun, di negara manapun. Mintalah kepada pengurus kamar mayat di sana untuk menemui si “pelanggan” tetap. Jika pandangan jijik dan tidak percaya tampak di wajah mereka, berterimakasihlah atas waktu yang diberikannya, membungkuk, berbalik, dan berjalanlah. Jangan lari, berjalanlah menjauh dari sana dan pulanglah. Kau tidak layak melakukan pencarian.

Jika sorot pengertian yang tampak di wajah pengurus kamar mayat, ia akan meninggalkan ruangan dan kembali dengan sebuah pisau besar, dua buah jarum operasi dengan benang, dan sebuah emas batangan. Ia juga akan membawa troli berisi mayat yang masih baru dan sebuah buku medis.

Kau mungkin akan terkejut tatkala melihat mayat apa itu.

Letakkan jarum di atas troli, tusukkan pisau ke kepala mayat itu, dan berdirilah dengan posisi diatas kepala mayat dengan emas batangan di tanganmu. Abaikan buku untuk sementara, kau belum membutuhkannya.

Kau harus menunggu sampai pengurus kamar mayat meninggalkan ruangan, (yang mana akan cukup lama bagimu untuk menunggu). Sebelum beranjak, ia akan mengatakan nama ilmiah dari bagian tubuh di mayat itu dan pergi. Berdirilah hingga ia meninggalkan ruangan, dan jangan lakukan apapun sampai ia pergi.

Begitu ia pergi, lihatlah ke buku untuk mencari nama bagian tubuh tersebut, dan gunakan pisau tadi untuk membelah bagian itu. Letakkan emas batangan di bagian itu, dan jahit. Hanya ada satu jarum yang akan benar-benar menghilangkan bekas lukanya, maka dari itu pilihlah dengan bijaksana.

Lakukan semua ini dengan raut wajah tenang. Setelah kau menyelesaikan tugasmu, ruangan akan menjadi gelap, dan kau harus berseru dengan suara yang jelas, “Lihat? Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu, ambillah apa yang jadi milikmu.”

Jika kau melakukannya dengan benar. Lampu kamar mayat itu akan mati dan kau akan mendengar suara erangan. Jangan takut, karena saat itu si “pelanggan” tetap sedang memeriksa mayat untuk mencari hadiahmu.

Jika dia menemukannya, maka ruangan akan kembali terang dan kau akan mendapati dirimu berada di tempat yang berbeda.

Ruangan tersebut akan berubah dan dipenuhi oleh mayat anak-anak dan balita, mata mereka hilang, dan darah menetes keluar dari mulut mereka. Mereka akan terlihat ternoda dengan zat kehitaman yang perlahan membungkus mereka.

Saat kau mendekati mereka, mereka akan menggeliat, dan menangis memanggil ibu dan ayah mereka, darah akan mengganti air mata mereka.

Akan ada sesosok bayi di tengah ruangan, mati, dengan sebuah pisau tertancap di kepalanya. Yap, itu adalah mayat yang kau “operasi” di kamar mayat.

Kau akan diberi waktu sedikit untuk Menggambar sesembahan bagi si “Pelanggan” tetap. Dengan darahmu sendiri, gambarlah sebuah pentagram yang presisi dan tanpa cacat. Ambil darahmu dengan pisau yang tertancap di kepala bayi tadi tanpa keraguan.

Jangan takut mati kehabisan darah. Kau sekarang ada dalam perlindungan si “Pelanggan” tetap. Kau tidak akan mati jika dia tidak menginginkannya.

Saat kau selesai. Diamlah dan tunggu, dia akan menilai karyamu. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Satu : pentagrammu akan terbakar. Saat darahmu di lantai terbakar, terbakarlah juga sisa darah di tubuhmu. Pembuluh-pembuluh darahmu akan terbakar selamanya, di tengah pentagram, dengan rasa sakit yang tak akan pernah pergi. Artinya dia tidak menyukaimu.

Dua : akan muncul bayangan pekat yang semakin memadat. Kemudian dari bayangan itu, kau akan melihat senyum iblis dengan mata merah menatapmu dengan tajam. Selamat, si “pelanggan” tetap itu menyukai karyamu.

Kalian mungkin akan saling tatap, dan kau akan menyadari sebuah aura hitam perlahan-lahan memasuki tubuhmu.

Jangan ditolak, karena itu adalah Hal yang ingin diberikan si “pelanggan” tetap kepadamu. Jangan ditolak meskipun kau akan merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa. Tanamkan dalam pikiran bahwa di tempat ini kau ada dibawah perlindungan si “pelanggan” tetap dan kau tidak akan mati tanpa izin darinya.

Kau akan menyadari kulitmu membusuk dan sembuh lagi dalam waktu sekejap. Nafasmu sesak dan normal dalam sekejap. Kau akan batuk berdarah dan sembuh dalam sekejap. Pandanganmu buta sesaat sebelum pada akhirnya kau bisa melihat lagi. Kepalamu mungkin juga akan mengalami pusing parah sebelum akhirnya sembuh.

Semakin lama kau menerima “Hal” yang diberikan sosok didepanmu. Kau akan tau kalau dia sedang memberimu penyakit dan memberikan kemampuan untuk menahannya.

Setelah selesai. Kau akan menyadari tidak ada perbedaan dalam tubuhmu. Meskipun begitu, kau tau kalau sosok ini sudah menanamkan sesuatu kepadamu.

Dia tidak akan berucap apapun lagi dan ruangan akan kembali gelap. Tutup matamu dan bayangkan kau berada di luar rumah sakit. Jika pencarianmu sudah selesai, kau akan mendapati dirimu ada di luar gerbang rumah sakit di waktu siang hari.

Kau sekarang membawa sesuatu di dalam dirimu. Itu bukanlah kekuatan super, melainkan penyakit. Pelajarilah apa itu dan pahamilah tujuan Sang Dewa Kematian memberikan penyakit itu kepadamu.

Penyakit tersebut adalah objek ke-50 dari 538.
Dengan penyakit itu, kau bisa menimbulkan wabah yang sangat fatal kepada dunia. (jika kau menginginkannya) kau dapat menjangkiti manusia, binatang, tanaman, bahkan makhluk yang abadi...

Tag : Cerita Horor, The Holder, Creepypasta
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "The Holder Of The Afterlife"

Post a Comment