Survivor Lost Notes Chapter 014

*Ini adalah buku harian yang ditemukan di sebuah kamar salah satu Apartemen Di Ibukota*

*Dari Keterangan di sampulnya, Nampaknya buku Harian ini adalah milik Gadis SMP*

.

.

13 Maret 20XX

Hari ini adalah hari yang menyenangkan. Tadi pagi, Mama memasakkan makanan favoritku. Nasi goreng tomat dengan jus mangga. Ah sangat lezat.

Di sekolah, semua berjalan lebih lancar dari yang aku duga. Aljabar tes yang menjadi momok menakutkan akhir akhir ini, nyatanya aku kerjakan dengan sangat lancar, bahkan aku optimis kalau aku akan mendapat nilai A+ dalam tes kali ini.

.

.

.

14 Maret 20XX

Yap, dugaanku benar! Nilai Aljabarku adalah A! well, meleset sedikit dari perkiraan sih tapi, setidaknya A adalah hal yang menggembirakan bila dibanding dengan tes tes sebelumnya! Yes! I did it!

Dan yup! satu hari lagi yang sangat menyenangkan, Sebelum pulang, Asra mengajakku untuk menonton film di bioskop. Seperti dugaanku, dia pasti mengajakku menonton film romance. Aku sih, bukan pecinta romance picisan. Tapi kuakui, film tadi cukup bagus.

Dan..

Oh iya.. Siang tadi, ada orang aneh yang terus berdiri di depan gerbang sekolahku. Dia sepertinya seorang maniak yang berniat menerobos masuk ke dalam pekarangan sekolah. Pak satpam yang mencoba mengusir orang itu nyatanya harus menggunakan kekerasan untuk mencegahnya mendobrak gerbang.

Namun pak satpam berhasil menanganinya. Meskipun dia sedikit terluka.

Ah aku harap orang itu tidak melakukan hal aneh di sekolah kami. Terutama di malam hari.

.

.

.

15 Maret 20XX

YA AMPUN!! APA YANG TERJADI??!

Aku langsung berlari pulang saat aku melihat di sekolah banyak hal yang janggal. Siapa mereka?! Monster?! Ya tuhan!!! apa ini mimpi?! Aku tidak mau menjelaskan apa yang terjadi, tapi pokoknya ada Darah! Banyak Darah! Darah dimana-mana!

Aku hanya mengunci diri di kamar setelahnya.

Tadi aku sempat mencoba menelfon Asra dan teman-teman yang lain. Namun tidak satupun dari mereka yang merespon.

.

.

.

16 Maret 20XX

Aku masih saja dikamar. Aku bahkan tidak beranjak dari kasurku sendiri. Hanya menulislah yang membantuku untuk mengisi waktu.

Semalaman aku mendengarkan Radio melalui gadgetku. Menyimak beberapa saluran yang membahas tentang epidemi virus lepas kendali, Hingga akhirnya aku lepas tertidur.

Pagi nya, aku dibangunkan oleh suara ketukan dipintu. Seperti hari-hari biasa dimana Mama akan mengetuk pintuku dan berteriak keras apabila aku belum keluar kamar lepas jam 6. Dan aku pasti akan menjawab dengan jawaban lembut atas teriakannya. Saat itu pula, Mama pasti akan turun setelah beliau tau kalau aku sudah bangun.

Namun tidak untuk hari ini.

Sekarang sudah Jam 10 menjelang siang. Tapi aku masih males keluar dan tetap saja menulis.

Sepertinya Mama tidak menyerah. Karena suara gedoran di luar pintu masih saja terdengar. Namun aku tidak ada niat untuk membukakan pintu sekarang.

Yah, aku tau.. Ada yang janggal. Ketukan itu tidak seperti suara ketukan menggunakan tangan. Entah hanya aku, atau itu terdengar seperti benturan kepala?

Dan sudah semenjak tadi ketukan itu terdengar, namun aku tidak mendengar barang sekalipun Mama bicara

Entah kenapa bayangan kejadian yang aku lihat di sekolah kemarin terus berputar di otakku. Mengingatnya membuar kepalaku sakit.

.

.

.

17 Maret 20XX

Lapar. Sekali.

Aku tidak makan dari kemarin.

Masih saja terkurung di kamarku sendiri. Tebak apa? Kebiasaan baruku adalah : Melihat jendela sepanjang hari. Aneh kan? Aku merasa seperti seorang anti sosial. Terhitung dari tadi pagi, aku sudah melihat belasan orang berlari lari. Berusaha lari dari sesuatu

AHH! AKU BENCI INI!!

Aku sendirian. Tidak ada yang bisa dilakukan disini, selain berusaha memuntahkan isi perutku yang sudah kosong!

AKU INGIN KELUAR!

TAPI... AKU TAKUT

Mama masih diluar pintu kamarku.

.

.

.

18 Maret 20XX

LAPARRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

.

.

.

19 Maret 20XX

(Lembar hari ini hanya bertuliskan rumus aljabar dan latihan soal)

.

.

.

20 Maret 20XX

(Gambar sketsa abstrak)

.

.

.

21 Maret 20XX

AHHHH!!!! AKU TIDAK TAU LAGI!!

AKU AKAN KELUAR HARI INI!!! AKU BUTUH MAKAN!

(Ini adalah lembar Terakhir)

 

*Saat Buku Harian Ini ditemukan, Sosok ‘Mama’ yang dimaksud, sudah terkapar tak berdaya di lantai ruang keluarga, Kepalanya hancur*

*Sosok yang menulis Buku Harian tersebut, tidak diketahui Keberadaanya*

<< Chapter Sebelumnya

Lost Notes List

Chapter Selanjutnya >>

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Survivor Lost Notes Chapter 014"

Post a Comment