RIDDLE #119, KEMATIAN STALKER


RIDDLE INDONESIA #119

“KEMATIAN STALKER”

Seorang yang diduga stalker ditemukan meninggal di apartemennya sendiri. Apartemen tersebut berada di lantai lima. Dalam penyelidikan, polisi menemukan diary miliknya. 

Mereka pun mengamankannya sebagai barang bukti.


12-10-19
Astaga dia menawan sekali. Aku ingin turun dan memeluknya, namun sepertinya itu tidak mungkin ya?

12-11-19
Hei, siapa itu? Kok dia membawa masuk orang lain ke apartemennya sih? Temannya? Ah tidak mungkin! Jangan-jangan, PACARNYA?!

12-12-19
Iyap! Tidak salah lagi! Itu pacarnya! Wah tidak bisa dibiarkan!


Polisi yang meneliti diary miliknya, seketika itu langsung mewancarai penghuni apartemen di lantai empat.

Sayangnya, yang mereka dapat hanyalah seorang nenek tua yang mengeluh dengan keran apartemen yang semenjak 2 hari terakhir tidak menyala.

Ham-sama


Kau Bisa Memecahkannya? Jawab Di Kolom Komentar





Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

3 Responses to "RIDDLE #119, KEMATIAN STALKER"

  1. Stalker tersebut dibunuh untuk membungkamnya, orang yang dia stalk kemungkinan besar adalah seorang pembunuh yang merayu Dan membunuh korbannya di apartemen. Keran tidak menyala bisa jadi Karena mampet, mampet Karena pembunuh membuang korbannya yang telah ia potong" atau blender melalui saluran air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama tadi juga aku berpikir begitu potongan tubuhnya dibuang ke saluran air

      Delete
  2. Stalker tersebut membunuh 2 org itu sblum kematiannya dan jasad si stalker diketemukan oleh polisi.
    Dibuktikan di apartmennya saluran air mampet dan hanya ada seorang nenek di apartmen itu. Kemana 2 sisanya ?
    Mereka di tandon air, disembunyikan.

    12-12-19
    "Iyap! Tidak salah lagi! Itu pacarnya! Wah tidak bisa dibiarkan!"

    "Wah tidak bisa dibiarkan"

    Berarti dibunuh pada saat itu.
    Sementara si stalker kemungkinan meninggal sendiri.

    #cmiiw

    ReplyDelete