v Chapter 20 : Holder Of Deception | UNSOLVED INDONESIA

Chapter 20 : Holder Of Deception


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau tempat penampungan yang bisa kau datangi. Saat kau ada di meja resepsionis, bilanglah kepada pegawai kalau kau ingin mengunjungi seseorang yang bernama “Sang Penguasa Muslihat” [The Holder Of Deception]

Si Pegawai akan melihatmu dengan ekspresi syok dan kaget di wajahnya. Kemudian tanpa peringatan di akan beranjak dari posisinya dan akan menyerangmu dengan sebuah togkat. Jika kau tak pingsan oleh pukulan pertamanya, segeralah kabur, karena orang-orang itu akan mencarimu dan mengejarmu sampai dapat. Dan kemungkinan terburuk adalah kau akan dibunuh.

Namun semisal pukulan itu membuatmu pingsan, maka saat kesadaranmu pulih, kau akan berada di sebuah pekarangan yang megah ditemani langit berbintang. Di depanmu, kau akan melihat sebuah tangga besar yang terbuat dari batu dan sangat tinggi menjulang ke awan.

Yang harus kau lakukan adalah naiki tangganya, namun jangan pernah menoleh ke belakang. Jika kau melakukannya, tangga itu akan mulai runtuh dan kau akan jatuh ke dalam kehampaan untuk selamanya.

Setelah pendakian yang panjang, kau akan sampai ke sebuah panggung amfiteater* marmer besar bergaya Yunani.  Duduklah di kursi paling depan dan tunggu. Kemudian kau akan melihat seorang pria berjubah akan berdiri di tengah panggung.  Dia akan berbicara di sebuah mimbar sederhana.

Pria tua ini akan mulai berkhotbah seolah ada kerumunan besar—tapi, kau tidak boleh mendengarkannya, karena tidak satu kata pun yang diucapkannya itu benar. Jika kau tenggelam oleh ucapannya yang persuaif dan penuh tipu daya, maka pikiranmu akan tergerak oleh muslihatnya dan kau akan jadi budaknya untuk selamanya.

Dalam khotbahnya itu, kau boleh bertanya saat dia sudah selesai. Ia hanya akan bereaksi pada satu pertanyaan : “Mana kah yang benar diantara perkatanmu?”

Pria itu akan melihat ke arahmu dengan ekspresi kesedihan yang besar. Ia kemudian akan memberitahumu sebuah cerita yang akan menggoncang dasar jiwamu yang paling dalam dengan rasa iba yang hebat. Kau akan merasakan rasa sedih yang tak terbendung dari setiap ceritanya. Tidak peduli semisal kau mencoba tidak mendengarkan, cerita yang ini akan tetap mendatangkan kesedihan di jiwamu.

Kemudian dia akan memberitahumu sebuah kebenaran yang sangat penting: Jumlah (Obyek) tidak akan seperti yang diceritakan*

Kemudian dia akan menunjuk ke arah pintu keluar amfiteater seakan mengusirmu. Lalu tanpa kepedulian lebih, dia akan melanjutkan khotbahnya, Mengabaikan sepenuhnya bahwa kau adalah satu-satunya jemaah yang dia miliki.

Berbaliklah dan berjalan keluar dengan cepat. Karena semakin lama kau disitu, kau akan mulai bisa melihat pasukan mengerikan, iblis-iblis sinting yang duduk di kursi-kursi amfiteater.

Jangan melihat ke arah mereka terlalu lama, atau mereka akan mencabik-cabikmu dan menambahkanmu ke dalam koleksi jiwa mereka. Berjalanlah ke pintu ke luar secepat yang kau bisa. Akan ada sebuah buku sihir kuno besar di sebelah pintu. Ambil bukunya dan keluarlah dari pintu. Kau akan menemukan dirimu berada di gang di belakang institusi mental yang awalnya kau datangi.

Buku sihir yang kau genggam, dengan halaman-halaman yang ditutup rapat-rapat dan dikunci dengan gembok berlapis baja, adalah objek ke-20 dari 538.
Jika kau ingin melihat rahasia-rahasia terdalam tentang tipu muslihat, kau harus menemukan kuncinya.

Catatan Admin : Poin 1— Amfitheater adalah panggung tanpa atap. Dahulu sering digunakan untuk pentas sandiwara, khutbah, atau bahkan pertemuan para ksatria. Contoh :


Poin 2— Jumlah (Obyek) tidak akan seperti yang diceritakan* maksudnya adalah dalam cerita The Holder, obyek yang bisa dikumpulkan adalah 538. Namun sebenarnya, Jumlahnya tidak segitu. Bisa saja lebih, bisa saja kurang (Kita akan mengetahui lebih rinci dari cerita-cerita The Holders setelah yang ini)
Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 20 : Holder Of Deception"

Post a Comment