v Chapter 14 : The Holder Of Adversary | UNSOLVED INDONESIA

Chapter 14 : The Holder Of Adversary


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah melintasi jalan raya dan jalan sepi hingga kau menemukan pemukiman daerah pinggiran. Susuri daerah tersebut dimana manusia-manusia yang dibuang oleh masyarakat tinggal. Disana akan banyak pengemis, warga sakit-sakitan preman dan orang-orang yang sudah menyerah dalam hidup.

Jika kau menemukan seorang pria gelandangan yang duduk di bawah pohon oak besar sembari memegang sebotol minuman keras, jangan takut untuk bertanya kepadanya, apakah dia tahu orang yang disebut "Si Penguasa Musuh” [The Holder of Adversary]

Semisal dia adalah orang yang benar, maka dia akan tersenyum murah hati kepadamu. Dia akan berekspresi seakan kau adalah seorang teman lama yang barusaja  menceritakan sebuah lelucon.

Jangan khawatir, pria itu tahu apa yang kau cari.

Dia akan memandu dan mengajakmu ke sebuah pintu salurang pembuangan kota. Kemudian dia akan membuka pintu besi bulat yang tertempel di aspal dan kemudian memberikanmu sebuah senter. Lalu.. Kau harus bersiap, pasalnya dia tidak akan menemanimu ke bawah, alih-alih, dia akan mendorongmu jatuh dan kembali menutup pintunya.

Begitu berada di sistem pembuangan kotoran kota, kau akan menyadari bahwa kau tidak mencium bau busuk sama sekali—Bahkan kau tidak akan mampu mencium bau apapun. Tatkala kau menyalakan senter, kau akan tau kalau kau berada di sebuah ruangan bundar yang sangat asing.

Disepanjang dinding ruangan itu, kau akan melihat tubuh-tubuh yang membusuk terpaku di dinding layaknya pajangan. Kondisi mereka ada yang utuh dan ada juga yang terpotong-potong. Kau mungkin tidak akan paham kenapa kau memiliki firasat kalau mereka masih hidup. Namun sebaiknya kau tidak usah terlalu memikirkan mereka dan fokus saja ke pencarianmu.

Semakin lama kau mengamati sekeliling, maka bau-bauan akan mulai tercium kembali. Ini akan menjadi pengalaman paling tidak mengenakan untuk hidungmu. Perlahan tapi pasti, kau akan mulai mencium bau yang bercampur antara kotoran manusia dan hewan, belerang, tubuh yang membusuk, daging yang terbakar dan yang lain. Hingga pada disuatu titik, kau akan sangat tergoda untuk mencabut lepas hidung dari wajahmu.

Tapi jangan gemetar, jangan lari, dan tahan keinginan untuk muntah. Karena hal itu bukanlah yang terburuk dari semuanya. Datang entah dari mana, kau juga akan mulai mendengar bisikan-bisikan yang berbunyi "Kami adalah sisa-sisa orang yang tidak mampu menghadapi si Musuh." Seakan bau-bauan yang busuk itu membawa gelombang suara bersamanya.

Kemudian, kau harus hati-hati karena daging-daging manusia yang terpaku di dinding ruangan akan mulai meledak dan membuat keruh bau busuk tambah tidak terkendali. Bahkan jika kau tidak pandai menghindar, cipratan darah mereka yang dicampur nanah dan belatung akan mengenaimu dan menjadikanmu layaknya kotoran berjalan.

Sisa-sisa dari Mayat-mayat itu kemudian akan tenggelam ke lantai.

Kau mungkin berpikir apa yang datang selanjutnya pasti akan lebih buruk. Namun nyatanya tidak. Dari genangan darah dan lumpur bekas ledakan daging-daging barusan, akan muncul sosok elok layaknya malaikat. Dia akan berbentuk Pria, wanita atau hal yang sepenuhnya berbeda—itu tergantung pada dirimu. Dia akan memancarkan aura menawan yang sangat kontras dengan keadaan disekitar.

Tidak mungkin untuk mengalihkan pandangan dari sosok ini, terlebih lagi keadaannya yang telanjang akan membuat siapapun terlena dalam pandangan pertama. Namun kau harus tau, sosok ini hanyalah refleksi ideal yang berasal dari keinginan terdalammu. Percaya diri, cantik hati, tersenyum lembut, sabar, Ini akan menjadi apa pun yang kau impi-impikan.

Semakin lama kau memperhatikannya, maka  Kau akan mulai dikuasai oleh rasa cemburu yang datang tiba-tiba. Rasa cemburu itu kemudian akan berubah menjadi emosi dan keinginan untuk menghancurkan sosok sempurna yang ada di depanmu.

Tahan perasaan itu, tidak peduli seberapa kuat godaannya. Jika kau tidak bisa mengkontrol diri, maka kau akan mendapati dirimu kalah dan pada akhirnya kau akan bergabung diantara gantungan-gantungan daging yang kau lihat sebelumnya.

Tanyakan satu pertanyaan kepada makhluk indah di depanmu. “Apa yang bisa mereka (para obyek) hancurkan?”

Si Penguasa Musuh akan tertawa padamu dengan nada remeh, merendahkan, dan akan menudingmu sebagai anak kecil kemarin sore yang tidak tau apa-apa. Dia akan merendahkanmu serendah-rendahnya dan akan terus menudingmu sebagai sampah tidak berguna yang tidak layak mendapat apapun di dunia ini.

Meski begitu, ocehannya akan semakin lama berubah menjadi cerita yang menenangkan dan enak didengar, dan kau akan menemukan dirimu terpikat dalam pesona si Holder ibarat akan kecil yang diberi permen.

Cerita itu akan mengingatkanmu dengan kisah-kisah nostalgia yang sering diceritakan oleh orang yang kau kagumi semasa kau masih anak-anak. Semakin lama mendengarkan, maka kau akan semakin paham bahwa orang-orang terkutuk yangterpaku di tembok tadi pastinya tidak bisa sampai ke titik ini.

Di akhir cerita, si Holder akan bertanya sembari tersenyum senang, “Apa yang akan kau lakukan sekarang, anakku?”

Jika ia bertanya hal lain atau berucap suatu hal yang berbeda. Maka takdirmu sudah dipastikan. Dia akan tetap memberimu obyek yang dilindunginya, namun tatkala kau keluar dari tempat ini, si pria gelandangan yang mengantarmu tadi akan menunggu di luar, bersiap mematahkan tulang dan mencabik-cabik dagingmu.

Kau hanya bisa berharap kalau si Holder akan berucap kalimat yang benar, sebelum kemudian dia akan meletakkan sebuah objek di telapak tanganmu dan menutup tanganmu.

“Kau tidak boleh membuka tanganmu sebelum kau keluar dari tempat ini,” ia berkata, sebagai pengganti selamat tinggal.

Jika semua urusan sudah selesai, kembalilah keluar. Jangan menoleh ke belakang dan teruslah berjalan. Tatkala diluar, kau akau tau kalau benda yang kau genggam adalah sebuah mainan tentara plastik berwarna Hijau.

Mainan itu adalah objek ke-14 dari 538.
Obyek itu akan membantumu menghadapi musuh terbesarmu, namun sebaiknya jangan kau jadikan satu dengan yang lain.
Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 14 : The Holder Of Adversary"

Post a Comment