Holder Of The Future | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Holder Of The Future


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau tempat penampungan yang bisa kau datangi. Saat kau ada di meja resepsionis, mintalah untuk mengunjungi seseorang yang disebut “Sang Penguasa Masa Depan” [The Holder Of The Future]

Jangan mengikutinya jika ada seorang pegawai yang menawarkan untuk mengantarmu; dia bukanlah pegawai yang asli. Dia malah akan mengantarmu berputar-putar tanpa tujuan ke sudut-sudut paling menyeramkan di bangunan itu, dan tatkala kau tau kau hanya disesatkan, maka kau akan gila.

‘Pemandu jalan’ yang asli hanya akan diam saja dan menyerahkan padamu selembar kertas jika kau dekati. Kertas itu akan menjadi kertas yang bergambarkan denah. Jalan yang harus kau lalui akan tergaris dengan warna merah di kertas itu.

Ikuti arah denah itu, sampai kau berada di sebuah lorong yang panjang dan terlihat tak terawat. Mungkin saja lorong itu dulunya pernah terpakai dan terawat rapi, namun untuk sekarang, yang tersisa hanyalah tembok berdebu dengan karpet penuh noda disertai dengan jaring laba-laba dimana-mana.

Ketika kau melewati lorong, sekelebat bayangan akan melintas di jendela yang tertempel di temboknya. Namun bayangan itu lebih seperti sebuah gambaran dari ingatan. Dari sudut matamu kau akan melihat teman-teman, kerabat atau bahkan kekasih yang sudah lama tiada. Mereka akan berbisik memanggilmu dan mencoba menarik perhatianmu, seakan kau bisa menemui mereka diluar jendela apabila kau mau.

Namun itu adalah keputusan salah. Yang harus kau lakukan adalah tetap terfokus dengan kertas yang ada di tanganmu. Kau harus ingat bahwa tempat yang ingin kau datangi terletak di akhir denah lokasi itu.

Diluar jendela yang ada memang hanyalah ingatan semu. Satu-satunya mahluk yang memiliki kesadaran adalah sosok bermata tajam yang sebaiknya tidak diceritakan.

Perjalanan akan terasa berbeda bagi setiap orang yang datang. Ada yang langsung menemukan ujung lorong, ada juga yang berjalan dengan jarak yang sangat panjang bahkan terasa seperti berhari-hari. Namun memori dari luar jendela akan menunjukkan padamu kapan perjalananmu berakhir.

Apabila bayangan-bayangan yang ada di luar menggambarkan ingatanmu yang paing baru, maka kau akan segera sampai ke ujung lorong.

Di ujung lorong kau akan menemukan sebuah pintu yang menuntunmu ke sebuah ruangan menyerupai aula dansa. Seperti lorong yang kau lewati, keindahan nampak runtuh seiring banyaknya debu dan sarang laba-laba yang ada di ruangan itu.

Aula dansa itu akan dipotong oleh sebuah karpet panjang yang ada tepat ditengahnya. Yang harus kau lakukan adalah melewati karpet itu. Namun karena aula itu sudah reot dan tua. Kau mungkin di suatu titik akan melihat lubang besar di lantai yang akan memperlihatkanmu lubang tak berdasar.

Seiring kau berjalan, kau akan menyadari kalau aula itu akan terasa sangat panjang. Semakin kau maju, maka kau akan sadar kalau akan ada sesuatu yang pernah kau lewati tiba-tiba muncul lagi di depanmu.

Kau mungkin akan mulai meragukan niatmu dan mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang aku cari disini?!

Ini adalah cara sang Holder mengetesmu. Dia akan membuatmu melewati jalan yang sama selama berjam-jam, berhari-hari, Bakhan (terasa) berminggu-minggu tergantung seberapa puas hasratnya mengerjaimu.

Jika dia sudah puas, dia akan menyambutmu dengan sebuah cahaya remang yang datang entah dari mana. Semisal cahaya itu datang, dekatilah dan pejamkan matamu.

Dalam kegelapan kelopak matamu sendiri, kesunyian akan menemanimu. Tunggulah dengan sabar sampai kau mendengar erangan kucing yang datang dari arah kakimu. Jangan membuka mata bahkan tatkalau kau yakin ada seekor kucing yang mendekatimu secara fisik.

Kemudian, erangan itu akan berubah menjadi suara manusia yang mengajukan satu pertanyaan serupa sebanyak tiga kali “Apa yang akan kau lakukan dengan benda-benda itu?”

Kau tidak boleh bicara tatkala dia mengajukan pertanyaan yang pertama maupun kedua. Pasalnya itu akan berakibat tenggorokanmu dicabik dengan kuku tajam dan kau akan mati. Barulah saat pertanyaan ketiga terdengar, kau boleh membuka mata.

Di depanmu kau akan melihat seorang wanita berbaring di atas tempat tidur. Dilihat dari manapun, kau mungkin paham kalau kau sekarang sedang ada di kamar tidurnya. Sama seperti aula dan lorong yang kau lewati, mungkin saja wanita yang ada di depanmu ini dahulunya menawan dan cantik.

Namun sekarang, yang terlihat hanyalah wanita gemuk berkulit bopeng dengan bekas penyakit sipilis di tubuhnya. Lebih memuakkan lagi karena di tempat tidur reotnya, dia sedang berbaring tanpa menggunakan busana apapun.

Memperhatikannya cukup lama dan kau akan menyadari ratusan kucing mulai keluar dari sela-sela barang di ruangan itu. Kucing-kucing itu akan mendekat kepadamu dan seakan berniat menerkamu apabila kau salah bicara.

Tugasmu adalah menjawab pertanyaan yang kau dengar tadi dengan jawaban yang benar. Jawaban yang benar itu adalah “Aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan.”

Salah satu dari kucing itu kemudian akan mengajarimu bahasa mereka. Tatkala kau sudah paham dengan apa yang dikatakan oleh para kucing itu, mereka akan memberitahumu sebuah rahasia yang tidak pernah diperuntukan untuk telinga manusia. Rahasia yang hanya diketahui oleh para ras kucing dan merupakan rahasia yang sangat penting yang mereka jaga di kalangan mereka sendiri.

Kemudian kau akan disumpah untuk tidak menceritakan rahasia itu kepada siapapun sampai akhir hayatmu. Itu bukan sumpah magis, dan hanya sumpah verbal saja. Jadi semisal kau ingin, kau boleh menceritakan rahasia itu ke orang lain.

Namun kau harus tau. kucing adalah makhluk pencemburu dan senang menyakiti siapa pun yang mengkhianati kepercayaan mereka.

Rahasia tersebut adalah yang ke-16 dari 538.
Itu bukan obyek, namun ingatlah bahwa kau sudah bersumpah untuk menjaganya.
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Holder Of The Future"

Post a Comment