v Chapter 58 : Holder Of Lies | UNSOLVED INDONESIA

Chapter 58 : Holder Of Lies


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau tempat penampungan yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja depan, mintalah dengan sopan untuk mengunjungi seseorang yang memanggil dirinya “Sang Pemegang Dusta” [The Holder Of Lies]

Si pegawai akan mengangguk ceria, kemudian bangkit dan mengisyaratkanmu untuk mengikutinya. Begitu juga dengan tujuh orang lain di tempat tersebut. Abaikan mereka semua; mereka adalah para pencari (seekers) yang tersesat, dan sekarang satu-satunya keinginan mereka adalah membawa yang lain untuk bergabung dengan mereka.

Abaikan mereka termasuk pegawai, Hampiri meja resepsionis dan lihatlah ke bawahnya. Akan ada sebuah tombol oranye yang berkedip, dilabeli “Darurat”. Tekan dua kali.

Bangun dan berbaliklah. Kau akan menemukan beberapa pintu berjejer. Namun, akan ada sebuah pintu baja berlabel “Jalur Kebenaran” diantaranya. Pintu ini adalah satu-satunya kebenaran di tempat ini. Abaikan yang lain; hanya Jalur Kebenaran yang akan membimbingmu menemui Sang Pemegang Dusta.

Pergilah melalui pintu. Kau akan mendapati dirimu berada di sebuah lorong yang membingungkan. Tatap saja ke lantai saat berjalan. Karena hanya lantai lah yang menuntunmu menuju jalan yang semestinya. Menatap lurus ke depan kau mungkin akan tersesat menuju lorong bercabang dan jalan yang berliku.

Seiring kau berjalan, kau akan mendapati lantai yang kau pijaki berubah pola. Pola yang awalnya hanyalah ubin berwarna merah, kini berubah selang-seling antara merah dan putih. Lanjutkanlah perjalanan dengan hanya menginjak ubin berwarna merah. Jika kau menginjak yang putih, semua ubin akan runtuh dan kau akan jatuh dalam kegelapan abadi.

Akhirnya, setelah perjalanan itu, kau akan sampai di depan sebuah pintu kayu. Bukalah dan masuk.

Kau akan menemukan dirimu di dalam sebuah kantor bergaya tahun 30-an. Seorang pria dengan pakaian 90-an sedang terduduk diantara tumpukan kertas di meja, bergumam dan mencoret-coret. Sebuah senjata api ada di dalam sebuah tempat sampah di pojok ruangan.

Foto-foto berbaris di tembok belakang, memperlihatkan pria itu berada di banyak tempat, namun kau akan menemukan beberapa hal yang sama di semua foto: satu, pria itu tidak pernah memperlihatkan wajahnya; dan dua, setiap orang di foto selain pria itu terlihat sedang mengalami siksaan yang tidak terbayangkan.

Dekatkan dirimu pada tempat sampah yang berisi pistol tadi, namun jangan disentuh. Persiapkan dirimu, dan kemudian bertanyalah, “Dimanakah Ia saat mereka terakhir kali berkumpul?”

Raih pistolnya dengan cepat, kemudian tembak pria itu hingga kau kehabisan amunisi. Jika tidak, atau jika tembakanmu meleset, ia akan menarikmu dan memperlihatkanmu wajah sebenarnya. Kau tidak ingin melihat hal itu – saat kau melihatnya, wajahmu akan muncul diantara foto-foto di tembok, dan kau akan mengerti mengapa orang-orang di sana terlihat tersiksa.

Tetapi, jika kau berhasil, pria itu akan ambruk di atas mejanya, tewas. Selembar amplop akan terjatuh ke lantai.

Ambil amplop itu,  pesan di dalamnya akan memberitahumu jawaban atas hal yang kau tanyakan. Namun isinya luar biasa penting, dan kau mungkin menemukan bahwa pikiranmu tidak bisa menangani pengetahuan ini.

Jangan mencoba dan membacanya sekarang – kau tak punya waktu. Buang senjata api yang sudah tak berguna itu dan larilah. Lari secepat yang kau bisa, karena tanpa Holder didalamnya, Jalur kebenaran mulai perlahan pudar, dan kau tidak akan ingin ada di sini saat hal itu terjadi.

Saat kau melihat pintu baja tempatmu masuk tadi, segeralah keluar. Berlarilah dengan cepat karena pintu itu akan dengan perlahan menutup. Jika kau kurang cepat, kau mungkin akan terjebak selamanya di tempat itu.

Setelah kau melewati pintu baja, kau akan mendapati sebuah ruangan yang bercat merah. Di tengah ruangan ada sebuah kasur rumah sakit dengan sosok yang tertutup kain. Dekati dan buka kain itu.

Kau akan menemukan sebuah kerangka, terpelintir dalam posisi tersiksa yang mengerikan. Di lengannya, ia memeluk sebuah buku dengan jilid biru laut berukir emas. Namanya ditulis dalam warna perak di bagian depan – nama buku ini sangat panjang. Kau mungkin tidak akan bisa mengingatnya hanya dalam sekali baca.

Buku ini adalah objek ke-58 dari 538.
Buku ini adalah buku curian. Jika kau memiliki kartu perpustakaan khusus, kau bisa mengembalikannya ke tempat asalnya. Namun jika kau tidak memiliki kartu perpustakaan khusus, hati-hati, orang yang memiliki kartunya mungkin akan mencoba merebut buku ini darimu.
Tag : Cerita Horor, The Holder, Creepypasta
Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

3 Responses to "Chapter 58 : Holder Of Lies"