v Chapter 28 : Holder Of Clarity | UNSOLVED INDONESIA

Chapter 28 : Holder Of Clarity


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau rumah penampungan yang bisa kau datangi. Saat mencapai meja depan, mintalah ke resepsionis untuk mengunjungi seseorang yang dijuluki “Sang penjaga kejelasan”  [The Holder Of Clarity]

Para pegawai akan mulai mengoceh tentang hidupnya, membuat lelucon dan rujukan yang hanya akan dimengerti oleh mereka. Bersamaan dengan itu, mereka kemudian akan beranjak dari posisi mereka dan pergi beriringan sambil bergurau.

Ikutilah mereka beberapa langkah di belakang.

Kau akan membuntuti mereka sampai mereka sampai ke sebuah taman.

Di sebuah pintu jebakan yang ada di area taman, mereka akan membuka tutupnya dan akan menghentikan canda gurau mereka kemudian menatapmu. Pandangan mereka akan sangat suram dan aneh. Kau mungkin akan sedikit terganggu dengan perubahan Mood mereka yang sangat tidak biasa. Namun itu bukan masalahmu lagi.

Hal yang harus kau lakukan adalah memasuki lubang di balik pintu jebakan tadi. Di dalam lubang itu, kau akan melihat beberapa titik cahaya yang berkedip-kedip menerangi jalanmu masuk.

Turunlah tanpa ragu. Di bawah, nanti kau akan sampai ke sebuah lorong yang sangat panjang. Lorong itu hampir gelap gulita semisal cahaya yang berkedip kedip tidak menerangi jalanmu.

Susuri jalan itu dan manfaatkan cahaya itu sebagai penerang jalan. Semakin berjalan, nanti kau akan sadar kalau cahaya itu bukanlah lampu gantung ataupun hal semacamnya. Tebakan pertamamu mungkin adalah kunang-kunang. Mereka akan melayang santai diantara langit-langit lorong.

Bejalanlah terus dan abaikan mereka.

Semakin berjalan, kau akan mulai mendengar suara-suara dengungan lebah disekitarmu. Kemudian dengungan itu akan berubah menjadi desingan menyeramkan yang mulai menggangu.

Perhatikan para ‘kunang-kunang’ di sekitarmu. Jika mereka mulai berhenti bergerak atau cahaya mereka redup, berteriaklah “Jangan ganggu, aku hanya ingin lewat!”

Semisal mereka tidak merespon dan kondisi mereka tidak berubah seperti semula. Maka semua sudah terlambat, ‘kunang-kunang’ itu akan terbang ke arahmu dan menjadikanmu mangsa mereka.

Namun apabila cahaya redup mereka kembali terang, maka lanjutkanlah berjalan. Kau boleh lari jika kau mau. Yang jelas, gerakanlah kakimu hingga kau menemukan sebuah pintu di ujung lorong.

Masuklah ke pintu itu karena itu adalah tempat yang kau cari.

Di dalam, kau akan menemukan seorang lelaki yang tubuhnya di pasak. Tubuhnya akan banyak sekali ditancapi paku berukuran sedang dan pasak berukuran besar. Bahkan di mulutnya yang terbuka, kau akan melihat banyak sekali jarum yang tertempel di situ.

Dia akan tau kedatanganmu. Pasalnya matanya terbuka lebar dan akan langsung menatap ke arahmu tatkala kau masuk.

Dalam kondisinya itu, dia akan merespon satu pertanyaan : “Bagaimana mereka (para obyek) dibentuk?”

Harus ku ingatkan karena bertanya kepadanya artinya dia akan menjawab. Dan tatkala dia menjawab, dia akan mulai menggerakan bibirnya dan melupakan kondisinya sendiri. Dia akan sepenuhnya mengabaikan mulutnya yang tertempel banyak jarum dan mulai berbiara padamu. Semakin lama dia berbicara, maka semain berdarah pula mulutnya.

Dalam ceritanya yang mengerikan sembari berkumur darah, ia akan menceritakan padamu tentang penciptaan setiap objek, dan tujuannya masing-masing. Setap penjelasannya akan membuatmu ingin muntah dan membuat kepalamu pusing.

Pusing dan mual yang kau rasakan akan membuatmu gila. Ocehan yang dikeluarkan orang itu tidak akan berhenti seakan memang tidak memiliki akhir. Bahkan kondisi mulutnya yang berdarah dan membuat suaranya serak akan memaksamu menutup telinga.

Itu adalah akhir dari hidupmu jika kau tidak melakukan sesuatu. Dia akan terus berbicara dan mengoceh selamanya. Menjebakmu di sini dengan ocehannya sampai melebihi konsep yang dinamakan ‘keabadian’

Satu-satunya cara menyelamatkan dirimu sendiri adalah dengan memotong lidah orang itu. Disamping dia, kau akan melihat sebuah pisau fillet. Ambil pisau itu dan potong lidahnya. Jangan berhenti meskipun dia akan meronta, dan Jangan berhenti meskipun rontaan itu adalah rontaan paling pilu yang pernah kau dengar.

Jika lidahnya sudah sepenuhnya terpotong, maka cerita dari pria itu akan berakhir.

Lidah itu adalah objek ke-28 dari 538.
Para Obyek itu akan berkumpul kembali. Dan hanya mereka yang mengetahui Tujuan obyek dibuat lah yang akan tau kenapa obyek-obyek itu harus disatukan.
Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 28 : Holder Of Clarity"

Post a Comment