Chapter 76 : The Holder Of Fate | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Chapter 76 : The Holder Of Fate

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke sekolah atau fasilitas pendidikan lain yang bisa kau datangi. Saat mencapai meja depan, mintalah untuk bertemu dengan seseorang yang memanggil dirinya “Sang Penjaga Takdir” [The Holder Of Fate]

Di tengah permintaanmu, wajah sekretaris di meja depan tersebut akan berbinar dengan penuh rasa gembira, seakan dia benar-benar lega karena kau akhirnya datang juga.

Kemudian, ia akan mengeluarkan dan memberikanmu sebuah kotak kecil yang penuh dengan hiasan. Terima saja, dan jangan kecewakan raut berbinar dari sekertaris itu. Membukanya tidak akan memberimu apapun selain senyum dari si sekretaris, karena kotak itu kosong.

Kemudian sang sekertaris akan memintamu untuk mengikutinya, tanpa persetujuan darimu, ia akan membawamu ke ruang kepala sekolah (atau setidknya pemimpin tertinggi dalam institusi itu).

Dia akan berbincang dengan sang kepala sekolah dan membiarkanmu terabaikan untuk sementara. Setelah mereka saling berbincang satu sama lain, kepala sekolah itu akan menyambutmu dengan jabatan tangan. Wajahnya akan sama sumringahnya seperti sang sekertaris saat pertama menyambutmu.

Kemudian, dia akan melanjutkannya dengan membuka sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di bawah mejanya.  Dibawah pintu itu, adalah sebuah ruangan kecil yang hanya bisa dimasuki 1 orang. Bahkan orang yang masuk harus berjongkok agar dapat pas sempurna dengan ukuran ruangan itu.

Tanpa angin dan tanpa hujan, Ia akan memberikanmu sebilah pedang pendek. Dia kemudian akan mempersilahkanmu masuk dengan sedikit kata “semoga beruntung” sebelum menutup pintu dan menguncinya.

Selama beberapa saat, di ruangan kecil itu, kau akan berada di dalam kegelapan total. Jika kau pegidap claustrophobia mungkin kau sudah panik sekarang. Namun jangan khawatir, seiring berjalannya waktu, tatkala suara-suara sang sekertaris dan kepala sekolah yang ada diatasmu perlahan mulai memudar, sejumlah gambaran akan segera terbentuk di hadapanmu.

Kau akan mengenali gambaran-gambaran itu sebagai kejadian-kejadian yang pernah kau alami dalam hidupmu. Semakin kau menonton, kau mungkin akan mulai menyadari bahwa setiap kejadian itu saling berhubungan.

Kejadian-kejadian itu akan saling berurutan hingga menuntunmu untuk sampai ke momen ini. Ada tanda-tanda yang tersembunyi yang mencoba memberitahumu untuk mencari Obyek milik The Holder Of The Fate. Setiap orang yang pernah kau temui, setiap suara yang pernah kau dengar, ibarat sebuah sugesti tersirat yang berusaha memberitahumu bahwa Kau sejak awal memang ditakdirkan untuk mencari Obyek milik The Holder Of The fate.

Semakin lama kau melihat gambaran-gambaran itu, maka semuanya akan semakin masuk akal. Ini adalah takdirmu, dan tugasmu hanyalah menerimanya.

Saat kau berhasil menerima takdirmu, ruangan yang awalnya kecil, akan mulai melebar dengan sendirinya. Ruangan yang awalnya hanya bisa kau tempati dengan berjongkok kini kau rasakan semakin luas. Kau bisa berdiri, bahkan menggerakkan tubuhmu ke sekitar.

Saat ruangan itu sudah bertransformasi secara sempurna, sebuah pintu akan muncul di depanmu.

Di balik pintu terdapat sebuah ruangan dengan pintu lain yang tertutup di seberang, pintu kedua itu, akan terhalang oleh pagar. Begitu kau melintasi pintu pertama, pintu itu akan terbanting tertutup, dan seseorang akan muncul di hadapanmu.

Tanpa aba-aba, orang itu akan menyerangmu menggunakan sebilah kapak. Kau memiliki pedang pendek dan sudah sepantasnya kau membela diri. Tidak usah mempertanyakan siapa orang yang menyerangmu ini, karena terlalu lama berpikir mungkin akan sangat tidak menguntungkan dalam situasi seperti ini.

Kau tau sosok yang menyerangmu adalah manusia, dari gerakannya, dari posturnya. Namun seteliti apapun kau melihat wajahnya, otakmu tidak akan mampu memahami seperti apa rupanya. Wajahnya manusia, namun otakmu seakan langsung melupakan seperti apa wajah itu sesaat setelah kau melihatnya.

Abaikan saja perasaan ganjil itu, Kau harus tau bahwa pertarunganmu dengannya adalah pertarungan hidup dan mati. Kalahkan dia tanpa ragu. Hunuskan pedang pendekmu dengan gerakan apapun yang kau ketahui. Tidak peduli bagaimana kau mengakhirinya, yang masih bernafas di akhir adalah yang menjadi pemenangnya.

Jika dia sudah terkapar dan kalah, pagar besi di pintu kedua akan menghilang dan pintu kedua itu akan terbuka.

Kau barusaja menang melawan takdir. Takdir mengatakan bahwa kau seharusnya mati di pertempuran barusan. Dengan kemenanganmu, cengkraman takdir akan dirimu barusaja terputus. dan apa yang akan terjadi padamu jika memasuki pintu didepanmu adalah di luar pengetahuan makhluk manapun.

Perlu diingat bahwa eksistensi makhluk yang tidak hidup tanpa takdir akan dipertanyakan. Terkadang, Jika makhluk itu tidak bisa mempertahankan eksistensinya sendiri tanpa takdir menyertai, maka keberadaanya akan menghilang begitu saja,

Jika kau (dengan entah bagaimana) tidak menghilang, maka jangan pertanyakan apapun. Terlalu banyak bertanya mungkin akan mengembalikanmu ke benang takdir, dan takdir sudah mengatakan bahwa kau seharusnya sudah mati.

Lanjutkan saja perjalananmu, lewati pintu itu dan jangan menoleh ke belakang. Pintu itu akan terbuka diiringi debu yang berterbangan.

Setelah debunya menghilang dan kau memasuki ruangan, kau akan mendapati dirimu berada di sebuah gua. Sebuah lubang kecil diantara stalagtit di langit-langit gua akan menyediakan cukup cahaya untukmu agar bisa melihar tiga sosok di tengah ruangan.

Sosok-sosok di sebelah kiri dan kanan, yang akan kau lihat saat kau mendekat, telah mati bertahun-tahun yang lalu. Sebuah batu bersarang di tengkorak sosok paling kiri, dan kepala milik sosok yang paling kanan bergantung di tempatnya dengan canggung, lehernya jelas-jelas patah.

Abaikan kedua sosok yang sudah mati. Lihat ke sosok yang ada di tengah dan kau akan menyadari bahwa sosok di tengah masih hidup, Meski dibilang hidup, penampilannya tidak jauh beda dari sesosok mayat yang kering kerontang, seakan menegaskan bahwa makhluk ini seharusnya sudah mati berabad-abad lalu.

Sosok itu, akan menatap kedatanganmu dengan satu mata miliknya. Satu mata yang sepertinya adalah satu-satunya yang ia miliki sekarang. Berbeda dengan tubuhnya, mata itu adalah mata yang sangat sehat, irisnya memiliki warna unik yang belum pernah kau lihat di mata milik siapapun.

Tanyakan padanya hal ini, dan hanya hal ini saja. Tidak usah mencoba-coba menanyakan hal yang lain untuk melihat apa yang akan terjadi; “Apa yang bisa kau lihat dengan mata itu?” tanyakan dengan sopan.

Ia akan menjawab dengan intonasi nada yang sangat pelan dan lama. Mungkin karena lidah dan rahangnya sudah tidak sesempurna yang dulu. Jangan interupsi perkataanya, ketidak sabaranmu bisa saja menimbulkan kemurkaan darinya.

Saat ia akhirnya menjawab, suaranya akan terdengar seperti tersiksa. Ia akan memberitahumu bahwa mata itu dapat melihat segalanya, namun ia telah kehilangan penglihatannya terhadapmu sesaat setelah perkelahianmu (di ruangan sebelumnya) berakhir.

Dia kemudian akan mulai bergumam sendiri, isi gumaman itu adalah mempertanyakan kenapa kau, dan hanya kau saja yang tidak bisa dia lihat (dia melihatmu sekarang, karena kau ada di depannya, namun tidak jika kau pergi). Siapa kau dan kenapa kau ada disini?

Gumamanya kemudian akan berubah menjadi gerutuan. Gerutuan yang menuduhmu sebagai sosok yang berbahaya. Sosok yang tidak bisa dia ketahui setiap tujuan dan maksud. Tanpa peringatan, dia akan menyerangmu.

Dia akan menyerangmu dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa. Kau mungkin akan menyadari bahwa suara tulang patah dan daging sobek akan terdengar seiring pergerakannya. Namun dia tidak peduli dengan itu, tubuhnya yang renta tidak akan menghentikan hasratnya untuk membunuhmu.

Kuberitahu padamu bahwa melawannya adalah hal yang percuma. Dia 100 kali bahkan mungkin 1000 kali lebih baik darimu dalam kekuatan dan kecepatan. Berharap tangan rapuhnya akan patah tatkala meninjumu juga sia-sia saja. Dia tetap akan melayangkan pukulan kepadamu meskipun harus dengan sisa-sisa tulang sikunya.

Di titik ini, hanya satu hal yang bisa kau lakukan. Kau ingat kotak kecil kosong penuh hiasan yang diberikan oleh resepsionis kepadamu tadi? Keluarkan dan buka. Namun tutuplah matamu saat kau membukanya.

Berhati-hatilah; isi dari kotak kosong tersebut tidak untuk dilihat oleh mata manusia biasa, dan jika matamu terbuka saat benda itu muncul, hidupmu akan berakhir dengan cara yang mengerikan.

Begitu kotak itu terbuka, kau akan mendengar suara-suara tidak wajar. Saat suara-suara itu berhenti, tutup kotaknya dan buka matamu, jangan membuka sebelum suara itu berhenti.

Amati sekitar dan lihat apa yang terjadi, sosok yang hendak menghajarmu kini sepenuhnya menyusul kedua pendahulunya. Nyawanya yang hilang dengan tiba-tiba hanya menyisakan tubuhnya yang tergeletak tak berdaya di lantai gua. Mayat yang awalnya dua, kini pun bertambah menjadi tiga,

Kau mungkin penasaran apa yang barusaja terjadi.

Jika rasa penasaran tidak bisa kau kendalikan, kau boleh saja membuka kotak itu untuk kedua kalinya. Hal tersebut akan mengungkap keberadaan dari sebuah benda yang dapat digunakan untuk mengendalikan masa lalu, masa depan dan masa kini.

Namun melihat benda itu dengan kedua matamu akan menimbulkan konsekwensi. Kau akan sepenuhnya tersegel di dalam gua ini dan selamanya tidak bisa keluar. Kau boleh saja memutar waktu ke masa lalu dan bertemu dengan ketiga mayat yang ada di gua itu (saat mereka masih hidup) dan menanyakan siapa mereka. Well, mungkin saja kau bisa berteman dengan mereka.

Kalian mungkin akan menjadi empat sekawan dalam keabadian. Perlu kau ketahui bahwa sosok tua renta yang menyerangmu tadi sewaktu muda adalah sosok gadis paling cantik yang pernah dilahirkan. Dan entah cerita menarik apa yang bisa diberikan oleh 2 mayat lainnya.

Namun, jika kau adalah orang yang bisa mengendalikan rasa penasaran dan memilih untuk tidak membuka kotak itu untuk kedua kalinya, kau bisa pulang melalui arah kau masuk. Kotak itu sepenuhnya milikmu beserta benda didalamnya, membuka kotak itu di dunia luar hanya akan membuatmu melihat kotak kosong. Meskipun begitu, kau akan selalu tau bahwa ada sesuatu yang sangat berharga di dalamnya.

Kekuatannya, hanya bisa kau gunakan di tempat-tempat dimana benda itu dapat memiliki wujud.

Objek yang berada dalam kotak tersebut adalah Obyek nomor 76 dari 538.

“Ku ingatkan kembali akan konsekwensi perjalananmu. Kau sudah sepenuhnuya lepas dari benang takdir. Ingatlah bahwa takdir sudah tidak memiliki kendali akan hidupmu. Keberadaanmu kini harus kau topang sendiri dengan segala cara yang kau bisa.

Perlahan, kau akan sadar bahwa betapa berat beban dari seorang makhluk yang harus menentukan dan mengendalikan nasibnya sendiri.”

Baca Cerita The Holders Series Lainnya

Tag : Cerita Horor, The Holders Bahasa Indonesia, Creepypasta

Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Chapter 76 : The Holder Of Fate"

Post a Comment