Chapter 84 : The Holder Of Dreams | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Chapter 84 : The Holder Of Dreams


From thetholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau rumah rehabilitasi yang bisa kau temui. Saat kau mencapai meja depan, mintahlah untuk mengunjungi seseorang yang memanggil dirinya “Sang Penjaga Mimpi” [The Holder Of Dreams]

Orang di belakang meja tersebut akan menatapmu dengan tajam, memberitahumu bahwa orang yang kau maksud tidak ada di gedung ini. Tanyakan padanya, dimana kau bisa menemukan orang tersebut, dan kau akan diberikan sebuah kunci, yang berisi nomor.

Keluarlah dari gedung, ke jalan, dan pergilah ke utara. Jika jalan itu tidak mengarah ke utara ataupun ke selatan, pergilah ke timur, dan belok ke utara begitu kau menemukan jalan lain di sebelah kirimu. Tetaplah berjalan sampai kau menemukan sebuah hotel. Mungkin kau tidak pernah mendengar tentang hotel ini, mungkin kau tidak pernah menyadari keberadaannya, namun tempat ini adalah tempat tujuanmu.

Masuki hotel tersebut, tanpa berbicara dengan siapapun, dan menjawab pertanyaan apapun dari karyawan di lobi ataupun tamu. Lihat nomor yang tertera di kunci tersebut, dan temukan pintu kamar yang sesuai dengannya. Begitu kau menemukan kamarnya, buka pintunya. Masuki kamar tersebut, dan tutup pintunya.

Kau perlu menunggu hingga matahari terbenam, ketika bintang pertama muncul di langit. Matikan telepon genggam, jangan nyalakan TV, dan singkirkan barang-barang yang menghasilkan suara.

Tanpa mengganti baju, berbaringlah di atas ranjang, dan pejamkan matamu, Bahkan jika kau tidak mengantuk, pikiranmu akan melayang jauh. Tunggulah sampai kau tertidur. Bayangkan hal-hal baik sambil menunggu dengan mata tertutup. Jangan bayangkan hal-hal yang menakutkan, karena ruangan itu mungkin akan membuat bayang-bayang menakutkan itu menjadi nyata didekatmu sebelum kau sempat tertidur.

Jika segalanya berjalan baik, kau akan terbangun di pagi hari di keesokan harinya. Tinggalkan hotel itu tanpa menjelaskan apapun kepada siapapun, kembali ke rumah, dan lanjutkan hidupmu, namun bersiaplah. Kau, tanpa kau sadari, telah melakukan sebuah perjanjian. Dan perjanjian ini memiliki sebuah konsekwensi yang mau tidak mau harus kau hadapi.

Tiga orang yang kau kenal akan mati di hari-hari berikutnya, tepat di depanmu. Mereka akan mati dengan cara yang mengerikan dan menjijikkan, yang bahkan tidak bisa kau banyangkan. Bersikaplah sebagaimana manusia normal. Pergi ke pemakaman mereka, berduka untuk mereka. Tetap lanjutkan hidupmu. Jangan berusaha kembali ke hotel ataupun menjadi gila dan sampai dikirim ke rumah sakit jiwa, atau semuanya akan tamat. Jika itu terjadi, kau akan berharap kau mati dengan cara yang sama dengan teman-temanmu atau orang yang kau cintai. Kematian mereka tidak akan semengerikan kematianmu.

Setelah seminggu – tepat tujuh hari – kau akan melihat kematian orang ketiga. Tidak akan ada jalan untuk menghindarinya. Yang akan mati adalah seseorang yang paling kau kasihi, dan tidak peduli seberapa keras kau mencoba untuk tetap sendiri di hari itu, orang itu akan tetap datang padamu, tanpa menyadari takdirnya.

Tatkala kematian mempertontonkan ‘pertunjukannya’ kepadamu, ketika kau tidak mampu menyelamatkan orang yang kau kasihi itu, kau tidak boleh berbalik atau memejamkan matamu, atau kau akan menderita nasib yang sama. Rasanya akan seperti segenap tentara Neraka datang untuk menelan temanmu dalam penderitaan, kesengsaraan, dan keputusasaan hingga napas terakhir.

Kau tidak boleh berteriak, atau bereaksi. Cukup saksikan. Saat semuanya selesai, ketika tidak ada yang tersisa selain mayat dari orang terkasihmu, kau akan merasakan tepukan tangan di bahumu. Jangan menoleh, atau tangan asing tersebut akan menyambar lehermu, dan memberimu kematian pelan dan menyakitkan. Sosok di belakangmu akan bertanya, “Apa kau menikmatinya?”

Jangan menjawab. Tapi, tanyakanlah “Bagaimana cara melindungi orang yang kukasihi?”

Tangan yang menepuk pundakmu akan terangkat dan menunjuk ke mayat orang yang kau kasihi. Dekati mayatnya, dan kau akan melihat seberkas cahaya redup memancar dari dalam dadanya yang kini membusuk.

Ambillah benda yang memancarkan cahaya itu, dan cabut sebuah perhiasan perak kecil dari dagingnya. Jangan resah jika perhiasan itu tidak seperti kabar yang kau dengar, karena bentuknya akan berbeda-beda di tangan orang yang berbeda.

Begitu kau melalukannya, kau akan mendengar teriakan bernada tinggi, dan tanah di bawahmu akan lenyap. Tetaplah menggenggam perhiasan itu erat-erat, dan jangan dilepaskan, atau kau akan jatuh ke dalam kegelapan.

Kau akan terbangun di kamar hotel sebelumya. Periksa kalender. Tujuh hari tadi adalah mimpi. Tidak terjadi sama sekali, dan teman-teman serta keluargamu masih hidup.

Di tanganmu,  Kau akan menggenggam sebuah perhiasan kecil.

Perhiasan tersebut adalah objek ke-84 dari 538.

“Berikan pada orang yang paling kau kasihi. Benda itu akan melinduginya dari hal-hal buruk yang datang dari kekuatan-kekuatan jahat yang berhubungan langsung dengan para Holders.”

Baca The Holders Series Lainnya

Tag : Cerita Horor, The Holders Series Bahasa Indonesia, Creepypasta.

Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Chapter 84 : The Holder Of Dreams"

Post a Comment