Chapter 88 : The Holder Of Void

From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau rumah rehabilitasi yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja depan, mintalah untuk bertemu dengan seseorang yang memanggil dirinya “Sang Penjaga Kekosongan” [The Holder Of Void]

Si Pegawai akan akan menatapmu seolah kau berbicara dalam bahasa asing. Ulangi permintaanmu sekali lagi. Saat dia sudah mengerti, dia akan terkejut dan terlihat shock dengan permintaanmu

 Si Pegawai akan berdiri, terlihat gemetar, dan mengisyaratkanmu untuk mengikutinya. Lakukan, namun perhatikan kakimu dan dengan teliti hitunglah langkah kakimu dari tempat awal kau berdiri. Begitu kakimu mencapai langkah ke-64, berhenti. Langkah yang lebih dari itu akan membuatmu melangkah ke sebuah lantai yang memiliki sifat cair. Lantai itu akan menenggelamkanmu ke puluhan kilometer beton yang menjulang jauh ke bawah tanah. Dan tatkala lantai itu kembali mengeras, kau akan tersegal selamanya.

Saat kau berhenti, sang pegawai akan menghilang dari hadapanmu. Disisi kirimu, kau akan melihat satu pintu diantara jejeran pintu yang lain. Ketuklah pintu itu sebanyak 3 kali. Jika tidak ada jawaban, berbaliklah dan coba hal yang sama pada pintu disampingnya. Jika masih tidak ada lagi, maka pencarian ini bukanlah takdirmu.  Kau boleh mencoba mengetuk seluruh pintu yang ada, namun seiring kau berjalan kembali, lobby tempat kau masuk sudah hilang entah kemana, yang ada hanyalah lorong super panjang dengan banyak pintu yang tidak bisa dibuka.

Tetapi, jika ada suara anak kecil yang memintamu masuk dari pintu yang kau ketuk, perlahan bukalah pintu tersebut dan masuk. Ruangan di dalam akan terlihat sederhana, bercat biru laut yang solid. Akan ada seorang anak kecil di tengah ruangan, duduk di atas meja, memainkan permainan yang terlihat seperti persilangan antara permainan papan dan Kartu. Kartu yang dimaksud adalah kartu bergambar mirip Yu-Gi-Oh atau Duel Monsters

Anak itu akan memandangmu dengan mata hitam yang ganjil, mata yang terlihat sedikit mengintimidasi. Ia akan bertanya padamu, sambil masih menatap dengan mata anehnya itu, “Kau Ingin bermain?”

Saat-saat berikutnya akan menentukan takdirmu.

Lihatlah ke dalam mata anak itu, namun jangan bersuara. Bernapaslah tanpa terdengar. Jika dia melihatmu tidak merespons pertanyaannya, akhirnya ia akan mendecak “Tsk”, dan melanjutkan bermainnya sendirian. Ia akan menarik satu kartu dari tumpukan yang lain yang ada di atas meja.

Jika kartu tersebut bergambar, anak itu akan mendecak lagi, dan membuang kartunya ke lantai. Gambar apapun di kartu itu akan menjadi hidup—larilah, karena tidak semua gambar di deck miliknya adalah sosok-sosok yang lucu.

Jika kau beruntung, kau akan menemukan tempat untuk bersembunyi sebelum makhluk itu menemukanmu.

Tetapi, jika kartunya kosong (tidak bergambar), bertanyalah dengan suara yang nyaring dan memerintah: “Mengapa mereka (para obyek) terpecah?”

Mata anak itu akan melihat seksama dirimu, dari fisikmu, memorimu sampai jiwamu. Sebuah perasaan “Terekspos” akan membuatmu tidak fokus. Seakan setiap kenangan yang kau miliki tengah diobak-abrik oleh sosok yang asing. Hal minimal yang bisa kau lakukan hanyalah tetap mempertahankan akal sehatmu. Kau mungkin akan terkapar kejang di lantai, namun itu adalah ujian yang harus kau lewati untuk medapatkan kepercayaan dari sang holder ini.

Jika kau masih sadar setelah dia melakukan hal itu, anak itu akan mendekatimu dan bertanya. “Kau yakin masih menginginkannya?” yang dimaksud adalah obyek yang dia jaga. Jawablah atau setidaknya mengangguklah pelan agar dia mendapat konfirmasi.

Dia kemudian akan menyentuh dahimu dengan jari telunjuknya. Sekarang giliran dia yang membagikan informasi dari setiap memori dan jiwanya. Input informasi yang kau dapat akan menghantammu bagai jutaan liter air dingin, otakmu akan seperti tersengat listrik dengan Volt yang sangat tinggi.

Memori itu akan berisi setiap mimpi buruk yang pernah dia lihat, setiap ingatan-ingatan yang pernah dia lalui bahkan setiap kehidupan-kehidupan yang pernah ia jalani. Perbandingan antara hal buruk dan hal baik yang dia bagi adalah 99 banding 1. Setiap rincian, setiap rangsangan, akan terpatri di dalam dirimu seakan kau sendirilah yang pernah mengalami hal-hal tersebut, setiap luka, setiap rasa sakit, semua akan bercampur aduk menjadi satu.

Saat semua berakhir, kau akan kehilangan kesadaran. Jika kesadaranmu tidak kembali, maka tubuhmu sudah memutuskan tidak mampu menerima setiap ‘data’ itu, dan lebih memilih ‘mematikanmu’ untuk selamanya.

Namun jika tubuhmu memilih untuk menerima setiap ‘data’ tersebut dan beradaptasi sekuat tenaga, kau akan terbangun di atas ranjang di tempat yang kau sebut rumah. Di tanganmu, kau akan menggengam sebuah mutiara kecil berwarna hitam dan bulat.

Setiap memori yang kau terima, akan terpatri ke dalam dirimu. Namun sifat kemanusiaanmu akan hilang.

Benda ini adalah Obyek yang ke-88 dari 538.

“Kebijaksanaan dari sang Holder akan membantumu melewati Hari Penggabungan.”

Baca The Holders Series Lainnya.

Tag : Cerita Horor, The Holder Series Bahasa Indonesia, Creepypasta.

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 88 : The Holder Of Void"

Post a Comment