Chapter 99 : The Holder Of The Remains

From theholders.org

Translated by Admin.

Di kota mana pun, di negara mana pun, di desa manapun, pergilah ke kuburan mana pun yang bisa kau kunjungi. Saat kau mencapai tempat tersebut, temukan si Penggali Kubur dan mintalah untuk mengunjungi seseorang yang menyebut dirinya "Sang penjaga Hal Yang Tersisa" [The Holder Of The Remains]

Awalnya, si penggali kubur akan mengabaikanmu. Jangan mengucapkan sepatah kata pun. Berdiri saja di sana dan awasi dia. Segera, si penggali kubur akan mengambil sekop dan lentera di dekatnya, dan berjalan ke sekitar area kuburan.

Ikuti dia, dan jagalah sikapmu saat melewati batu nisa milik orang lain; kau tidak mau menggangu peristirahatan abadi mereka. Terlebih lagi di sini.

Setelah berjalan jauh, si penggali kubur akan berhenti di kuburan yang terisolasi dan tidak bertanda. Tanpa disuruh, dia akan mulai menggali kuburan tersebut. Saat dia melakukannya, malam akan turun dengan cepat, lampu akan padam, dan segera akan menjadi gelap gulita. Tidak peduli semisal situs pemakaman tersebut berada di dekat pemukiman atau lampu-lampu, Satu satunya cahaya yang akan ada disekitarmu hanyalah lampu lentera yang si penjaga kubur bawa tadi.

Jika, karena alasan apa pun,  si penggali kubur berhenti menggali, katakan padanya, “Ini harus dilakukan! Aku hanya ingin bicara.” Jika dia memutuskan untuk terus menggali, maka kau aman. Jika dia tidak melanjutkan penggalian, dan malah berhenti dan meninggalkanmu, maka larilah, larilah dari tempat itu dan jangan kembali. Bersembunyilah dari hal-hal yang berbau pemakaman sampai matahari terbit.

Jika kau masih bisa melihat matahari terbit, maka bersyukurlah karena setiap mimpi buruk sudah berlalu. Namun jika cahaya tidak pernah datang lagi setelah malam itu, maka kau sudah terjebak di dalam tempat tanpa jalan pulang. Satu-satunya cahaya yang bisa menemanimu hanyalah lentera yang berada di kuburan yang kau tinggalkan, itu jika lentera  tersebut tidak dibawa pergi oleh si penggali kubur.

Anggap saja segala sesuatunya berjalan lancar, maka penggalian yang dilakukan sang penggali kubur akan berlangsung selama berjam-jam. Setelah selesai, sang penggali kubur itu akan keluar dari lubang yang sudah dia gali dan memberimu waktu.

Di dasar lubang yang dia gali, akan ada sebuah peti kayu sederhana. Lompat ke bawah dan bukalah penutup peti tersebut. Setelah dibuka, akan nampak sesosok mayat wanita cantik. Kulitnya putih pucat namun tidak nampak busuk ataupun mengelupas. Wajahnya pun masih mulus,  dengan rambut sedikit memudar namun terlihat rapih. Jangan terlalu terpesona dengan mayat wanita tersebut. Alih-alih, tanyakanlah satu pertanyaan kepadanya; “Apa yang menanti kami (para seeker) setelah pencarian kami selesai?”

Saat kau sudah selesai bertanya, kau akan melihat mayat tersebut membusuk dengan cepat di depan matamu. Jangan mengalihkan pandanganmu dengan jijik; Hormatilah dia dan lihatlah dengan seksama setiap bagian dirinya kembali ke bumi (bahkan peti mati miliknya pun akan ikut lapuk dan hancur).  Jika kau berpaling dan menunjukkan ketidaksopananmu, sang penggali kubur akan mengguyurmu dengan tanah dan tanpa persetujuan, menguburmu hidup-hidup. Itulah kenapa, bersikaplah sopan dan lihat disintegrasi tubuhnya sampai akhir.

Pencahayaan dari lentera akan membantumu melihat sampai tulang terakhirnya benar-benar sepenuhnya menyatu dengan tanah.

Tatkala prosesnya selesai, naiklah dan tutup kembali kuburannya. Sang penggali kubur  tidak akan terlihat dimanapun, bakan sekop dan lenteranya pun akan lenyap tatkala kau sudah menapakkan kakimu di level tanah yang lebih tinggi. Tutuplah kembali kuburan itu, meskipun harus mengembalikan tanah dengan kedua tanganmu.

Saat tanah sudah tertutup sempurna, kau akan melihat sebuah mawar putih akan tumbuh di atas gundukan tanah tersebut.

Mawar putih tersebut adalah Objek 99 dari 538.

“Hal apa yang tersembunyi di mawar suci yang penuh duri ini?”

Baca The Holders Series Lainnya

Tag: Cerita Horor, The Holders Series Bahasa Indonesia, Creepypasta

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 99 : The Holder Of The Remains"

Post a Comment