v The Holders Series Chapter 171 : The Holder Of Infinite Patience | UNSOLVED INDONESIA

The Holders Series Chapter 171 : The Holder Of Infinite Patience

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke rumah sakit jiwa atau rumah rehabilitasi mana pun yang bisa kau datangi. Ketika kau berada disana, sadarilah bahwa tidak akan ada resepsionis yang mau berbicara padamu, karena mereka sangat menyadari motif tersembunyi dari kedatanganmu.

Tidak masalah, karena Kau tidak akan memerlukan bantuan mereka dalam berburu objek ini. Alih-alih memikirkan detail tidak berguna, siapkanlah mental dan pikiranmu dengan seksama. Pikiranmu harus benar-benar bebas dari kesombongan, dan tidak dipengaruhi oleh ego. Ini adalah poin yang sangat penting karena jika pikiranmu tidak jernih, Kau tidak akan memiliki kemungkinan untuk menang dari sang Holder, dan sebaiknya kau batalkan pencarianmu sebelum terlambat.

Ketika kau sudah mempersiapkan mentalmu, abaikanlah segenap pegawai yang menatapmu dengan pandangan dingin dan cueklah untuk mencari peta bangunan terdekat. Hafalkan tata letak ruangan, dari semua letak pintu, lorong dan lantai-lantai.

Apa yang kau cari, adalah satu elemen bangunan yang tidak akan tergambar di denah lokasi gedung tersebut. Elemen tersebut, bisa berupa pintu, lorong, jendela, atau bahkan tangga darurat yang tidak ada pada denah.

Apabila kau berhasil menemukannya, maka luangkanlah waktu untuk memeriksa kembali pikiranmu. Jernihkanlah dari segala pikiran-pikiran yang tidak diinginkan sebelum kemudian melangkah maju. Dari titik ini, tidak akan ada cara untuk kembali.

Kau akan menemukan dirimu berada di sebuah lorong pendek yang di ujungnya, akan terdapat ruang brbentuk kubus. Di dalam ruangan tersebut, sang Holder akan nampak terbaring di atas permadani berdarah dengan santainya.

Ketika kau memasuki ruangan yang bersangkutan, kau akan menyadari bahwa ruangan itu sangat kosong dan lenggang, dimana satu-satunya benda yang ada, hanyalah permadani yang digunakan sang Holder untuk terbaring.

Menyadari kedatanganmu, sang Holder akan sedikit terkejut dan mulai terbangun sumringah. Seakan, dia sudah menunggumu di tempat itu cukup lama. Orang-orang yang mengenalnya, akan menyebutnya sebagai “Pemegang kesabaran tanpa batas” [The Holder Of Infinite Patience], meskipun, sosok tersebut secara langsung akan memperkenalkan diri kepadamu sebagai “Jim”

Sekilas, Jim memang terlihat seperti manusia yang hiperaktif pada umumnya. Namun, toleransimu kepadanya akan berubah ketika kau mulai mencium bau tidak sedap dari sosok tersebut. Itu adalah bau yang akan membuat tubuhmu bergetar dari atas sampai bawah. Awalnya, kau akan mencoba merasionalkan bahwa bau itu adalah bau badan, ataupun hanya sekedar bau kotoran maupun kencing yang bercampur di kulitnya yang kotor. Sayang, bau itu lebih dari sekedar menjijikan.

Itu adalah bau yang akan menyerang hidungmu dengan kekuatan penuh. Bau itu akan merambat ke otakmu dan akan membuat seluruh badanmu gemetar. Tidak! Itu bukanlah bau amis yang datang dari permadari yang berlumur darah. Bau itu lebih mengerikan, menyesakkan dan mencekik. Kau tidak akan tau bau apa itu karena bau itu akan mempengaruhi jiwamu secara langsung. Membuatmu takut dan memaksamu untuk mencoba pergi dari tempat itu sekarang juga.

Jika kau merasa takut karena terpengaruh dengan bau tersebut, sosok Jim hanya akan menatapmu marah, sembari meluapkan kekesalannya. Gelagatmu yang takut dan terlihat terganggu dengan baunya, akan membuatmu dijadikan musuh oleh sosok didepanmu. Ketahuilah bahwa dibalik permadani berdarah yang dia duduki, adalah sebuah pintu jebakan yang menyembunyikan ruangan luas dan gelap. Di dalam ruangan itu, adalah tumpukan padat mayat Para Seeker yang telah dibunuh oleh sang Holder, karena mereka gagal menahan diri dan terlampau takut, akan sosok yang kini ada di depanmu.

Tekanlah ketakutanmu dan tahanlah selama yang kau bisa. Alih-alih, nampakkanlah gestur yang santai, agar sosok yang ada di depanmu merasa nyaman dan tidak secara spontan akan menyerangmu. Kau boleh memiih untuk ikut duduk di lantai seakan mencoba membuka percakapan dengan seorang kawan. Kepada sang Holder, tanyakanlah satu pertanyaan : “Jim, kenapa kau ada disini?”

Mendengar pertanyaan itu, sang Holder akan menatapmu dingin. Gelagatnya yang sumringah dan hiperaktif, akan berubah menjadi tenang seiring dia akan menceritakan kisahnya padamu.

Semua itu akan diawali dengan cerita tentang penangkapan yang salah, dan pemenjaraan atas orang tidak berdosa. Dia kemudian akan menjelaskan kenapa dia bisa terpenjara di ruang tanpa pintu ini, dan syarat apa yang harus dia penuhi agar dapat keluar dari tempat ini.

Kau mungkin akan menyadari sesuatu yang janggal atas ceritanya. Terlebih di detail “ruangan tanpa pintu”. Kuingatkan padamu, bahwa jangan sekalipun, kau mencoba menunjuk kepada pintu tempatmu datang yang jelas-jelas ada disana. Jika kau mencoba menjelaskan bahwa ada pintu di tempat itu, sang Holder hanya akan menudingmu sebagai seorang pembohong karena dari sudut pandangnya, tidak ada pintu sama sekali.

Semakin lama kau mendengarkannya, ceritanya akan semakin rancu. Dia kemudian akan mengeluh kenapa ‘kalian’ akan selalu datang dan menanyakan hal yang sama berkali-kali. Kemudian, dia akan menghibur dirinya sendiri dan menuding bahwa ‘kalian’ (para seekers) hanyalah gambaran-gambaran yang datang dari imajinasinya saja. Kalian tidak nyata!

Jangan tegur dia ketika dia akan mulai panik dan mengalami tekanan mental yang luar biasa. Abaikanlah meskipun dia akan mencabuti rambutnya sendiri, mencakar-cakar kulitnya dan membentur-benturkan kepalanya ke lantai.

Jangan mencoba menghibur orang yang sudah hancur tersebut, karena tidak ada yang bisa kau lakukan untuk memperbaiki siksaan mentalnya karena sudah terlalu lama terisolasi. Merasa sedikit iba mungkin boleh, namun jangan sampai kau mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya dan menyudahi penderitaannya. Kau harus mengerti bahwa jika Jim adalah manusia, sudah pasti penderitaanya akan berakhir dengan kematian ribuan tahun yang lalu.

Satu-satunya hal yang dapat Kau lakukan pada saat ini, adalah menunggunya sampai dia tenang. Kemudian, dengan segala kemampuan negosiasi yang kau bisa, mintalah kepadanya obyek yang dia jaga.

Mendapat kepercayaan Jim tidaklah mudah, karena mentalnya memang tidak stabil. Kau mungkin harus berada di tempat itu cukup lama, untuk menjadi ‘teman imajinasi’ sang Holder, sambil mencari cara agar dia mau secara sukarela memberikan obyek miliknya.

Ingatlah bahwa kau tidak boleh terlalu baik padanya, karena dia mungkin tidak akan pernah membiarkanmu pergi. Disisi lain, kau juga tidak boleh terlalu kasar padanya, karena dia mungkin akan merasa muak dan akan langsung menyerangmu tanpa peringatan. Jika itu terjadi, maka sudah pasti kematian adalah akhir kisahmu.

Satu hal yang pasti, kau tidak akan tau obyek apa yang dia jaga jika dia tidak memberikannya padamu. Pasalnya, ruangan itu hanyalah ruangan kosong dengan satu permadani kotor saja. Jika kau tidak sabar, kau mungkin akan secara impulsif merebut permadani miliknya dan membawanya pergi keluar pintu, karena mengira bahwa itu adalah obyek yang dia jaga. Sayang, itu bukanlah obyeknya.

Ku asumsikan kau berhasil mendapat kepercayaan Jim dan dia kini sudah menganggapmu sebagai teman. Jika itu terjadi, maka tanyakanlah kembali apakah kau boleh meminta obyek yang dia jaga.

Jika Jim menurutimu, dia akan menyobek sebagian daging dari perutnya dengan tangan kosong, dan akan memberikannya padamu sebagai hadiah pertemanan.

Ketika kau sudah mendapatkannya, kau boleh pergi dari tempat itu. Larilah sekencang mungkin dan abaikanlah apabila Jim memangilmu sembari menahan rasa sakit.

Apapun yang terjadi kepadanya sekarang, bukanlah urusanmu.

Daging yang meleleh itu adalah Obyek 171 dari 538.

Kau telah meninggalkan Jim begitu saja. Dia akan menghabiskan sisa waktunya berada di isolasi seorang diri, dan bertanya-tanya kenapa satu-satunya teman yang pernah dia punya, tiba-tiba pergi tanpa alasan.

Karena obyeknya sekarang ada padamu, sosok Jim yang merindukan ‘teman-teman imajinasi’ dan berharap satu atau dua akan datang di masa depan, harus menanggung kenyataan bahwa orang-orang yang dia tunggu tidak akan pernah datang lagi.

Baca The Holders Series Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "The Holders Series Chapter 171 : The Holder Of Infinite Patience"

Post a Comment