RIDDLE #36, NENEK BUNGKUK


RIDDLE INDONESIA #36

“NENEK BUNGKUK.”

Malam itu, aku baru saja selesai menonton konser metal bersama teman-temanku. Awalnya sih kami berangkat bersama, namun mereka sudah pulang sendiri-diri karena mereka pulang bersama pacar-pacar mereka.

Aku berjalan sendirian melewati taman untuk sampai ke rumahku. Jujur, semenjak masuk ke taman ini aku sedikit takut karena suasananya sangat sepi. Namun aku tidak punya pilihan karena memang lewat sini lebih cepat untuk sampai rumah.

Lama berjalan sebelum aku merasakan ada sebuah sentuhan menyentuh pundakku.

Puk.

Aku menoleh dan mendapati seorang nenek tua bungkuk berada di belakangku. Aku tidak yakin, namun nampaknya dia berumur sekitar 80 tahunan. Aku sempat memastikan kalau kakinya menyentuh tanah atau tidak. Dan dapat aku konfirmasi 99 persen dia bukan hantu.

‘Apa nenek ini tersesat?’ Batinku.

“Wajahmu tampak sangat pucat.” Tiba-tiba sang nenek berkata sambil mendongak.

Aku diam mencoba mencerna perkataannya. Aku menyentuh wajahku sendiri.

‘Hah? pucat gimana? Aku sehat-sehat saja kok.’

Aku mengamati nenek itu sebentar. Mata nenek itu seperti menatap kosong. Melihat wajah keriputnya terlalu lama, seketika muncul pemikiran yang aneh-aneh di otakku.

Tanpa sadar, aku segera berlari meninggalkan taman itu untuk dapat segera sampai rumah.

‘Besok-besok lagi jangan lewat ke situ. Ada nenek aneh!’

Bisa Memecahkannya? Jawab Di Kolom Komentar






Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

7 Responses to "RIDDLE #36, NENEK BUNGKUK"

  1. si nenek bisa liat hantu,
    "aku" = hantu
    makanya nenek blg muka nya aku pucat

    ReplyDelete
  2. Ada hantu di belakang si aku pas dia menoleh ke nenek. Jadi yg pucat itu wajah si hantu

    ReplyDelete
  3. Dia nenek bungkuk.. dan yang bungkuk ngga bakal bisa nepuk pundaknya.. berarti yang nepuk pundaknya hantu dan si nenek ngomong pucat ke si hantu

    ReplyDelete
  4. Nenek itu menatap kosong, jadi emg kek bukan ngeliat wajah si pemuda, melainkan sosok di belakang pemuda itu yg kata neneknya wajahnya pucat. Yg nepuk bahu si pemuda bukan si nenekbungkuk itu. Nenek itu sudah bungkuk dan tua renta, jelas sulit utk nepuk bahu pemuda, jadi yg nepuk pemuda itu si hantu

    ReplyDelete
  5. Skeptis Internal : "Menatap Kosong" bisa jadi "Buta". Kenapa "Nenek" tahu kalau "Aku" berwajah Pucat?

    Skeptis Eksternal : "Nenek" lagi whatsup salam rasta salam kompak selalu sama "Arwah dibelakang "Aku", dengan bahasan "Wajah Pucat" sebagai pembukaan. "Arwah" lah yang menepuk pundak "Aku". Kata "membungkuk" dan "mendongak" mendandakan tidak wajarnya "Nenek" bisa menepuk pundak "Aku".

    ReplyDelete