RIDDLE #122, Hidup Sendiri | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

RIDDLE #122, Hidup Sendiri


RIDDLE INDONESIA #122

“Hidup sendiri”

Aku sudah dewasa dan memang sudah sepantasnya memilih jalan hidupku sendiri. Itulah kenapa aku memutuskan untuk tinggal sendiri dan merantau jauh dari keluarga. Tujuannya adalah demi memahami masyarakat sembari mencoba meyujudkan cita-cita yang aku impikan sejak kecil.

Di lingkungan baru, aku cenderung cuek. Aku tak terlalu mengenal para tetanggaku, juga tak pernah berniat mencari tau siapa mereka.

Aku menyambung hidup dengan bekerja di sebuah perusahaan kredit yang gajinya tak seberapa. Sembari bekerja, aku terkadang menyisahkan sedikit uangku untuk mencari hiburan di klub-klub malam terdekat.

Malam ini juga sama, aku menyempatkan diri untuk mampir kesebuah bar didekat tempat tinggalku. Aku menghabiskan sekian rupiah untuk memesan minuman. Mencoba melupakan rasa suntukku setelah sekian lama bekerja.

Hingga jam yang sudah menunjukkan pukul 1 pagi lah yang menyadarkanku untuk segera pulang.

Aku berjalan dengan susah payah agar sampai rumah karena aku sudah terlanjur mabuk.

Setelah sampai rumah, aku pun masuk dan mengunci pintu. Tatkala aku hendak menyalakan lampu, tanganku menyenggol topless kue kering.

PRANNNKK!

Kue-kue di dalam toples yang sudah aku makan setengahnya itu pun berjatuhan dan tersebar ke seluruh lantai. Namun karena sudah mabuk dan kepalaku sudah benar-benar tidak bisa diajak kompromi, aku pada akhirnya memutuskan untuk merebahkan badanku disitu juga dan tertidur.

Pagi harinya, tatkala aku terbangun, aku mendapati kue-kue yang berserakan tadi malam sudah hilang tak bersisa.

“Lah?”



Ham-sama

Kau Bisa Memecahkannya? Jawab Di Kolom Komentar


Source : Riddle Story Indonesia (RSI)




Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

2 Responses to "RIDDLE #122, Hidup Sendiri"

  1. "...aku pun masuk dan mengunci pintu." tapi kenapa dia tidak membuka kunci pintu terlebih dahulu? hmmm ada siapa lagi tuh di rumah?

    ReplyDelete