Insiden Richard Parker dan Kebetulan dari Novel | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Insiden Richard Parker dan Kebetulan dari Novel


Pada tahun 1838, sebuah novel berjudul “The Narrative of Arthur Gordon Pym dari Nantucket.” Diterbiktkan. Novel itu adalah novel karangan penulis terkenal Edgar Allen Poe dan merupakan satu-satunya novel yang pernah dipublikasikan olehnya.

Sayangnya, terlepas dari novel yang memiliki cerita yang rumit, Ada sebuah kejadian nyata yang terjadi, dan (entah bagaimana) kejadian itu memiliki banyak kemiripan dengan novel ini. Tidak, Novel itu bukanlah novel yang dibuat dari kisah nyata. Sebaliknya, novel itu diterbitkan jauh sebelum kejadian ‘yang dimaksud’ terjadi.


Kisah Di dalam Novel

Novel itu bercerita tentang perjalanan melalui laut yang dilakukan oleh beberapa awak kapal yang mengalami insiden. Karena suatu alasan, mereka berakhir dengan berusaha untuk bertahan hidup. Kapal yang dimaksud bernama Grampus.

Di tengah cerita, para awak kapal itu terjebak pada situasi dimana mereka sedang ada di dalam perahu dan terdampar di tengah laut. Mereka tidak memiliki makanan maupun air yang bisa diminum.

Selama beberapa hari, mereka berusaha menangkap kura-kura laut dan memakannya mentah. Upaya bertahan hidup itu berhasil, namun tentu saja, kura-kura laut tidak akan selalu berenang di dekat mereka setiap saat.

Singkat cerita, waktu pun semakin berlalu dan keadaan semakin sulit. Ditambah terik matahari dan rasa lapar yang mendera, mereka pun pada akhirnya memutuskan untuk melakukan upaya terakhir dlam bertahan hidup. Mereka harus makan, dan satu-satunya ‘daging’ yang ada di atas kapal adalah daging mereka sendiri. Mereka tau kalau mengigit tangan sendiri adalah hal yang bodoh. Itulah kenapa, salah satu diantara mereka mengusulkan undian.

Untuk bertahan hidup, para kru menentukan dengan undian untuk memilih sapa diantara mereka yang akan dikorbankan menjadi makanan. Cara undian itu adalah dengan cara mengambil sepotong jerami yang mana salah satu diantaranya sudah ditandai. Barang siapa yang mengambil jerami bertanda, maka dia yang akan dimakan.

Jerami bertanda itu diambil oleh seorang bernama Richard Parker. Pada akhirnya, karena sudah merupakan kesepakatan, maka dia lah yang dikorbankan sebagai bahan makanan.

Sebuah cerita fiksi kreatif. Poe sebenarnya menyebut cerita ini sangat konyol. Namun, dia nampaknya belum mengetahui sebuah twist yang terjadi beberapa puluh tahun setelahnya.

Kisah di Dunia Nyata

Pada tahun 1884, sebuah kapal pesiar bernama Mignonette meninggalkan Inggris, menuju Sydney, Australia. Namun karena kapal itu bukanlah kapal yang terlalu ‘kompatibel’ untuk keliling dunia, kapal itu kandas dihantam badai.

Kru beranggotakan empat orang itu nyaris lolos dengan sekoci, tetapi mereka jelas tidak memiliki cukup bekal untuk bertahan hidup. Terombang ambing dilaut diatas sekoci kecil, mereka berusaha bertahan hidup dengan menangkap kura-kura laut.

Namun tentu saja kura-kura laut tidak cukup. Lautan ini sangat luas dan memberi makan lebih dari satu orang maka mereka membutuhkan makanan yang lebih pula.

Seorang lelaki, 17 tahun bernama Richard Parker, jatuh ke laut dan kemudian membuat kesalahan dengan minum air laut untuk mencoba memuaskan dahaga. Kondisi Parker mulai drop seketika, dan saat itulah rekan-rekannya yang selamat memutuskan bahwa mereka akan membunuhnya untuk memastikan kelangsungan hidup mereka sendiri.

Orang-orang itu telah mempertimbangkan melakukan undian, tetapi mereka menganggap Parker sudah semakin sekarat, sehingga mereka mungkin akan membunuhnya dan minum darahnya saat masih segar.

Setelah menusuk Parker di tenggorokan dengan pisau lipat, ketiga lelaki itu melahapnya. Mereka diselamatkan beberapa hari kemudian.

Kasus Mignonette menjadi sangat terkenal di Inggris. Orang-orang pergi ke pengadilan untuk melihat persidangan mereka. Awalnya, dua dari mereka divonis hukuman mati. Namun kemudian diubah menjadi enam bulan penjara.


Catatan Admin

Memang sih, di beberapa detail cukup berbeda. Namun memikirkan bahwa kedua korban sama-sama bernama Richard Parker saja, sudah sangat mindblowing.

Apakah ini sebuah pertanda?

Sial, admin baru baca Novel World War Z kemarin.

Baca Juga :

Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Insiden Richard Parker dan Kebetulan dari Novel"

Post a Comment