Kisah Thomas Busby dan Kursi Terkutuk | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Kisah Thomas Busby dan Kursi Terkutuk


Thomas Busby adalah pria yang suka minum. Dia secara teratur sering terlihat di pub favoritnya, dan duduk di kursi favoritnya. Dia sangat suka duduk di kursi itu. Bahkan terkadang dia akan menghajar siapa saja yang berani mendudukinya.

Suatu ketika tatkala sedang mabuk, dia melihat kursi favoritnya diduduki oleh ayah Tirinya. Dia dan Ayah tirinya itu pun cekcok dan membuat kegaduhan. Karena emosi dan mabuk, Busby dengan tanpa negosiasi langsung membunuh ayah tirinya ditempat.

Ya, dia melakukan tindakan kriminal dan dia harus membayarnya. Namun dia adalah berandalan, jadi dia tidak menyesal. Di hukum gantung oleh kejahatannya, Busby mengutarakan permintaan terakhirnya. Yaitu dia ingin minum untuk terakhir kali sembari duduk di kursinya.

Tatkala tegukan terakhir sudah terjadi dan botol minumnya sudah kosong. Kalimat terakhirnya seblum digantung adalah : “Celaka lah bagi orang-orang yang berani duduk di kursi Favoritku.”

Korban Kursi Thomas Busby

Oke, cerita diatas mungkin terdengar seperti cerita dongeng yang dikarang oleh Grimm bersaudara. Namun terkejutkah kau apabila kubilang kalau cerita itu adalah asal muasal dari kutukan kursi Busby?

Terlebih lagi, banyak tercatat dalam sejarah beberapa kisah yang berhubungan dengan Kursi Favorit Thomas Busby. Yang ku maksud Kisah tentu saja kisah tentang Korban.

Korban pertama yang tercatat adalah penyapu cerobong tanpa nama. Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa dekade kursi ini digunakan kembali. Kala itu, penyapu cerobong turun dari atap dan beristirahat. Dia melihat kursi yang ada di loteng (dia naik ke genteng dengan melewati loteng). Karena lelah, dia duduk di kursi itu sembari memakan makan siangnya. Beberapa menit setelah menyelesaikan istirahat dan kembali bekerja, lelaki malang itu jatuh dari atap dan mematahkan lehernya sendiri. Membawa kematian pertama atas kursi ‘terkutuk’ itu.

Selama beberapa abad berikutnya, cerita cerita tentang kursi itu tentu saja menjadi sangat populer. Muncul sebuah tantangan kepada siapa saja yang berani duduk di kursi itu dan membuktikan kebnarannya. Tentu saja sebagian besar orang akan menolak duduk di kursi terkutuk.

Namun selama Perang Dunia 2, banyak Perwira Angkatan Udara dengan berani menduduki kursi itu tatkala mereka ditantang. Konon kabarnya, orang-orang itu tidak pernah selamat dari peperangan.

Upaya Pencegahan

Banyaknya orang yang berdatangan dan banyaknya pula kisah tentang kengerian kutukan Busby. Pemilik pub (entah generasi yang keberapa) pada akhirnya memutuskan untuk menyimpan kursi itu di basement, menyembunyikan sepenuhnya dari publik yang heboh dengan kursi terkutuk. Dia melarang siapapun untuk masuk ke basement dan dengan sengaja menduduki kursi itu. Upayanya berhasil karena selama beberapa tahun, kursi Busby tidak tersentuh.

Suatu hari. Seorang tukang renovasi yang dibayar untuk melakukan pekerjaan di salah satu sudut basement pub tersebut tidak sengaja melihat kursi Busby. Karena dia lelah, dia pun memutuskan untuk beristirahat. Sore itu juga, dia dijemput ajalnya.

Beberapa bulan kemudian, nampaknya kursi itu tidak ada yang mengawasi. Sehingga mengakibatkan beberapa orang yang tidak sengaja duduk diatasnya juga mengalami nasib tragis yang hampir sama dengan para pendahulunya.

  • Seorang yang merenovasi atap meninggal gara-gara menduduki kursi itu, dia tertimpa atap yang runtuh.
  • Seorang tukang bersih-bersih yang secara tidak sengaja terjatuh ke kursi itu dilaporkan menederita Aneurysm sebelum meninggal
  • Dan seorang kurir mengalami kecelakaan dengan truknya setelah duduk di kursi itu satu jam sebelum kecelakannya.

Upaya terakhir

Pemilik Pub yang  sudah muak pada akhirnya menghubungi Museum Thirsk dan menanyakan apa mereka mau menerima kursi itu. Pihak museum menyetujuinya. Dengan pengangkutan yang hati-hati, kursi itu dipindahkan ke museum dan sampai sekarang menjadi pajangan.

Kursi itu masih dipajang di depan umum di Museum, tetapi sekarang tergantung enam kaki dari lantai dan hampir tidak mungkin bagi siapa pun untuk duduk di atasnya. Tidak ada yang biusa menyentuhnya, bahkan staff museum sekalipun.

(Kursi Busby di Thirsk Museum)

Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Kisah Thomas Busby dan Kursi Terkutuk"

Post a Comment