Kisah Para Raja Gila di zaman dahulu | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Kisah Para Raja Gila di zaman dahulu


Seorang pemimpim memegang sebuah tanggung jawab atas rakyatnya. Disetiap keputusannya, terdapat nasib baik dan buruk yang dapat mengantar negaranya ke kejayaan atau malah menghancurkan kepemimpinannya.

Admin sendiri, jika membahas soal raja, Maka admin akan mencantumkan quotes dari Odin Allfather yang dia ucapkan kepada Thor tatkala dia menasehatinya : “Seorang raja yang baik tidak pernah mencari peperangan. Namun harus selalu siap apabila peperangan terjadi.”

Namun tentu saja. Diantara deretan raja yang arif dan bijaksana, akan selalu ada raja atau pemimpin tidak waras yang memiliki idealisme sendiri dalam memimpin. Tidak jarang, para pemimpin gila itu justru membawa kesialan bagi orang lain.

Dibawah Ini, adalah  beberapa kisah raja gila yang pernah ada dan tercatat dalam sejarah

Genghis Khan Pemimpin Bangsa Mongol


Seorang lelaki bernama asli Temujin ini sering dikenal sebagai Genghis Khan. Dia merupakan seorang Khan  (raja/pemimpin) Agung pertama dari Kekaisaran Mongolia. Kenapa pertama? Pasalnya dia adalah orang yang berhasil menyatukan banyak suku di daratan Asia timur laut hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Terlepas dari cerita agung tentang dirinya, dia juga dikenal sebagai penguasa paling mengerikan. Pasca berhasil menyatukan banyak suku, dia melakukan ekspansi militer besar-besaran. Tujuannya? Tentu saja untuk menjadikan Mongolia menjadi kekaisaran terbesar di dunia.

Nyatanya, ambisinya untuk memperlebar kekuasaan memang berhasil. Dengan menyerang, membunuh, menjarah dan menguasai. Dia berhasil melebarkan perbatasan mongol dari Lithuania (Eropa) sampai ke Hinomoto (Jepang/Asia). Menjadikannya pemimpin yang pernah memiliki daerah kekuasaan terbesar di dataran utama bumi.

Akibat ekspansi militer yang dicanangkan oleh Genghis Khan ini, jumlah korban yang jatuh mencapai 40 Juta jiwa, atau sekitar 11 persen populasi manusia pada saat itu.

Qin Shi Huang sang pemersatu Tiongkok


Kisah gila dari Kaisar Qin Shi Huang datang dari ketakutannya akan kematian. Pertama, perlu diketahui dulu bahwa dia merupakan orang yang sangat sukses dalam mempersatukan daratan Tiongkok menjadi satu kesatuan.

Itulah kenapa dia, yang merupakan pemimpin tertinggi dari negara tersebut kala itu memiliki hasrat hidup abadi agar dia bisa menikmati kejayaannya selamanya. Dia mencari cara untuk membuatnya awet muda. Dari melakukan ritual dan mantra sampai membuka sayembara kepada para sarjana negeri untuk mencarikannya obat awet muda.

Sayangnya, tatkala dia menyadari wajahnya semakin tua dan tubuhnya semakin renta. Dia marah. Dia mengeksekusi banyak sekali Sarjana negeri tanpa alasan pasalnya dia marah atas para sarjana itu yang ‘bodoh’ karena tidak bisa memenuhi keinginannya.

Pada akhirnya, dia berpikir. Jika dia tidak bisa hidup abadi. Maka dia akan membawa kejayaannya sampai ke akhirat. Itulah sebuah pemikiran yang mendasari dibangunnya makam raja Qin Shi Huang yang dijaga oleh para tentara Terakotta (Tentara tanah liat).

Raja Qin, ingin ‘Kerajaan Akhiratnya’ sempurna. Itulah kenapa, tatkala dia mati. Maka para selir dan Menteri penasehat harus mati juga bersamanya. Konon katanya, tatkala raja Qin meninggal, para selir dan Penasehat di bantai oleh para tentara (yang sudah diberi pesan oleh raja Qin) dan dimakamkan di kuburan masal tempat Raja Qin bersemayam.

Ivan IV Vasylevich, Raja Paranoid Rusia


Ivan Vasylevich dinobatkan sebagai Tsar Rusia pada tahun 1547. Tatkala umurnya yang ke 13, dia menyaksikan banyak sekali prosesi eksekusi para bangsawan kala itu. Para bangsawan itu diduga melakukan persekongkola dan melakukan pembunuhan atas Ratu (Ibu Ivan) dengan racun.

Ivan muda yang sudah terbiasa dengan kematian sejak umurnya belia, langsung terlihami bahwa tatkala dia mengambil kekuasaan, maka dia akan mempunyai kekuasaan absolut atas siapa saja.

Dengan kekuatan yang besar dan jabatan yang tinggi, Ivan sebenarnya tidak gencar melakukan ekspansi militer atau ingin hidup abadi. Dia hanya paranoid. Dia takut orang-orang dari kerajaan mengkhiatanatinya dan merebut kekuasannya.

Sifatnya ini menyebabkan sebuah kejadian dimana dia membunuh putra mahkotanya dan menyiksa menantunya yang sedang hamil sehingga keguguran. Dia juga selalu waspada terhadap anak laki-laki, disuatu ketika dia pernah menyuruh para kesatria mengumpulkan 100 anak lelaki dari kerajaannya dan 100 orang itu akan disiksa dan dieksekusi publik. Alasannya? Hanya Ivan yang tau.

Tatkala Istrinya meninggal, dia curiga bahwa istrinya dibunuh oleh racun. Dia yang curiga dengan para petinggi kerajaan memtuskan untuk pergi dari Moskowa (Ibukota) ke kota bernama Alexandrova Soboda. Dia mengancam ingin turun tahta dan membuat kerajaan sangat panik kala itu.

Untung saja, tatkala dia diminta kembali ke kerajaan, dia menyetujuinya. Sayangnya, kekuasannya setelah itu hanyalah berbuntut 24 tahun penuh kekejaman yang mengakibatkan Ivan dijuluki Raja“Grozny” atau Tukang Terror.

Mendekati kematiannya, paranoidnya belum sembuh. Dia terobsesi dengan kematiannya dan memangil ahli sihir dan peramal untuk mengatakan tanggal kematiannya secara pasti. Dia meninggal dengan meninggalkan catatan buruk atas rezimnya sendiri.

Caligula si Kaisar Romawi Narsis


Gaius Caesar diangkat menjadi kaisar romawi yang ke tiga pada umurnya yang ke 25. Dia mendapat Julukan Caligula setelah dia menemani ayahnya ke medan tempur tatkala umurnya yang ke 3. Caligula berarti “Sepatu Kecil”

Sebenarnya, diangkatnya Caligulas sebagai kaisar romawi disambut hangat oleh masyarakat. Pasalnya dia memberlakukan kebijakan yang Pro rakyat kecil. Kebijakan seperti upah tinggi untuk prajurit, pajak penduduk rendah dan pembebasan tahanan yang diberlakukan tidak adil membuat dirinya sangat dicintai rakyat.

Namun tentu saja, sebagai seorang kaisar yang dicintai rakyatnya, dia memiliki harga diri yang tinggi. Dia tidak mentolerir hinaan atas dirinya dan memberlakukan hukuman yang berat kepada orang yang menghinanya.

Suatu ketika, Caligula jatuh sakit. Pasca penyakit itu, dia yakin kalau dia pasti ingin dibunuh dengan diracun. Itulah saat Caligula berubah dari Kaisar yang dicintai rakyat menjadi kaisar yang tidak waras.

Pasca sakitnya sembuh, dia mulai mengeksekusi para pejabat kekaisaran yang diduga mencoba mencelakainya. Caligula yang ketagihan dengan kekuasaan yang dimiliknya mulai mendeklarasikan dirinya sebagai seorang dewa. Dia membangun kuil dengan patung dirinya sendiri, dan meminta penduduk untuk mengganti patung-patung dewa romawi dengan patung dirinya sendiri. Dia yang mulai gila hormat sering berkeliling kerajaan dengan memakai pakaian mirip dewa-dewa romawi.

Para pejabat yang tersisa tentu saja menganggap hal itu sudah sangat kelewatan. Itulah kenapa, mereka merencakan pembunuhan atas Kaisar mereka sendiri. Akhir Hidup Caligula adalah tatkala dia ditusuk 30 kali oleh para prajurit. Dia kemudian dibuang di sebuah lubang dan dibiarkan membusuk.

Ramses II, Si Firaun yang mengaku sebagai Tuhan


Kita tau sebagian besar kisah Firaun yang satu ini. Pasalnya, cerita-ceritanya sering dikisahkan dalam buku 25 Nabi. Dan dia merupakan sosok antagoins paling kejam di seluruh daratan mesir kala itu.

Kekejamannya yang paling terkenal tentu saja yang berhubungan dengan ramalan seorang anak lelaki yang akan membunuhnya. Hal itu berbuntut kepada kebijakannya untuk membunuh seluruh anak lelaki yang lahir di selururuh daratan mesir.

Namun dalam berpolitik dia juga diceritakan sebagai sosok yang hebat dalam menguasai. Kekuasaan Ramses II yang bertahan selama 66 tahun menjadikannya sebagai Firaun paling kuat dalam sejarah. Itulah kenapa dia mulai menganggap dirinya adalah tuhan yang layak disembah. Dalam sebuah perayaan bernama Festival Sed, dia mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai Tuhan.

Dia harus dipuja dan diagungkan dengan segenap monumen yang bisa dibangun. Itulah kenapa dia mempekerjakan banyak sekali budak dengan paksa untuk membangun Sphinx dan Piramid. Istananya juga dibagun sangat megah dan merupakan sebuah bangunan yang paling mencolok di seluruh gurun kala itu.

Firaun yang sudah sombong itu pernah menghukum seorang penata rambut putrinya dengan cara merebusnya dengan air panas, pasalnya penata rambut itu menyebut nama Allah tatkala menjatuhkan sisirnya di depan putri Firaun (putri itu mengadu ke ayahnya)

Kisah kejayaan Firaun berakhir tatkala dia tenggelam di laut merah.
...
Memang sih, raja-raja gila diatas tidak pantas disebut pemimpin yang arif dan bijaksana. Namun sedikit fakta tentang Genghis Khan. Dalam menghadapi kematian, dia benar-benar 180 derajat berbeda dari Qin Shi Huang.  Pasalnya tatkal kaisar tiongkok itu ingin membangun kerajaan akhirat dengan makam yang megah, Genghis khan malah berpesan apabila dia mati, dia ingin dikubur di kuburan tanpa nisan.

Yah, sepertinya pemahaman kita atas mereka hanya sebatas pesan moral dan nasehat saja. Selebihnya, kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi di otak orang-orang ini saat memimpin.

Baca Juga :

Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Kisah Para Raja Gila di zaman dahulu"

Post a Comment