Chapter 96 : The Holder Of The Rest

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke hotel penginapan mana pun yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja depan, mintalah untuk mengunjungi seseorang yang menyebut dirinya "Sang Penjaga Istirahat" [The Holder Of The Rest]

Jika resepsionis nampak mengabaikanmu, berbalik dan pergi, tinggalkan kota, negara dan benua secepat yang kau bisa. Jangan berhenti sampai kau berada di seberang lautan. Hanya air asin lah yang akan membentengimu dari murka mereka.

Namun, jika sang resepsionis nampak melirikmu sebelum kembali ke pekerjaannya, tanyakan lagi, tambahkanlah bahwa kau adalah kerabatnya.

Dia akan menghela nafas dan mengeluarkan sebuah buku besar. Tunggu dengan tenang dan tanpa suara, saat dia melihat ke dalamnya. Jangan berdehem, jangan banyak bergerak dan jangan tunjukkan hal-hal yang menunjukkan ketidaksabaran. Setelah berjam-jam, petugas itu akhirnya akan kembali menatapmu dan memberi tahumu nomor sebuah kamar. Jangan lupakan nomor ini. Berterimakasihlah padanya dan pergilah.

Temukan tangga terdekat dan mulailah naik ke lantai yang ditunjukkan pada dua digit pertama nomor kamar. Namun, perhatikan; lantainya tidak diberi nomor secara berurutan, dan apabila kau sudah memilih lantai, kau tidak akan bisa kembali. Oleh karena itu, fokuslah agar kau tidak memilih lantai yang salah.

Di lantai yang benar. Kau akan menemukan sebuah lorong normal layaknya lorong pada umumnya, Setiap penomoran kamar juga akan tidak berurutan dan mungkin akan sangat membingungkan. Carilah kamar milik Sang Holder sesuai nomor yang diberitahukan resepsionis kepadamu.

Saat kau menemukannya, ketuk dua kali pintunya dan tunggu. Kau harus yakin kalau itu adalah pintu yang tepat, karena jika kau memilih pintu lain dan masuk ke ruangan yang salah, mimpi buruk milik orang-orang yang bermanifestasi di baliknya akan menghancurkanmu.

Di ruangan yang benar, setelah sepuluh detik pasca mengetuk pintu, kau akan mendengar seorang pria bertanya siapakah dirimu. Jangan dibalas. Dia akan bertanya lebih keras. Tetap saja, tahan segala ucapanmu.

Akhirnya, Pintu didepanmu akan terbuka. Sebelum dia membukanya, segera katakan, "Tidak perlu membawa senjata, Saya hanya ingin bicara." Jika kau tidak cukup cepat, Sebuah ayunan parang panjang akan menghampirimu sebelum kau sempat bereaksi.

Jika kau mengucapkan kata-katamu tepat waktu, kau akan mendengar dia berhenti dan meletakkan sesuatu. Menandakan bahwa tidak perlu menebas kepalamu sebagai sambutan.

Pria yang membuka pintu akan mengenakan kemeja putih dan celana setelan, dengan dasinya terlepas, seolah baru kembali dari pertemuan yang lama. Bicaralah sopan padanya dan tanyakan apakah kau boleh masuk.

Berdiri tegak dan lihat matanya saat dia melihatmu. Jika dia setuju, dia akan membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkanmu masuk. Jika tidak, dia akan membanting pintu tepat diwajahmu dan meninggalkanmu di luar. Entah kau mampu menemukan jalan keluar dari tempat ini atau tidak.

Begitu kau berada di dalam kamarnya, dia akan duduk di tempat tidurnya dan mematikan televisi. Kemudian, dia akan bertanya, "Jadi, apa yang kau butuhkan?" Tatap matanya dan jawab, “Saya hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat."

Dia akan menghela nafas dan memberi isyarat kepadamu untuk duduk. Dia kemudian akan memberi tahumu tentang orang lain yang telah mencari The Holder Of The Rest: pencobaan mereka, keberhasilan mereka, dan kegagalan mereka yang tak terhindarkan. Dia akan menjelaskan setiap detail, setiap strategi, dan setiap langkah yang salah. Dengarkan baik-baik, agar kau tidak mengulangi kesalahan mereka. Akhirnya, dia akan bertanya kepadamu apakah kau ingin beristirahat lebih lama. Jawab saja tidak, karena yang dia maksud adalah ‘istirahat selamanya’

Setelah dia selesai, minta maaflah karena telah mengganggunya, berterima kasih atas waktunya, dan berdirilah untuk pergi.

Jika dia tidak menghentikanmu, maka tamatlah riwayatmu. Dia tidak mau memberikan apapun kepadamu dan perjalananmu ini akan sia-sia. Setelah keluar dari hotel tanpa membawa apapun, pahamilah bahwa sesuatu telah diambil darimu. Sesuatu tersebut adalah kemampuanmu untuk tidur. Kau akan dikutuk selamanya tidak dapat tidur. Ketahuilah bahwa orang yang tidak tidur selama 20 hari akan menjadi gila. Sedangkan kau, kau tidak akan bisa tidur sampai sisa hidupmu.

Disisi lain, Jika dia mencegahmu untuk pergi, dia akan membuka sebuah koper yang dia simpan di bawah kasurnya. DI dalam koper tersebut adalah sebuah bantal yang akan dia tawarkan kepadamu untuk kau bawa. Terimalah bantal itu karena itu adalah obyek yang kau cari. Bantal itu akan berisi sesuatu yang membuatmu penasaran, namun apapun yang terjadi Jangan buka bantal tersebut.

Turunlah melalui elevator dan kau akan menemukan dirimu berada di Lobby Hotel paling dekat dari rumahmu.

Bantal ini adalah Objek 96 dari 538.

“Tidur beralaskan bantal tersebut, akan membuat setiap pagimu seakan kau terlahir kembali.”

Baca The Holders Series Lainnya

Tag : Cerita Horor, The Holders Series Bahasa Indonesia, Creepypasta.

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 96 : The Holder Of The Rest"

Post a Comment