Chapter 97 : The Holder Of Martyrdom

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke rumah sakit jiwa atau rumah rehabilitasi mana pun yang bisa kau datangi. Saat mencapai meja depan, tanyakan pada pria muda yang bekerja di sana apakah kau dapat menemui seseorang yang menyebut dirinya [The Holder of Martyrdom]

Dia akan menampakkan wajah sedih kepadamu. Kemudian, dia akan mengantarmu dan menyuruhmu masuk ke sebuah lift dengan tombol yang naik ke 538. Tekan tombol dengan angka tertinggi, karena tujuanmu adalah lantai paling atas.

Setelah pintu ditutup, lift akan naik. Disepanjang perjalananmu, kau akan mendengar jeritan-jeritan yang datang dari luar lift. Jeritan itu akan dimulai dengan suara samar, kemudian akan mulai terdengar jelas. Disuatu titik, kau akan mendengar suara orang yang kau kenal memanggil-manggil namamu. Jangan tergoda untuk menakan tombol di lift untuk keluar sebelum tujuannmu, karena di lantai-lantai yang salah, tidak akan ada hal lain selain ‘museum orang mati’ yang penuh dengan pemandangan gore yang menjijikan.

Lift akan berhenti dengan sendirinya saat kau sudah sampai ke tujuanmu. Tanpa kau pencet tombol apapun, pintu akan terbuka dan menampakkan sebuah aula yang gelap gulita. Ingatlah bahwa sesaat kau melangkahkan kakimu keluar lift, sudah tidak ada kata kembali.

DI Aula itu, kau tidak akan bisa melihat apapun. Satu satunya hal yang bisa kau lihat adalah cahaya remang yang akan datang di sebuah celah pintu nan jauh. Dekati pintu itu dengan langkah yang mantap. Kau tidak perlu meraba tembok untuk menyusuri jalanmu. Malahan, Jika kau berinisiatif untuk meraba tembok, kusarankan jangan. Tembok dan pilar di tempat gelap itu tidak terbuat dari beton. Dan beruntung karena kegelapan menyembunyikan wujud wujud asli mereka.

Di ruangan yang dimaksud, tidak akan ada penerangan kecuali sebuah lampu minyak. Disebelah lampu minyak tersebut, terdapat sesosok yang badannya dipenuhi dengan perban. Perban yang memerah menandakan bahwa perban itu tidak cukup tebal untuk menyembunyikan setiap bekas lukanya.

Kepada sosok tersebut, tanyakanlah sebuah pertanyaan : “Kenapa kau begitu keras untuk melindungi obyek yang kau jaga?”

Sosok itu akan menceritakan setiap siksaan yang pernah dia alami. Setiap detail, setiap rasa sakit dan setiap cerita dari luka-luka yang ada pada tubuhnya. Siksaan yang datang karena jiwanya yang sudah dikat untuk menjadi pemegang obyek.

Kemudian dia akan menceritakan padamu, syarat untuk mendapatkan obyek yang dia pegang. Perbannya tidak akan bisa dilepas dengan cara apapun. Satu-satunya cara agar perban yang ada di tubuhnya dapat lepas adalah apabila sang Holder mati.

Sang Holder adalah sosok yang sangat merindukan kematian. Lebih dari apapun, hal yang paling dia inginkan adalah mati. Meskipun begitu, berapa pun banyak orang mencoba, nyawanya nampak tidak ingin keluar dari raganya. Dia akan mengatakan padamu bahwa kau boleh mencoba segala cara untuk membunuhnya. Penggal, mutilasi, cekik. Gunakan imajinasimu.

Jika kau bisa membunuhnya, maka sang Holder akan sangat berterimakasih.

Perban itu adalah Object 97 dari 538.

“Lift menuju kesini, akan selalu terbuka untukmu.. Jika kau ingin mencobanya lagi dan lagi..”

Baca The Holders Series Lainnya

Tag : Cerita Horor, Creepypasta, The Holders Series Bahasa Indonesia.

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "Chapter 97 : The Holder Of Martyrdom"

Post a Comment