v The Holders Series Chapter 140 : The Holder Of Forsaken Reality | UNSOLVED INDONESIA

The Holders Series Chapter 140 : The Holder Of Forsaken Reality

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke rumah sakit jiwa atau rumah rehab mana pun yang bisa Kau kunjungi. Ketika Kau mencapai meja depan, tanyakan kepada resepsionis apakah mereka dapat memahami kenyataan.

Resepsionis akan melihatmu dengan ekspresi terkejut, sebelum kemudian mundur dengan sangat cepat. Mereka akan menabrak permukaan apapun yang ada di belakang mereka dengan punggung, sebelum mereka meringkuk ketakutan. Permukaan yang mereka tabrak, akan terlihat sangat rapuh sehingga dengan satu sentuhan saja, akan bisa dihancurkan.

Jebol-lah tembok atau apapun itu yang ada di belakang meja resepsionis dan kau akan mendapati dirimu terlah membuka celah ke sebuah realita yang berbeda. Jangan terlalu dipikirkan tentang dimensi dan tata letak celah ini, dan masukilah.

Dibalik tembok kau akan menemukan sebuah tebing yang mengarah ke jurang yang sangat besar dan dalam. Di dasar jurang tersebut, kau akan mendengar sesuatu yang bersuara aneh dengan frekwensi yang tidak akan mampu kau pahami.

Ada yang bilang, Realita yang ditinggalkan adalah tempat dimana manifestasi dari setiap mimpi paling buruk dan mengerikan tinggal. Sebagian, mengataka bahwa tempat tersebut adalah tempat bersemayamnya setiap ide kehancuran yang paling liar tersimpan.

Tugasmu, adalah menapaki sebuah jembatan kecil yang membelah diantara kedalaman jurang yang tidak bisa diukur. Jembatan tersebut, merupakan satu-satunya jalan yang memisahkanmu dengan obyek yang kau cari.

Meskipun begitu, perjalananmu tidak akan mudah. Ujung dari jembatan akan sangat jauh dan setiap langkah yang kau tapaki, akan ditemani oleh geraman menakutkan yang berasal dari bawah kakimu. Geraman, yang ayalnya sangat menggangu jiwa manapun yang mendekatinya sehingga disuatu titik, kau mungkin tergoda untuk menusuk gendang telingamu sendiri dan lebih memilih ketulian.

Mantapkanlah segala macam keraguan agar kau dapat menyeberangi tempat terkutuk tersebut dan terbebas dari segala macam keputusasaan yang makhluk-makhluk terkutuk itu coba untuk tanamkan kepadamu.

Setelah mencapai ujung jembatan, kau akan mendapati dirimu berada di sebuah tempat yang berdataran kokoh namun akan sangat gelap gulita. Tapakilah jalanmu ke depan meskipun kau tidak bisa melihat apapun. Abaikanlah segala macam kilatan-kilatan mengerikan yang sesekali terlihat di periferalmu karena hal tersebut, hanyalah gambaran dari imajinasimu saja. Meskipun begitu, jangan sampai kau menoleh apabila gambaran di periferalmu itu datang. Karena apabila kau malah menatapnya dengan kedua matamu, gambaran itu akan menjadi kenyataan dan apapun yang menggangu otakmu di kegelapan tersebut, akan bermanifestasi secara fisik dan memburumu secara nyata.

Setelah Kau berjalan sejauh bermil-mil, Kau akan merasakan sebuah sosok yang tengah mencoba menyodorkan secarik kertas ke tanganmu. Terimalah benda tersebut seiring kau yang masih belum bisa melihat di kegelapan. Lanjutkanlah perjalanan sampai kau melihat secercah cahaya yang berasal dari sebuah obor yang tertempel ke langit-langit.

Obor itu akan terlihat aneh karena posisinya akan tertanam di langit-langit. Namun, baranya akan berkobar ke bawah, seakan sepenuhnya melawan gaya gravitasi.

Pahamilah bahwa ini bukanlah sihir ataupun kekuatan mistis. Who knows? Mungkin secara ilmiah, bara api yang sempurna memang bisa diatur untuk berkobar ke segala arah. Namun karena manusia hanya bisa membuat api yang tidak sempurna, mereka hanya pernah melihat api yang cacat yang hanya bisa berkobar keatas mengikuti gravitasi.

Pikiran-pikiran tersebut, akan terus datang ke kepalamu ibarat wahyu ketika kau terus menatap api terbalik tersebut. Semakin lama kau menatapnya, maka pengetahuan tentang elemen panas ini akan semakin tidak masuk akal dan semakin membingungkan. Secara,  pengetahuan penuh  dari “Api yang sempurna” ini, akan meruntuhkan setiap klasifikasi pengetahuan dari elemen yang ada di buku sains manapun. Dan juga, mungkin akan membuka potensi ke sumber energi tak terbatas yang bisa memajukan segala macam tekhnologi yang ada.

Sayang, kau tidak seharusnya mengetahui pengetahuan itu secara penuh. Karena otakmu yang terbatas, tidak akan mampu untuk menanganinya. Lawanlah segala macam keinginan untuk mempelajari obyek itu secara penuh karena, pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang terlarang.

You see, The Holder Of Forsaken Reality, memiliki dua Pengetahuan terlarang yang dia ketahui. Yang pertama, adalah rahasia api sempurna tersebut, dan yang kedua adalah sesuatu yang ada di kertas yang kau pegang.

Cobalah abaikan segala hal tentang apinya. Alih-alih, manfaatkanlah cahaya yang datang dari api tersebut untuk mencoba membaca apapun yang ada di dalam secarik kertas yang semenjak dari tadi kau pegang.

Tertulis di selembar kertas ini, adalah pengetahuan terlarang yang kedua dari sang Holder. Kertas itu, akan bertuliskan kumpulan angka. Namun, angka-angka itu memiliki keistimewaan.

Itu bukanlah angka yang ada dalam sistem angka aktual yang digunakan saat ini (maksudnya 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Meskipun terlihat berbeda bentuk dari angka biasa, namun angka tersebut sebenarnya merupakan bagian dari sistem angka yang benar. Bisa dibilang, beberapa bentuk dan garis yang ada di kertas itu, adalah bagian yang hilang dari sistem numerik yang diketahui. Entah karena alasan apa, manusia rupanya menyingkirkan angka-angka tersebut dan menyederhanakannya menjadi 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 saja, sebelum kemudian menggunakan angka-angka tersebut secara berulang-ulang untuk melambangkan bilangan 2 digit.

Lantas kenapa kok dihilangkan? Padahal apabila angka ini adalah bagian yang sangat penting, sama pentingnya dengan angka penghitungan apa pun, maka Hal ini membuat hampir semua algoritma matematika yang digunakan saat ini tidak berguna.

Berbeda dengan pengetahuan pertama tentang api, pengetahuan kedua ini boleh kau pelajari dan bawa pulang.

Kumpulan angka tersebut adalah Obyek 140 dari 538.

Sayang, karena angka-angka itu sudah lama ditinggalkan, angka itu sudah rusak dan tidak bisa digunakan di realita normal.

Kau akan mampu mengingat angka-angka tersebut, namun diluar area Forsaken reality, Angka-angka tersebut tidak dapat diduplikasi. Maksudnya adalah, apabila kau mencoba menyalin angka-angka tersebut ke kertas lain, maka angka yang tertulis di kertas yang sebelumnya akan menghilang. Hal ini juga berlaku dengan barang lain seperti papan tulis ataupun bidang lain yang bisa kau gunakan untuk menulis.

Menambahkan angka-angka itu ke sistem numerikal umum dan membuatnya sempurna, akan membuka perhitungan-perhitungan baru yang menjadi rumus pakem alam semesta.

Baca The Holders Series Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "The Holders Series Chapter 140 : The Holder Of Forsaken Reality"

Post a Comment