v The Holders Series Chapter 151 : The Holder Of Tyranny | UNSOLVED INDONESIA

The Holders Series Chapter 151 : The Holder Of Tyranny

From theholders.org

Translated By Admin

Pergilah ke negara manapun yang sedang mengalami konflik militer di perbatasannya. Di dalam daerah yang baru saja mengalami pertempuran bersenjata, carilah seorang prajurit yang mati terbunuh karena tertembak peluru di antara matanya.

Ketika kau menemukan sosok tersebut, membungkuk lah padanya dan mintalah untuk menemui sosok yang menyebut dirinya "Pemegang Tirani" [The Holder Of Tyranny]. Permintaanmu tersebut, akan mengakibatkan sang mayat prajurit akan kembali hidup dan mencekikmu. Kau, kemudian akan tidak sadarkan diri.

Ketika kau bangun, kau akan menemukan dirimu berada di lanskap kota yang hancur, di mana suara pertempuran akan terdengar bergema dari langit yang dipenuhi asap.

Pergilah ke gedung tertinggi yang bisa kau lihat, dan jangan sampai kau bertemu dengan apapun yang 'terlihat hidup' di tempat tersebut. Penghuni tempat tersebut, adalah arwah tentara terkutuk yang bertarung tanpa henti dengan senjata apapun yang bisa mereka temukan. Bagi mereka, kau, sebagai orang luar, adalah sosok yang paling mereka benci karena kau mempunyai 'kebebasan' yang sangat mereka idamkan namun tidak mereka miliki.

Dalam perjalananmu menuju gedung tinggi, bersembunyilah dan mengendap-endaplah di balik bayangan dan tumpukan reruntuhan. Camkan lah di benakmu bahwa seluruh orang yang ada disini, akan cenderung bersifat jahat dan tidak akan ragu untuk membunuhmu jika menemukanmu.

Dalam perjalananmu mendekati gedung, kau mungkin akan melihat berbagai pertempuran yang ada akan semakin intens. Jeritan orang yang terluka dan sekarat, akan bergema di jalan-jalan yang hancur. Peluru demi peluru akan melesat dari setiap sudut sehingga penting bagimu untuk tetap menunduk dan berlindung diantara benda-benda yang ada.

Jika kau berhasil mencapai gedung yang benar, pintu gedung tersebut akan dijaga oleh dua makhluk buas yang mengerikan. Karena pintu tersebut adalah satu-satunya jalan masuk, mau tidak mau kau harus menerobos secara frontal. Jangan hadapi makhluk itu dan menghindarlah dari serangan mereka sebelum kemudian lari. Ketahuilah bahwa berhadapan dengan mereka, hanya akan memberimu kematian yang sadis dan mengerikan.

Meskipun mereka tetap mengejarmu memasuki lobby, mereka akan menyerah ketika kau pada akhirnya menemukan jalan naik ke lantai selanjutnya. Pilihan yang paling bijak adalah, naikilah tangga darurat dan carilah lift di lantai dua untuk mencapai lantai paling atas. Mencoba menaiki lift dari lantai satu mungkin adalah keputusan bodoh mengingat akan terdapat delay cukup lama setelah kau memencet tombol lift dari luar (mereka mungkin akan menerkammu ketika kau tengah menunggu).

Asumsikan kau sudah berhasil berada di dalam lift menuju puncak gedung. Lantai yang akan kau masuki, adalah sebuah ruangan rusak yang akan merepresentasikan banyak cerita sadis. Di salah satu jendela lantai tersebut, kau akan menemukan sebuah senapan rifle yang hanya memiliki satu peluru. Dekatilah senapan itu dan carilah melalui scope-nya, sebuah panggung yang akan dipenuhi kerumunan. Kerumunan itu akan berdiri diam namun, mereka akan mendengarkan seorang lelaki yang tengah berpidato menggebu-gebu di atas panggung. Pidato tersebut akan penuh dengan propaganda yang menyulut semangat namun, sekali lagi, tidak akan ada kerumunan yang akan bergerak dan bersorak.

Disinilah kau harus memilih. Sang Holder akan memberikan obyeknya padamu dengan syarat kau harus membunuh orang tersebut dengan senapan yang kau pegang.

Sayang, pembunuhan yang akan kau lakukan dapat menimbulkan konsekwensi.

Ketika kau melakukan pembunuhan ini, maka satu jalan takdir akan tertulis di bumi. Ketika lahir sosok pemimpin yang sudah ditakdirkan untuk memimpin manusia ke era yang lebih baik, maka, sebelum dia berhasil memulai era kepemimpinannya, dia akan terbunuh, dengan cara di tembak oleh seseorang, dari puncak gedung tertinggi di tempat dia melakukan kampanye, dengan senapan dan peluru yang persis seperti yang kau pegang saat ini.

Era kemajuan yang harusnya dipimpin oleh orang itu tidak akan pernah terjadi dan segala macam hal baik yang akan dia datangkan, akan lenyap untuk selamanya.

Tentu di saat ini, tidak akan ada yang memberitahu detail itu padamu. Meskipun begitu, kau akan merasakan sensasi keraguan yang sangat hebat ketika kau sudah mengkokang senapan yang kau pegang dan meletakkan jarimu di pelatuknya. Sensasi ragu itu, akan membuatmu mempertanyakan setiap ketetapan moralmu. Segala hal tentang alasan kau mencari obyek, dan kenapa benda-benda tersebut harus dikumpulkan atau dipisahkan.

Namun, semuanya sudah terlambat. Karena di posisimu yang sekarang, pilihan satu-satunya yang kau miliki adalah dengan membunuh orang tersebut. Jika kau menolak untuk membunuhnya dan memilih untuk meninggalkan tempat itu, 2 hewan buas yang ada di lantai dasar akan mencegahmu pergi.

Jika kau memutuskan untuk tidak kemana-mana namun menolak untuk menggunakan senapannya, maka kegilaan akan perlahan menguasaimu dan kau mungkin akan berakhir bunuh diri sebelum kemudian bergabung dengan jiwa-jiwa malang yang melakukan pertempuran tanpa henti di kota terkutuk ini.

Tembak! Itulah satu-satunya pilihanmu untuk selamat. Tentu kena adalah hal yang paling penting. Karena apabila kau memutuskan untuk menembak dan meleset, maka pembunuhan ini tidak ada gunanya. Hal yang kau tau selanjutnya mungkin, kerumunan yang tengah mendengarkan pidato Sang pemimpin di bawah, pada akhirnya akan mendatangimu di lantai tempat kau berdiri dan akan menyeretmu keluar. Ini, adalah hasil paling buruk dari setiap pilihanmu karena, mereka tidak akan membiarkanmu mati sebelum mengarak, menyiksa dan mempermalukanmu di depan umum.

Tembak dan Kena! Itu adalah satu-satunya keselamatanmu. Kau sudah berkomitmen untuk menjalani pencarian obyek ini dari awal. Aku yakin, mengorbankan masa depan cerah umat manusia bukanlah hal yang akan menghentikanmu.

Senapan yang kau pegang adalah Objek 151 dari 538.

Senapan itu tidak akan bisa kau bawa pergi selama sosok "sang pemimpin" Masih hidup. Senapan itu, tidak akan pernah kehabisan peluru seberapapun banyak kau menggunakannya. Sayang, membunuh sstu musuh dengan senapan itu, akan melahirkan 2 musuh untukmu.

Baca The Holders Series Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "The Holders Series Chapter 151 : The Holder Of Tyranny"

Post a Comment