v 5 bulan Kemudian | UNSOLVED INDONESIA

5 bulan Kemudian


Sifat manusia memang tidak pernah puas. Padahal sudah untung banyak. Eh masih ingin untung lebih banyak lagi. Kalau perampokan pertama Ren Xiaofeng ibarat menyalakan korek api, kali ini dia hendak mencoba menyalakan obor.

Termotivasi oleh kesuksesan pertamanya. Dia berencana melakukan perampokan yang ke dua. Kali ini dia menargetkan hasil yang lebih besar. Targetnya adalah 33.000.000 Yuan (4, 300.000 Us Dollar/ Sekitar 65 Miliar Rupiah Kurs saat ini). Ren tau dia punya sekutu, mempertimbangkan kedua petugas keamanan yang membantunya di perampokannya yang pertama. Namun karena targetnya kali ini lebih besar dia memutuskan untuk merekrut orang lain masuk ke komplotannya.

Mengabaikan setiap resiko dan faktor X yang mungkin terjadi, dia menceritakan ide gilanya ini kepada Ma XiangJing. Seorang manajer Brankas ke dua dari Bank Pertanian China tersebut.

Bisa dilihat bahwa ini merupakan pertaruhan yang sangat beresiko. Ma awalnya tidak tau menau atas uang 200.000 Yuan yang pernah hilang dari brankas. Namun Ren mengambil langkah nekat untuk memberitahu Ma dengan harapan orang itu mau ikut bekerja sama di rencana perampokannya yang ke dua. Padahal alih-alih bekerja sama, ada kemuingkinan juga Ma akan mengadu kepada pimpinan cabang atas rencana Ren.

Hebatnya, Dewi Fortuna masih berpihak kepada Ren. Setelah menceritakan hari kemenangannya kala itu, Ma XiangJing terlihat tertarik dan memutuskan untuk membantu Ren.

(Youtube : Kento Bento)

Dengan strategi yang sama, perencanaan perampokan kedua itu berujung kepada Ren melakukan aksinya, kali ini dibantu oleh Ma. Tak lupa dua petugas keamanan yang sejak awal menjadi sekutu Ren ikut membantu.

Mereka berhasil mengeluarkan setidaknya uang seberat 2 Ton dari brangkas Bank Pertanian China. Dengan nominal sesuai target awal yaitu 33 Juta Yuan.

Memang ada sebab ada akibat, dikarenakan kali ini nominal yang diambil cukup besar, beberapa staff mulai mencurigai adanya pengurangan volume uang dari brankas. Hal itulah yang mendasari pelaporan kepada polisi.

Polisi mulai menyelidiki kejanggalan ini. Dan mulai bertanya-tanya kepada Ren dan Ma selaku Manajer Brankas. Tentu saja kedua orang ini mengelah sebisa mungkin dan mengatakan bahwa penurunan volume brankas memang sering terjadi, pasalnya jumlah cashflow yang keluar terkadang bisa banyak.

Ren menambahkan bahwa ini merupakan hal lumrah yang akan seiring waktu akan kembali normal. Tentu hal tersebut adalah omong kosong, pasalnya ini hanyalah akal-akalan mereka untuk mengulur waktu sementara mereka sibuk menggosok Tiket Lotre.

Perlu diketahui bahwa lotre yang mereka beli dari uang bank adalah lotre Scratch Ticket. Lotre yang cara membuka nomornya harus digosok menggunakan Koin.  Perlu berminggu-minggu untuk menggosok lotre tersebut mempertimbangkan jumlah yang mereka beli setara dengan 33 Juta Yuan.

(Contoh dari Scratch Ticket)

Disinilah kebodohan mereka mulai terlihat. Mereka berpikir dengan logika simple yaitu :“Semakin banyak yang dihabiskan maka semakin banyak keuntungan yang didapat.”

Padahal sejatinya, lotre adalah tentang probabilitas. Dan faktor keberuntungan tidak akan pernah bisa dihitung dengan rumus matematika. Itulah kenapa di perampokan Ren yang kedua ini.. Dia gagal.

Berharap mendapat keuntungan lebih dengan modal yang lebih banyak. Nyatanya yang dia dapat adalah kekurangan defisit besar-besaran. Jangankan untung, Balik modal saja tidak.

Di sela Ren Xiaofeng dan Ma XiangJing yang panik dan kalang kabut, disisi lain Pihak kepolisian masih memantau aliran keluar masuk uang ke brankas Bank. Menunggu waktu Volume uang yang ada di brankas kembali normal seperti yang dikatakan Ren.

Ren dan Ma gagal, dan mereka tidak punya uang untuk mengembalikan modal yang mereka rampok dari Bank tempat mereka bekerja. Mengetahui dirinya dalam masa sulit, ide cemerlang lain muncul di otak Ren.

Ide Cemerlang..