RIDDLE #44, LANGKAH KAKI


RIDDLE INDONESIA #44

“footsteps.”

Kurasa, sedari tadi aku sedang diikuti oleh seorang penguntit. Biasanya sih, aku selalu pulang bersama teman-temanku. Namun Kamis malam, karena aku pulang terlambat, maka aku terpaksa harus pulang sendirian.

Yap! Aku yakin seratus persen seseorang sedang mengikutiku sekarang. Dari suara sepatunya, aku menyimpulkan bahwa ia memakai sepatu hak tinggi. Setiap kali aku berjalan, ketukan sepatu hak tingginya selalu mengikutiku. Dan tatkala aku menghentikan langkah, ia juga berhenti. Dari tempatku berjalan, aku bahkan bisa samar-sama mencium bau pafrumnya.

‘Sial.’ Pikirku. Aku mencoba memikirkan rencana.

Ya, aku harus membela diri. Itulah kenapa aku kemudian mengambil pisau cutter dari tasku yang selalu kupersiapkan untuk berjaga-jaga.

Dengan cepat aku membalikkan badan dan menikam penguntit itu secara bertubi-tubi. Kemudian dengan langkah seribu aku langsung kabur secepatnya.

Sesampainya dirumah. Aku langsung bernafas lega. Tanpa memikirkan apapun lagi, akupun lantas membuka pintu dan mengucapkan salam.

“Aku pulang!” Ujarku.

Namun tak ada jawaban.

Bisa Memecahkannya? Jawab Di Kolom Komentar





Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

3 Responses to "RIDDLE #44, LANGKAH KAKI"

  1. Yang ditikam itu adalah ibunya sendiri. Ibunya menguntitnya karena anaknya pulang kemalaman, jadi kemungkinan ibunya menjaganya. Satu lagi kenapa si Aku langsung menikam itu, karna mungkin dia buta ya? jadinya dia gak tau siapa yg ditikamnya

    ReplyDelete
  2. Si "Aku" Tunanetra alias buta, karena di sepanjang cerita ia hanya mendeskripsikan aroma dan suara. Yang ditikamnya itu ibunya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Kalo yang ditikam itu Ibunya. Kenapa langkah ibu berhenti ketika "Aku" berhenti?

    Gak kayak umumnya dimana langsung memanggil dari awal

    ReplyDelete