Cerita Horor Pengantar Tidur Eps 22 : Naik | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Cerita Horor Pengantar Tidur Eps 22 : Naik


Cerita Horor By Admin

Eps 21 : Naik

From Reddit by Lloiu

Orang bilang, definisi kegilaan adalah tatkala kau melakuan hal yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda. Hm aku sih tidak setuju.

Malam hari.

Aku memasuki sebuah gedung tua karena tantangan dari temanku tatkalaAku memang tidak percaya hantu, jadi memasuki gedung tua ini benar-benar sebuah hal sepele untukku. Tantangan mereka sih sederhana, yaitu aku hanya disuruh untuk naik ke lantai 50 (gedung ini 62 lantai) dan menyorotkan lampu senter ke teman-temanku yang ada di jalan. Jika aku berhasil, mereka akan memberiku hadiah taruhan masing-masing 100 ribu.

Sekedar info bahwa ada empat temanku diluar, sehingga jika aku berhasil dengan tantangan ini, aku akan mendapat tidak kurang dari 400 ribu. Yap benar. Uang paling mudah yang pernah aku dapatkan.

“Hah.. Hah..” Aku memanjat cepat menaiki anak tangga sembari masih mencoba menghitung lantai. Memang dasarnya gedung tua, tidak ada nomor lantai, jadi aku harus menghitung satu persatu seiring aku menaiki tangga.

12.. 13....14..

Semakin lama aku naik, kurasakan langkahku semakin pelan. Ah mungkin karena aku jarang olah raga dan aku jarang melatih ototku.

25..26..

Di lantai 27, aku memutuskan untuk berhenti. Aku istirahat sebentar dan mengatur nafas. Dalam kesunyian yang hanya diwarnai deru nafasku, aku melihat sekitar. Aku memperhatikan gelap gulita di sekitarku tatkala aku menyadari sesuatu yang aneh.

Ah senterku ternyata mati. Yah, aku bahkan tidak sadar sejak kapan senterku itu sudah tidak menyinari jalanku naik. Yang jelas, mataku sudah sepenuhnya beradaptasi dengan kegelapan di gedung ini dan aku cukup bisa melihat tanpa memakai senter.

Karena nafasku sudah normal dan kakiku sudah membaik, aku pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalananku. Aku terus naik dan terus melakukan hitungan lantai.

30....32..33.

Dilantai ini, aku berhenti. Pasalnya aku kehilangan momentum dalam menghitung.

“Astaga, ini lantai berapa?”

Aku mencoba turun dan mengecek. Waduh, lantainya sama saja bentuknya. Aku mencoba mengingat. Jika ini adalah lantai 32, berarti aku perlu naik 18 lantai lagi untuk sampai di lantai paling atas.

Karena bingung. Akupun mulai dari lantai ini kembali menghitung dari 1.

1...2...3..

Aku terus berlari naik. Aku tidak mempedulikan stamina dan terus saja menanjak. Pokoknya, aku harus sampai atas untuk mendapatkan uang-uang itu.

40...41...42..

Astaga, aku sudah berlari 42 lantai tanpa henti. Oke 8 lagi.

Eh tapi tunggu dulu. Kan aku tadi mulai menghitung dari lantai 32 dari satu. Kok hitunganku sampai ke 40 ya? Aku mendongak ke bawah dari samping tangga. Mencoba melihat keadaan. Ah gelap sekali.

Oke, jujur, aku bodoh dalam hal ini. Dan aku sekarang sudah tidak tau aku ada di lantai berapa. Ah bodo amat! Kalau ini adalah lantai 42, berarti 8 lagi. Aku akan menghitung 8 lantai dan pasti itulah lantai 50!

1...2...3...

Orang bilang, definisi kegilaan adalah tatkala kau melakuan hal yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda. Bagiku, kegilaan adalah takala kau mengetahui hasilnya tidak berubah. Setiap pintu mengarah ke tangga yang sama, dan setiap lupa mengarah ke perhitungan yang sama pula. Semakin naik, semakin kau tau kalau kau sudah berlari selama berjam-jam, atau bahkan mungkin berhari-hari. Bisa juga berminggu-minggu, Entahlah.

47..49..46..47

Yang jelas, diagnosa gila yang paling mudah adalah saat kebingungan dan kesedihan mulai diekspresikan dari tangis, menjadi tertawa.


Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "Cerita Horor Pengantar Tidur Eps 22 : Naik"

Post a Comment