The Holder Of Light | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

The Holder Of Light


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau tempat penampungan yang bisa kau datangi.

Saat kau sampai di meja depan, mintalah ke resepsionis dan bilang kau ingin mengunjungi seseorang yang disebut “Sang Penguasa Cahaya” [The Holders Of Light]

Dia akan menatapmu sebentar sebelum memintamu memejamkan mata dan menarikmu mengikutinya. Kau akan dituntun ke sebuah pintu yang akan membimbingmu menuju lorong yang panjang dan berliku-liku, kemudian pegawai yang mengantarmu akan menyuruhmu membuka mata.

Buka pintu itu dan masuklah.  Lorong itu akan sangat sempit. Bahkan semisal kau meregangkan tangan, kau akan menyadari kedua telapak tanganmu bisa menyentuh kedua sisi tembok. Terlebih, lorong itu juga gelap, jadi satu satunya cara kau menyusurinya adalah dengan meraba tembok di sisi kiri dan kananmu.

Jika sewaktu-waktu saat kau berjalan menyusuri lorong, tiba-tiba ada cahaya, tutup matamu dan cepatlah kembali ke pintu tempatmu masuk. Jika matamu tetap terbuka lebih dari sedetik, apa yang kau lihat setelahnya akan memaksamu untuk mencongkel matamu sendiri.

Namun Jika pejalananmu ditemani gelap gulita dari pintu masuk sampai pintu di ujung lorong, maka kau akan baik baik saja. Catatan Penting : jika kau bisa melihat cahaya dari celah di bawah pintu yang kau datangi, segeralah lari, apa yang kau cari tidak ada di situ. Semisal tak ada cahaya keluar dari ruangan itu, maka perlahan putar engsel pintu dan masuklah.

Ruangan itu akan benar-benar gelap, dan hanya disinari cahaya dari sebuah lilin remang-remang yang ada di tengah ruangan. Di dekat lilin itu, akan ada sosok berjubah yang meringkuk dan tidak bergerak. Di sini, kau hanya bisa bertanya sebuah pertanyaan, dan tidak yang lain, “Apa yang bisa melindungi kita dari mereka?”

Katakan hal lain, dan pria itu akan mencungkil matamu, dan memaksamu untuk menggantikannya di bawah jubah selama sisa hidupmu.

Jika kau menanyakan pertanyaan yang tepat, teriakan memekakan telinga akan terdengar seiring padamnya lilin. Kemudian, entah darimana, akan datang cahaya tanpa sumber yang remang memenuhi seisi ruangan.

Cahaya-cahaya itu akan mengungkapkan gambaran dari ide-ide paling menyeramkan, fantasi-fantasi gila dan kenangan-kenangan penuh teror yang dialami setiap alam bawah sadar yang pernah hidup.

Kebanyakan orang tidak bisa menangani ini, dan mereka menjadi gila atau mati di tempat dengan luka otak yang parah. Namun jika kau bisa selamat dari kejadian yang menyiksa ini, pria berjubah itu akan bangkit perlahan dan menyetuh ujung kepalamu dengan telapak tangannya. Dia kemudian akan memperlihatkan wajahnya yang tersembunyi dibalik tudung jubahnya.

Wajah itu adalah wajah muda. Entah karena dia memang muda atau dia ‘sengaja’ membuatmu melihat wajah mudanya. Kemudian kau akan menyadari rongga matanya yang kosong tanpa bola mata.

Lihatlah langsung ke dalam rongga matanya yang kosong menganga itu. Jika kau berpaling dari pemandangan menyeramkan itu, kau akan terdampar di ruangan ini, selamanya, terlupakan oleh waktu.

Jangan pindahkan pandanganmu bahkan sampai ia membuka tangan kananmu dan menempatkan sebuah objek yang kecil bundar di telapak tanganmu. Saat objek itu menyentuh tanganmu, detik itu juga kau akan mengetahui kalau dirimu bisa tahan dari siksaan jenis apapun—kecuali jika kau dalam proses mendapatkan objek yang lain, maka rasa sakit yang akan kau rasakan bisa melebihi siksaan duniawi yang paling kejam sekalipun.

Ketahuilah bahwa bahkan kekuatan baru itu, takkan pernah bisa membantumu mengatasi gambaran menyeramkan yang kau saksikan di ruangan itu. Memori itu akan terus terpatri dan membekas permanen di kepalamu sampai akhir hayatmu.

Mata yang kau genggam adalah objek ke-5 dari 538.
Jika Kebangkitan telah dimulai, mereka seharusnya bisa disatukan.
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to "The Holder Of Light"

Post a Comment