Holder Of The Anvil | UNSOLVED INDONESIA
Beranda - Kasus - Geek - Riddle - Lost Notes - Horror Story - About Blog - Kontak Admin

Holder Of The Anvil


From theholders.org

Translated by Admin

Di kota manapun, di negara manapun, pergilah ke rumah sakit jiwa atau rumah penampungan yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja resepsionis, tanyalah pegawai di sana apakah kau bisa menemui seseorang yang menyebut dirinya “Sang Penjaga Paron” [The Holder Of Anvil]

Pegawai itu akan diam. Diam dengan sangat lama. Tatapannya akan tajam kearahmu dan mungkin akan membuatmu terganggu. Namun jangan berpaling, tatap balik matanya dan pahami makna dari sorot matanya.

Di sorot mata pegawai itu akan tergambar sebuah pandangan kasihan. Seakan dia barusaja melihat sebuah tragedi. Pandangannya sayu dan sedih.

Kalian akan saling tatap dengan sangat lama. Jangan hitung waktu yang berlalu, pasalnya kau mungkin akan berubah temperamental kalau kau tau sudah berapa lama kalian menatap satu sama lain.

Yang harus kau tau, kau kan diantar ke tempat yang kau inginkan apabila si pegawai memalingkan wajah duluan dibanding dirimu. Jika dia menyerah dan membiarkanmu menang dalam kontes saling tatap itu. Dia akan beranjak dan membawamu ke sebuah pintu.

Pintu itu akan mengarah ke sebuah lorong yang sangat gelap dan si pegawai akan menyuruhmu mengikutinya. Meskipun begitu, pegawai itu sangat percaya diri berjalan bahkan tanpa membawa penerangan apapun.

Ikuti dia dengan hati-hati; ia tidak dapat dipercaya dan bisa jadi akan meninggalkanmu di tengah kegelapaan dimana teriakanmu tidak akan pernah terdengar dan keberadaanmu tidak akan pernah ditemukan.

Di akhir jalan ini, diantara cahaya remang yang entah datang dari mana, kau akan menemukan seorang pria muda dirantai di sebuah lempeng besi yang kasar.

Pegawai yang mengantarmu akan berbalik dan menawarkanmu dua buah benda. Palu di tangan kananya dan pedang di tangan kirinya.

Jika kau mengambil pedang, maka kau akan langsung diantar keluar. Pencarianmu selesai dan pedang itu akan menjadi milikmu. Kau akan mendapat pedang kuat yang bisa membelah apapun. Bahkan lempeng baja sekalipun, hanya ibarat mentega. Namun ingat, 666 hari setelah kau keluar dari institusi mental, si pemilik pedang akan mengambil kembali pedangnya.

Dan kau harus bertanggung jawab karena kau adalah penyebab sosok yang sangat mengerikan dari neraka yang paling dalam bangun dan keluar ke bumi.

Beda cerita jika kau memilih Palu. Kau akan dipersilahkan untuk memukul pria muda yang terikat lempeng besi dengan palu itu.  Kau harus memukulnya keras, dan sekuat tenaga tepat di kepalanya.

Jangan berbelas kasihan meskipun dia terlihat tak berdosa. Kematian pria itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan obyek yang kau inginkan. Kau tidak perlu tau identitasi pria itu, karena untuk sekarang, itu tidak ada hubungannya denganmu.

Jika dia sudah mati, dan teriakannya sudah berhenti. Bersamaan dengan darahnya yang sudah menggenang di kakimu, kau akan mendapati dirimu berada di luar institusi mental.

Palu yang kau pegang akan tetap berada di tanganmu; darah yang membekas di palu itu tidak bisa dihilangkan. Rasa haus dari palu itu untuk saat ini telah terpuaskan.

Palu tersebut adalah objek ke-53 dari 538.
Benda itu akan digunakan sekali lagi, untuk membelah dunia dan menemukan jantung rahasia yang berdetak di dalamnya. Berdoalah semoga tanganmu bukanlah tangan yang akan mengayunkan palu itu.
Tag : Cerita Horor, The Holder, Creepypasta
Yth Pembaca,
Mohon untuk tidak meng-copas artikel di blog ini sembarangan. Buatnya susah gan. Kalau mengutip boleh, tapi mohon sertakan sumber. Terima kasih.

0 Response to " Holder Of The Anvil"

Post a Comment