Misteri Codex Gigas, Alkitab Iblis yang Sangat Misterius

Codex Gigas adalah sebuah buku yang dipamerkan di Perpustakaan Nasional Swedia di Stockholm. Buku bersampul kulit ini, diyakini ditulis oleh seorang biarawan di Bohemia pada awal abad ke-13.

Namun, manuskrip raksasa yang memiliki tinggi 36 inci, lebar 20 inci, dan tebal hampir sembilan inci ini terkenal tidak hanya karena ukurannya. Melainkan karena konten Iblis yang terkandung didalamnya,

Misteri Codex Gigas

Menampilkan teks dan gambar aneh, buku itu diberi julukan The Devil's Bible dan mengilhami sebuah legenda, dan sifat sebenarnya dari sang pembuat

Secara keseluruhan, Codex Gigas berisi sebagian teks dari Old Testament dan New Testament, The Antiquities dan The Jewish War yang ditulis oleh Flavius ​​Josephus, Encyclopaedia, Chronicle of Bohemia yang ditulis oleh Cosmas, beberapa teks medis, dan kumpulan syair-syair pendek. Buku ini juga diyakini pernah berisi Rule Of St. Benedict, tetapi halaman itu telah hilang.

Namun hal paling aneh di manuskrip ini, adalah gambar di satu halaman yang menampilkan sosok iblis, Gambar Iblis berlawanan dengan gambaran Kerajaan Surga dan berbanding terbalik dengan teks-teks yang ada di buku tersebut.

Ukuran Iblis sangat mencolok, karena ia menempati satu halaman penuh. Dia digambarkan memiliki cakar besar, tanduk berujung merah, kepala hijau, mata kecil dengan pupil merah, dan dua lidah merah panjang.

(Ciluk.. Baaa)

Darimana Asal Buku tersebut

Pada akhir Perang Tiga Puluh Tahun (Thirty Years War), Swedia menjarah Praha dan mengambil seluruh koleksi milik Kaisar Rudolf II, termasuk Codex Gigas.

Manuskrip itu kemudian mulai dipajang di Perpustakaan Kerajaan Swedia dari tahun 1649 hingga 2007 dan dipinjamkan kembali ke Praha secara singkat sebelum dipajang di Perpustakaan Nasional Ceko dari tahun 2007 hingga 2008 (Sekarang kembali ke Swedia)

Menurut penelitian, karena ukuran dan detail yang ada di dalamnya, banyak yang percaya bahwa buku itu pasti membutuhkan waktu lebih dari dua puluh tahun untuk menyelesaikannya atau setidaknya lima tahun penulisan tanpa henti.

Namun, Codex Gigas juga terkenal karena sifat penulisannya yang konsisten, yang tampaknya menunjukkan bahwa buku itu ditulis sekaligus dalam waktu yang sangat singkat.

Perjanjian Iblis Codex Gigas

Legenda mengatakan bahwa Codex Gigas diselesaikan dalam satu malam oleh seorang biarawan yang dikenal sebagai Herman the Recluse. Setelah melanggar sumpah monastiknya, biksu itu dijatuhi hukuman mati dengan dikurung seumur hidup

Mencoba menyelamatkan hidupnya sendiri, dia membuat kesepakatan bahwa jika dia bisa menulis sebuah buku lengkap dengan semua pengetahuan manusia di dalamnya, maka dia harus dibebaskan.

Orang yang ditawari kesepakatan tersebut, nampak setuju. Namun untuk mengolok-olok keinginan Herman the Recluse, dia menambahkan bahwa Herman harus menyelesaikan buku itu dalam satu malam (yang tentu saja sangat mustahil dilakukan)

Meskipun begitu, Herman tetap menyetujui kesepakatan itu dan benar-benar memulai menulis bukunya. Banyak yang percaya Bahwa di hari itu, Herman the Recluse meminta bantuan Iblis untuk membantu menyelesaikan buku itu dengan imbalan jiwanya.

Alhasil, Buku itu selesai dengan bantuan Iblis, dan potret besar  menyeramkan di tengah buku, diyakini sebagai penghormatan untuk penulis aslinya, yaitu The Devil Himself.

In The End

Terlepas dari gambar yang menyeramkan dan cerita mengerikan dibaliknya, Codex Gigas kini menjadi sebuah warisan sejarah yang ditinggalkan untuk orang-orang masa kini.

Siapapun penulisnya, nampaknya tidak menghilangkan fakta bahwa Codex Gigas adalah manuskrip terbesar yang ada di dunia hingga saat ini.

Menurutmu gimana, apakah legenda diatas nyata?

Baca Juga :

Tag : Misteri Codex Gigas, Buku paling aneh di dunia, kitab aneh di dunia, Kitab Iblis, Kasus Codex Gigas

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

1 Response to "Misteri Codex Gigas, Alkitab Iblis yang Sangat Misterius"