v Jawaban yang Paling Benar untuk menjawab “Trolly Problem” | UNSOLVED INDONESIA

Jawaban yang Paling Benar untuk menjawab “Trolly Problem”

Trolly Problem adalah sebuah pertanyaan filosofis yang sangat populer. Hal itu tentu saja dikarenakan “dilema” yang muncul bagi siapa saja yang mencoba untuk menjawabnya.

Pengertian Trolly Problem

Sebelum mulai, mari admin jelaskan dulu apa itu Trolly Problem. Untuk mempermudah, bayangkan saja seperti ini :

Ada kereta yang melaju di relnya. Karena suatu alasan, rem dari kereta tersebut blong dan tidak bisa dihentikan. Di depan, di atas rel, ada lima orang yang diikat dan tidak bisa bergerak. Secara cepat, kereta itu langsung menuju ke arah mereka.

Kau berdiri agak jauh di dekat rel kereta, di depanmu, ada sebuah tuas. Jika kau menarik tuas ini, kereta tersebut akan beralih ke rangkaian rel yang berbeda. Namun, kau mengetahui bahwa ada satu orang di jalur yang berbeda tersebut dan dia juga terikat. Dalam situasi ini, kau memiliki pilihan:

  • Tidak melakukan apa-apa, dalam hal ini kereta akan membunuh lima orang di jalur utama.
  • Tarik tuas, mengalihkan kereta ke jalur samping di mana ia akan membunuh satu orang.

Kira-kira, mana yang akan kau pilih?

Nah, tentu saja disinilah dilema nya akan muncul. Secara umum tentu saja ada orang yang akan memilih memindahkan jalur rel, karena hal itu dapat menyelamatkan 5 orang, meskipun harus membunuh 1 orang dalam prosesnya.

Dalam perhitungan matematika, tentu 1 orang meninggal akan lebih baik daripada 5 yang meninggal. In a way, lebih sedikit korban jiwa = lebih baik.

Sayang, jika dipahami lebih dalam, apakah itu merupakan keputusan yang benar? Mempertimbangkan jika kau menarik tuasnya, maka kau secara langsung bertanggung jawab atas kematian 1 orang tersebut.

Well, bagaimana jika,  kau memutuskan tidak menarik tuasnya?

Biarkan Takdir Berjalan

Percaya atau tidak, tapi dalam menjawab situasi “Trolly Problem” ini, akan ada orang yang lebih memilih membiarkan 5 orang meninggal begitu saja.

Yap, Jangan tarik tuasnya.

Pembenaran dari keputusan itu adalah bahwa lebih baik lima orang mati di tangan takdir, daripada satu orang mati di tangan seseorang.

Bayangkan seperti ini. Jika iblis datang kepadamu dan berkata, “Hey, akan ada gempa bumi besar yang akan membunuh ribuan orang. Tapi kau bisa mencegahnya dengan membunuh satu orang. Apa yang kau pilih?”

Ada orang yang akan memilih untuk membiarkan gempa terjadi. Alasannya? Karena gempa bumi sepenuhnya merupakan peristiwa takdir yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban kepada manusia manapun.

Tetapi jika kau membunuh seseorang, maka hal tersebut kini berubah menjadi peristiwa yang bisa dimintai pertanggung jawabannya. Yap, kematian orang itu adalah salahmu.

Memang terdengar menyebalkan, tetapi secara hukum, pembunuhan satu orang masih jauh lebih buruk daripada kematian ribuan orang secara tidak sengaja.

Memang sih, kelalaian untuk mencegah tragedi adalah satu hal. Tapi perlu diketahui bahwa dengan tidak menarik tuas, secara tekhnis kematian yang terjadi bukanlah salahmu. Yap, itu sepenuhnya adalah milik takdir.

Takdir tersebut akan terus berjalan apa adanya, tidak peduli kau ada di TKP atau tidak. Selain itu, dari sudut pandang moral murni, lebih baik membunuh dengan tidak bertindak daripada dengan tindakan.

Pertanyaan Tanpa Jawaban

Nah, setelah memahami hal diatas, kira-kira yang mana pilihanmu? Well, sebenarnya, apapun pilihanmu, tidak ada yang salah.

Kenyataannya adalah, bahwa sebenarnya, terlepas dari banyak orang yang mengatakan bahwa membunuh 1 orang adalah jawaban yang paling baik, ataupun membunuh 5 orang adalah cara agar tidak mendapat “tanggung jawab” secara langsung, Trolly problem ini sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang didesain agar tidak memiliki jawaban.

Sejak dikemukakan pertama kali pada tahun 1967, Trolly Problem memang didesain sebagai pertanyaan Paradox. Maksudnya adalah, dari sudut pandang manapun kau menjawab, akan selalu ada dilema yang harus kau hadapi. Yap, tidak ada jawaban yang benar dan tidak ada jawaban yang salah.

Tentu setiap jawaban bisa diutarakan secara bebas beserta alasannya oleh si penjawab. Dari jawaban mereka itulah, akan ada pola pikir psikologis yang dapat dinilai kemudian.

Kau boleh menjawab tetap membunuh 5 orang, atau berpindah membunuh 1 orang, tidak masalah. Keduanya sama-sama setara dan tidak ada yang lebih tinggi dalam hal “lebih baik”

Mindf*ck Internet

Meskipun, sebagian orang nampaknya berargumen bahwa jawaban dari Trolly Problem bisa lebih dari sekedar 2 pilihan. Orang-orang di internet, menawarkan jawaban-jawaban “alternatif” atas permasalahan ini. Berikut adalah beberapa diataranya :

Dari Quora, Gabriel Bell, seorang Atheist dari UK mengatakan :

Aku punya beberapa Jawaban,

Pertama - pindahkan satu orang ke jalur dengan lima orang di atasnya, lalu alihkan kereta ke jalur itu dan bunuh keenamnya. Dengan begitu kau tidak harus memilih siapa yang hidup dan siapa yang mati karena mereka semua mati. Tidak ada masalah moral sama sekali.

Kedua - lempar diri mu di depan kereta. Itu akan memberikan kemungkinan keretanya akan anjlok dari rel dan tidak ada yang akan mati kecuali dirimu.

Dari Reddit, User bernama IsThisLoss1-1i-11-1_ menyarankan solusi dari Trolly Problem dengan mengubah lajur kereta menggunakan manuver multi-track drifting. Terlepas entah apakah sudah pernah dilakukan didunia nyata, muti-track drifting kurang lebih seperti ini :

Yap, intinya biar enam orang yang ada di rel kereta mati secara epic.

Kalangan meme-rs, bahkan alih-alih ikut menjawab, malah menawarkan konsep “Trolley Problem” yang lebih mudah dimengerti dan Minimalis :

Tentu saja jika kau kurang puas dengan jawaban-jawaban (ataupun versi) alternatif diatas, kau selalu dapat memilih jawaban yang lebih lokal : “Biarkan semuanya terjadi, kalau sudah tak terkontrol, salahkan pemerintah.”

Terlepas dari semuanya, jika disuruh menjawab, kau sendiri akan menjawab apa?

Baca Juga :

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

6 Responses to "Jawaban yang Paling Benar untuk menjawab “Trolly Problem”"

  1. Bagus banget artikelnya.
    Dari sudut pandang moral bukannya dgn mengabaikan 5 orang tadi sama saja dgn bertanggung jawab? Kamu bisa mencegah tapi tidak mau melakukan?
    Menurut gue ga ada yg lebih tepat karena bener kata admin. Pertanyaan ini ga punya jawaban dari awal. Dua duanya sama sama benar dan sama sama salah. Apalagi buat psikopat yg punya pola pikir "Proses membenarkan hasil". Bisa jadi mereka tanpa ragu bakal ngorbanin 1 orang tadi.
    Beda sama Omnipotence Paradox yg (Menurut gue) salah kondisi soalnya karena mustahil memenuhi kondisi yg diperlukan dgn syarat yg bertentangan

    ReplyDelete
  2. Yg bagian mindfuck internet, itu orang orang kurang piknik pasti. Sama aja kaya temen gue doeloe waktu suit, gajah lawan manusia. Pasti yg pake manusia ngeles "Kan bawa senapan. Menang lah" Atau Semut lawan gajah. Ntar ngeles "Gajah kan gede. Itu semut sekali injek juga mati".
    Man, mau gue gilas palanya pake buldozer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah.. bayangin trolley problem ini harus dijawab tanpa ngeles. harus to the point "ey, mau bunuh 1 atau 5?" (kalau udah jawab 1 atau 5, gak boleh ngomong lagi).

      Delete
  3. Jangan lakukan apa apa, tidak ada keterangan jelas kalau mereka masih hidup.

    ReplyDelete
  4. walaupun udah mati, tapi gue masih menghormati mayat...gue pilih 1 yang dikorbankan. apapun yang terjadi gue udah berusaha, bukan hanya diam...

    ReplyDelete