v The Manhattan Project : Proyek Mengerikan yang menginisiasi Dibuatnya Bom Atom oleh Amerika Serikat | UNSOLVED INDONESIA

The Manhattan Project : Proyek Mengerikan yang menginisiasi Dibuatnya Bom Atom oleh Amerika Serikat

Proyek Manhattan adalah upaya bersama antara pemerintah AS dan organisasi industri dan ilmiah selama Perang Dunia II, untuk mengembangkan senjata atom pemusnah massal. Berbeda dengan wilayah New York yang menjadi nama proyek tersebut, kreasi kontroversial ini sebenarnya dikembangkan di Los Alamos, New Mexico.

Salah satu alasan paling menonjol untuk realisasi proyek ini adalah ketakutan bahwa para ilmuwan Jerman, telah bekerja pada pengembangan teknologi nuklir sejak tahun 1930-an dan Adolf Hitler akan benar-benar menggunakannya untuk memusnahkan dunia.

Sebuah Ide..

Pada tahun 1938, penemuan senyawa nuklir oleh ahli kimia Jerman Otto Han dan Fritz Strassman telah membuka adanya kemungkinan dibuatnya bom atom, setidaknya secara teoritis.

Ketika intelijen AS melaporkan bahwa para ilmuwan yang bekerja untuk Hitler sedang mengembangkan senjata nuklir, Presiden Franklin. D. Roosevelt mendirikan badan-badan yang mengarah ke Proyek Manhattan pada tahun 1939.

Pertama, Roosevelt membentuk Komite Penasihat Uranium, di mana tim ilmuwan dan pejabat militer yang sangat terampil mengambil inisiatif untuk meneliti secara menyeluruh potensi Uranium sebagai senjata.

Setelah penelitian selesai, Angkatan Laut AS memberikan $6000 kepada Universitas Columbia untuk penelitian serupa—dimana sejumlah besar uang dihabiskan oleh Enrico Fermi dan Leo Szilard untuk pembelian graphite, yang digunakan sebagai moderator neutron dalam reaktor nuklir. (Kalau gak tau Graphite, itu lho benda hitam yang ada di dalam pensil)

(Enrico Fermi dan Leo Szilard)

Sebuah tim profesor Columbia, termasuk Fermi dan Szilard, kemudian menciptakan reaksi pembelahan nuklir pertama mereka.

Kemudian pada tahun 1940, nama Komite Penasihat diubah menjadi Komite Riset Pertahanan Nasional (National Defense Research Commite), yang pada tahun 1941 diubah namanya lagi menjadi Office of Scientific Research and Development  (OSRD) atau Kantor Penelitian dan Pengembangan Ilmiah, dan Enrico Fermi adalah bagian darinya.

(Fermi yang dimaksud adalah orang yang mencetukkan Fermi Paradox, gan)

Pada tahun yang sama, Pearl Harbor diserang oleh pasukan Jepang, yang menyebabkan AS bergabung dalam Perang Dunia II dengan Inggris, Prancis, dan Rusia untuk berperang melawan tentara Jerman dan Jepang.

Kelahiran Proyek Manhattan

Pada tahun 1942, OSRD mendirikan Manhattan Engineer District di New York City, yang dipimpin oleh Kolonel Angkatan Darat AS Leslie R. Groves.

Saat ini, Fermi dan Szilard masih sangat terlibat dalam penelitian dan berkonsentrasi pada reaksi berantai nuklir. Namun, alih-alih bekerja di Columbia Unversity, sekarang penelitian telah bergeser ke University of Chicago di mana mereka berhasil menghasilkan Uranium-235 dengan melakukan peningkatan terhadap Uranium biasa.

Selama waktu yang sama, para ilmuwan seperti Glenn Seaborg mampu mengisolasi sampel kecil plutonium murni. Plutonium adalah unsur kimia radioaktif, yang pertama kali diproduksi pada tahun 1940 di University of California, Berkeley. Sementara itu, pemerintah Kanada dan militernya melakukan penelitian nuklir di berbagai lokasi di Kanada.

Akhirnya, pada 28 Desember 1942, Presiden Roosevelt menyatukan semua kekuatan, menamai mereka Proyek Manhattan dan satu-satunya tujuan mereka adalah menciptakan tenaga nuklir. Beberapa fasilitas didirikan di lokasi terpencil, seperti New Mexico, Tennessee, Washington, dan bahkan Kanada.

Pembuatan Bom Atom

Pada tahun 1943, fisikawan teoretis J. Robert Oppenheimer diangkat sebagai direktur laboratorium Los Alamos, yang berlokasi di New Mexico. Pada saat itu, Oppenheimer sudah mengerjakan konsep pembelahan nuklir. Awalnya, laboratorium Los Alamos disebut Proyek Y, dan di sinilah bom Proyek Manhattan dikembangkan dan diuji.

Pada 16 Juli 1945, para ilmuwan dari laboratorium Los Alamos meledakkan bom plutonium di lokasi pengujian mereka di New Mexico. Tempat itu dinamai Trinity oleh Oppenheimer, dan ketika bom itu akhirnya meledak, area diselimuti oleh awan jamur raksasa, yang lebarnya hampir 40.000 kaki. Kekuatannya setara dengan 21.000 ton TNT, dan bom ini benar-benar menghilangkan menara baja tempat bom itu ditempatkan.

Kejadian Ini, menandai awal dari zaman bom nuklir.

Para ilmuwan mengembangkan dua versi bom yang berbeda. Salah satunya adalah desain berbasis uranium yang dikenal sebagai "The Little Boy" dan yang lainnya adalah senjata berbasis plutonium yang disebut "The Fat Man." Bom-bom ini memainkan peran penting dalam mengakhiri Perang Dunia II.

Konferensi Potsdam Dan Tuntutan

Pada tahun 1945, Jerman telah mengalami kerugian yang signifikan, mendorong mereka menyerah. Tapi, Militer AS mendapat kesan bahwa Jepang akan berjuang keras dan tidak mudah menyerah.

Ini menyerukan Konferensi Potsdam pada 26 Juli 1945, di kota Potsdam yang diduduki Sekutu di Jerman. Di sinilah AS memberikan ultimatum mereka kepada Jepang, meminta mereka untuk menyerah, menyetujui persyaratan atau menghadapi konsekuensinya.

Dan, salah satu tuntutan perjanjian itu adalah agar Jepang membentuk negara demokrasi baru (membubarkan pemerintahan lama yang berbentuk kerajaan) dan membuat “pemerintahan cinta damai” .

Sayang, tuntutan ini ditolak mentah-mentah oleh penguasa jepang karena mereka, secara tekhnis harus membubarkan diri dan menerima konsekwensi tidak mendapatkan kekuasaan apapun di masa depan.

Dan yap.. It was at this moment that they knew... they f*cked up

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki

Pengeboman ke tanah Jepang tidak hanya didasari oleh upaya penyelesaian perang biasa. Lebih dari itu, Amerika Serikat sangat paham betul bahwa tentara Jepang lebih memilih mati daripada malu (kalau menyerah).

Kala memutuskan untuk menjatuhkan Bom mereka ke Jepang, para pemimpin Proyek Manhattan menyimpulkan bahwa Hiroshima di Jepang adalah target yang optimal karena daerah tersebut merupakan pangkalan militer yang penting dan juga karena ukurannya.

Mereka memutuskan bahwa untuk memastikan bahwa Jepang menyerah, teknologi yang diuji oleh para ilmuwan Los Alamos di New Mexico sangat penting di sini.

Pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat pengebom Enola Gay menjatuhkan “The Little Boy” mereka yang belum teruji sekitar 1900 kaki di atas kota Hiroshima

Hal ini menyebabkan kehancuran total dan kematian. Tiga hari setelah bom pertama, tentara Jepang masih juga belum mau menyerah dari Perang Dunia ke II. Hal tersebut, membuat sekali lagi Bom dijatuhkan. “The Fat Man” dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus.

Pada 14 Agustus 1945, Jepang akhirnya menyerah.

In The End

Jika dibilang apakah pengeboman ini sangat efektif, memang sih. Pasalnya, Jepang benar-benar tidak mau lagi “membantah” sekutu pasca dibom.

Namun hal tersebut bahkan sampai hari ini, tetap saja menimbulkan kontroversi yang sangat luar biasa. Tidak hanya karena bom itu dijatuhkan di distrik penduduk dan menewaskan banyak orang, namun juga karena radiasi dari Uranium dan Plutonium memiliki dampak jangka panjang.

Baca Juga :

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "The Manhattan Project : Proyek Mengerikan yang menginisiasi Dibuatnya Bom Atom oleh Amerika Serikat"

Post a Comment