v The Holders Series Chapter 208 : The Holder Of The Firstborn | UNSOLVED INDONESIA

The Holders Series Chapter 208 : The Holder Of The Firstborn

From theholders.org

Translated By Admin

Di negara barat mana pun, di lingkungan mana pun, masukilah rumah dari seorang keluarga ber-anak lebih dari satu. Jika Kau bertemu dengan seorang wanita (Sang ibu) di dalam, mintalah untuk berbicara dengan ”Pemegang Anak Sulung” [The Holder Of Firstborn]. Disisi lain, Jika Kau bertemu dengan seorang pria (sang Ayah), maka tinggalkan rumah dengan tenang, dan coba rumah lain di lain hari.

Jika kau bertanya kepada wanita itu, dia akan melihatmu seolah-olah kau berbohong padanya. Kemudian, tanpa berkata-kata, dia akan menuntunmu ke basement rumahnya dan menyingkap tumpukan barang untuk memperlihatkan sebuah pintu rahasia.

Dia kemudian akan membawamu melewati lorong yang gelap dan sepi. Lorong itu tidak akan ada suara selain langkah kaki kalian, dan desahan aneh yang berasal dari dari ventilasi.

Di ujung lorong, akan terdapat sebuah pintu tertutup, dengan cahaya redup yang memancar dari bawah. Ambil napas dalam-dalam, karena reaksimu selanjutnya mengharuskanmu mempersiapkan mental atas apa yang akan kau lihat.

Wanita itu, kemudian akan mengetuk pintu itu pelan dan berucap : Nak, Kau memiliki tamu.”

Wanita itu kemudian akan segera berbalik pergi tanpa menunggu pintu yang ada disana dibukakan oleh orang yang ada di seberang.

Abaikanlah karena memang kau sendiri lah yang harus membuka pintu itu. Kuatkan dirimu, dan pegang dengan kuat kenop pintu di tangan. Dengan tanganmu yang bebas, ketuk pintu tepat dua kali, dan jeda.

Cepat, sebelum Kau mendengar suara, bukalah pintu, masuk, dan periksa ruangan dalam satu kedipan. Jika ruangan tampak kosong, kau harus segera kembali keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan kuat di belakangmu. Jangan melarikan diri dulu, karena kau tidak akan lolos dari kegelapan lorong yang kini semakin pekat.

Sebaliknya, tekan punggungmu ke pintu yang tertutup, dan minta maaf sebesar-besarnya. Jika suara seorang pria muda menjawab, “Kau tidak diperbolehkan masuk ke kamarku.” Maka kau diperbolehkan kabur dan menyudahi pencarian, meskipun tanpa membawa pulang apapun.

Pulanglah dan bersyukurlah karena kau masih memiliki hidupmu. Kau harus menemukan jalan keluar dari kegelapan sendiri. Jika kau berhasil keluar, Kau harus meninggalkan rumah dan terus berjalan kaki sampai matahari terbit kembali.

Tentu, disisi lain, apabila kau masuk dan menemukan sang pemilik kamar ada di dalam, ucapkanlah permisi dan maaf karena mengganggu.

Di dalamnya kau akan menemukan seorang pria muda berusia pertengahan hingga akhir remaja, duduk di kursi, dan tengah memegang gitar listrik yang tidak dicolokkan ke speaker. Meskipun dia memetiknya, tentu tidak akan ada suara yang keluar.

Melihat kedatanganmu, dia akan menatapmu dengan merendahkan, dan hanya akan menjawab satu pertanyaan: “Mengapa Mereka cemburu?”

Kau harus berdiri teguh saat menanyakan hal ini. Jangan goyah di hadapannya. Jika kau tidak menampakkan wajah khawatir, maka dia akan menjawab ; “Mereka menginginkan apa yang belum mereka siapkan”

Kemudian, setelah menjawab pertanyaanmu, pria muda itu akan meletakkan gitarnya, dan meninggalkanmu di kamar, sendirian. Godaan akan menghampirimu untuk menyentuh gitar, tetapi kau tidak boleh melakukannya.

Jika Kau melakukannya, hidupmu akan berakhir, dan akan dimulai lagi sebagai bayi yang baru lahir di keluarga rumah ini. Ini adalah hal yang harus sangat kau hindari karena ‘orang tua’ diatas, adalah orang tua sadis yang akan memakan bayi mereka setelah lahir.

Tinggalkan gitar dan alih-alih selidiki ruangan. Kau akan menemukan sesuatu. Hal ini tidak pernah sama, tetapi kau akan mengetahuinya ketika kau menemukannya; itu akan mengambil bentuk barang yang pernah kau dambakan ketika kau masih kecil.

Hal itu bisa berupa mainan, buku, atau benda-benda lain yang sempat kau inginkan namun tidak pernah kau miliki dimasa kecilmu.

Saat kau berhasil menemukannya, ambillah dan jangan terlalu terbenam untuk mengaguminya. Setelah kau mendapatkannya, peganglah erat-erat dan tidurlah di kasur sang pemilik kamar sebelum dia kembali.

Jika dia kembali dan kau belum terlelap, maka dia akan datang dengan bentuk aslinya dan kau mungkin akan mati karena ketakutan. Ketahuilah bahwa mati karena syok adalah hal paling ringan yang bisa kau alami ketika kau melihat wujud asli sang Holder.

Disisi lain, apabila kau berhasil tidur, ketika kau bangun, objek yang Kau temukan akan berada di pelukanmu. Kau akan terbangun di rumahmu sendiri, di hari pertama musim gugur.

Obyek itu adalah 208 dari 538,

Benda itu adalah sebuah pengingat suram bahwa persaudaraan melahirkan penghinaan. Meskipun mereka tidak boleh bersatu kembali, mereka rindu untuk bersama lagi.

Baca The Holders Series Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

1 Response to "The Holders Series Chapter 208 : The Holder Of The Firstborn"

  1. Ada seorang Seeker yang pernah berkonsultasi tentang obyek yang dia dapat kepada teman ku,

    dia menyampaikan bahwa hanya dengan melihat ke Obyek yang dia dapat, dia selalu teringat bagaimana masa kecil nya penuh dengan kekecewaaan, yang dimana orang tua nya selalu memanjakan adik nya ketimbang diri nya, dan well,

    kurasa sebagian dari kalian tau apa selanjutnya, terserah apa asumsi mu dan apa yang kau pikirkan dengan otak mu yang bodoh itu.

    Terserah
    Mr. D

    ReplyDelete