v 321 : The Holder Of Conscience | UNSOLVED INDONESIA

321 : The Holder Of Conscience

From theholders.org

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke rumah sakit mana pun yang bisa kau datangi. Setelah mendekati meja depan, katakan saja kepada perawat dengan senyuman hangat, "Aku datang untuk menemui Sang Pemegang Hati Nurani" Atau The Holder Of Conscience

Jeda panjang akan terjadi ketika sang perawat hanya mengangguk dengan berlinang air mata. Ratap penyesalan akan tergambar dari wajahnya tanpa penjelasan apapun kenapa dia menangis.

Akhirnya, setelah berhasil mengendalikan diri, dia akan membawamu menyusuri lorong ke ruangan yang tampak sederhana. Pintu ruangan itu, akan berlabel N111 sebelum sang pemandumu membukanya. Ingatlah kombinasi tersebut karena apabila kau diarahkan ke pintu berlabel lain, kusarankan untuk lari secepat mungkin. Keluarlah dari gedung dan jangan melihat ke belakang. Sampai kau keluar ke jalan raya, jangan sekalipun, kau menoleh lagi ke pintu salah itu untuk memastikan, karena apabila kau menoleh setelah memalingkan wajah, pintu itu akan mengikutimu. Setiap pintu yang akan kau temui di sisa hidupmu, akan menjadi pintu berlabel salah tersebut.  Memasuki pintu salah akan menjadi takdirmu, dan ruangan dibaliknya adalah sesuatu yang tidak ingin kau lihat.

Namun, disisi lain,  jika ruangan yang kau masuki adalah tempat yang benar, anggap dirimu beruntung dan masuklah segera ke ruangan itu. Tutup pintunya dengan lembut di belakangmu. Di depanmu, akan ada seorang gadis kecil, tampaknya baru berusia sekitar delapan tahun, dengan mata cokelat besar yang sedih dan kulit kuning memar yang sakit. Dia terlihat hanya mengenakan pakaian rumah sakit. Wajahnya, meski muda, sangat layu.

Saat kau melihat gadis itu mendekatimu, kau akan menyadari bahwa ada bagian dari wajah dan tubuhnya yang telah robek, memperlihatkan otot dan tulang di bawahnya. Bercak penyakit serta bagian kulit kepala yang terekspos, menjelaskan seakan kumpulan rambut pernah dicabut paksa dari situ. Fitur-fitur tersebut, menghiasi sosoknya kurus kering dan bungkuk.

Memeriksa lebih seksama dan kau juga akan menemukan bekas jahitan yang buruk nampak tersebar di beberapa bagian kulit yang tidak serasi. Benang-benang yang menjuntai seperti rambut, menjelaskan tentang upaya ‘asal-asalan’ yang nampaknya pernah dilakukan untuk ‘menormalkan’ paras sang gadis.

Ketika sang gadis berada tepat di depanmu, dia akan mulai menceritakan kisah tentang penderitaannya; tentang mengapa dia dikirim ke rumah sakit sejak lama. Kisahnya akan dipenuhi dengan begitu banyak kesedihan dan rasa sakit, sehingga kau mungkin bertanya-tanya bagaimana seseorang yang begitu muda bisa menjalani begitu banyak hal.

Setelah selesai, dia akan melihatmu dengan mata cokelatnya yang besar, merah dan bengkak karena tangisan yang selalu dia lakukan. Sekali lagi, dengan dipenuhi air mata, dia akan bertanya kepadamu dengan bisikan pelan yang dipenuhi rasa sakit, "Apakah menurutmu aku masih cantik sekarang?"

Pikiranmu akan berusaha untuk bersimpati dan memaksamu untuk mengatakan bahwa dia cantik. Hati nuranimu, akan memberi tahumu bahwa perkataan yang menghibur akan memberinya rasa lega dari siksaan abadi ini. Sayangnya, kau harus mengabaikan nalurimu untuk menghibur, dan sebaliknya, kau harus  mengatakan kebenaran mutlak kepadanya.

Jika kau menolak mengatakan kebenaran, gadis di depanmu akan menuduhmu sebagai pembohong dan akan menyerangmu dengan kebrutalan. Dia akan mencabik-cabikmu, membuatmu merasakan keburukrupaannya seiring badanmu sendiri yang akan dihancurkan tanpa ampun. Kesadaranmu tidak akan pergi, bahkan ketika yang tersisa dari dirimu hanyalah tinggal tumpukan daging merah tak berbentuk yang menyedihkan.

Itulah kenapa katakanlah yang sebenarnya,  bahwa dia adalah makhluk paling jelek dan paling aneh yang pernahkau lihat. Jika kau bahkan merasa jijik karena parasnya, katakan saja.

Tentu mendengar ucapanmu dia akan sedih dan menangis. Tangisannya akan terdengar histeris, bahkan, akan membuatmu semakin bersalah atas komentarmu yang kejam. Jangan merasa besalah! Apalagi meminta maaf. Tatap saja dia sampai dia berhemti menangis karena kelelahan.

Setelah dia selesai, tanpa menghibur dan mengasihaninya, robeklah kulit luar gadis itu. Jika dia berontak, maka paksalah dan lucuti dia dari segala ‘kejelekan’ yang ada. Semuanya, dari kulit wajah, tubuh, tangan, sampai kaki. Bahkan apabila ada tulang yang menggangu, patahkan saja dan buang. Setelah kau merobek satu bagian lepas,  kau akan sadar bahwa dibalik satu lapisan tubuhnya, akan ada lapisan kulit lainnya.

Ini adalah pengalaman diluar nalar dan sangat paradox bagi otak manusia. Meskipun begitu, lakukan terus sampai kau mencapai ‘kecantikan’ yang terkubur dalam di dalam lapisan kulitnya. Tidak jelas berapa banyak lapisan kulit yang harus kau sobek, yang jelas,  ketika kau selesai, seorang gadis berkulit putih adalah yang akan tersisa darinya. Gadis itu akan terbebas seperti baru saja keluar dari kepompong.

Gadis itu berkulit polos tanpa ada noda ataupun jerawat di kulitnya. Keburukan yang sedari tadi kau lihat akan hilang, menyisakan seorang gadis cantik tanpa cacat yang kini menatapmu tanpa ekspresi.

Dia tidak akan mengucapkan apapun, sampai kemudian dia menarik sebuah pena bulu dari mulutnya.

Pena bulu itu adalah Obyek 321 dari 538.

Setelah pulang dari pencarian, carilah sebuah kertas dan tulislah nama dari seorang yang kau kenal menggunakan obyek nomor 321 ini. 24 jam setelah namanya ditulis, orang itu akan datang kepadamu dan mengungkapkan perasaannya kepadamu.

Isi dari hati nurani orang berbeda-beda, itulah kenapa, mereka yang datang untuk mengungkapkan perasaan, bisa jadi mengungkapkan hal yang menguntungkanmu, atau malah, meluapkan kebencian mereka kepadamu dengan hal yang tidak terduga.

Hati-hati.

Baca The Holders Series Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

1 Response to "321 : The Holder Of Conscience"

  1. Mr D ? Dimanakah kau ? Apakah pencarianmu berhasil ?

    ReplyDelete