v The Holder Of Evolution | Legion's Object #37 & #38 | UNSOLVED INDONESIA

The Holder Of Evolution | Legion's Object #37 & #38

From theholders.org

“The Legion’s Objects”

Translated By Admin

Aku pernah punya hubungan dengan seorang Seeker. Namanya Cecilia. Jika diingat-ingat, dia secantik namanya. Dia memiliki rambut cokelat panjang yang jatuh ke bahunya. Helaiannya memantulkan cahaya dan seakan menjadi helaian matahari itu sendiri, di samping kulitnya yang halus dan lembut.

Aku ingat bahwa aku hanyalah liontin saat itu, namun aku selalu bahagia ketika aku merasakan detak jantungnya, saat darah berdenyut dengan sangat lembut melalui kulitnya. Memiliki makhluk yang sempurna, luar biasa, dan tak bernoda seperti dia di bawah kendaliku, sungguh menyenangkan dengan caranya sendiri.

Sayang, akhir dari kisahnya benar-benar menyakitkan.

Jika aku ingat dengan benar, dia kala itu ingin mencari The Holder Of Evolution. Yah, dia dibawah kendaliku, namun Cecilia juga sedikit banyak menginginkan hal yang sama.

Dia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melacak sang Holder, karena Holder of Evolution tidak dapat ditemukan di sembarang tempat. Kala itu kami harus menemukan tulang belulang dari sesuatu yang hidup di masa lalu, dengan cara mengambilnya langsung dari tanah. Ya, itu dia. Atau apakah Aku harus menemukan tulang yang dipajang…? Ah Tidak, mereka harus berasal langsung dari tanah.

Aku ingat Cecilia harus melakukan begitu banyak penelitian, sehingga dia dapat menemukan situs yang masih memiliki tulang purba yang terkubur di dalamnya.

Ngomong-ngomong, dia akhirnya menemukan beberapa tulang yang sepertinya berasal dari dinosaurus, atau makhluk besar lainnya. Dia melakukan apa yang di instruksikan, menusuk dirinya sendiri ke salah satu tulang rusuk. Itu menyakitkan untuk kami berdua, namun kami tidak mundur.

Sebagian besar Object memancarkan emosi dengan cara mereka sendiri, dan akupun juga sama. Aku tidak merasakan rasa sakit, namun aku merasakan ketakutan yang dialami Cecilia.

Aku merasakan sengatan kesedihan saat Cecilia-ku merusak tulang rusuknya dengan pecahan fosil. Darah mengalir deras dari mulut dan payudaranya. Saking lamanya kami bersama, aku bahkan lupa bahwa Cecilia adalah sosok yang tidak abadi. Dia serapuh makhluk mortal lainnya, yang dapat meninggal hanya dari luka-luka seperti ini.

Untung dia masih sempat bertahan.

Apa yang terjadi selanjutnya, adalah sesuatu yang tidak layak aku ketahui. Kami akhirnya ditinggalkan di gurun tandus. Aku tidak ingat berapa lama sebelum matanya yang indah berkibar, dan dia menyadari di mana dia berada.

Aku dapat meredakan keterkejutannya dengan relatif cepat, terutama karena aku mengendalikannya. Setelah beberapa menit, sesosok makhluk muncul di hadapan kami. Holder ini adalah puncak evolusi, makhluk yang sudah mencapai puncak keberadaannya. Aku bisa merasakan Ceciliaku gemetar saat dia menghadapinya, jantungnya yang indah memacu cepat detaknya, dan darah mengalir deras di nadinya saat dia menghadapi satu-satunya makhluk yang bisa menyaingi kesempurnaan.

Dengan suaranya yang halus dan lembut, Ceciliaku bertanya kepada sang Holder “Bagaimana Mereka berevolusi?”

Tanah daratan kemudian retak dan terbelah, menyebabkan sebagian pasir runtuh saat kehidupan kecil di tanah itu surut menjadi kehampaan. Dan kemudian, sang Holder memberitahunya. Holder memberitahunya bagaimana Mereka telah berubah, bagaimana mereka menjadi lebih efisien, lebih brutal, lebih sempurna.

Saat Holder berbicara, aku bisa merasakan pikiran Ceciliaku memprotes saat informasi ini membanjirinya. Aku bisa merasakannya perlahan-lahan hancur karena dihancurkan dan dinodai oleh pengetahuan Holder ini.

Setelah selesai, sang Holder lalu membocorkan rahasianya, satu-satunya kebenaran tentang keberadaan Mereka. retakan dari pikiran Ceciliaku, Sudah mencapai puncaknya.

Dia berteriak, jari-jarinya yang anggun mengoyak wajah cantiknya yang lembut sampai hampir tidak ada yang tersisa. Dia jatuh berlutut, menjerit, sampai kekuatan suaranya merobek tenggorokannya, menyebabkan lehernya yang tegak robek terbuka, dalam lubang menganga. Meskipun begitu, dia tetap berteriak. Dia menjerit dan menjerit, menjerit selama bertahun-tahun saat wujudnya yang cantik dan anggun pecah. Dia  terus berteriak sampai hanya tulang yang tersisa dari keberadaannya.

Ironi halus dari kematiannya menggantung dengan jelas di udara. Pencarian ini dimulai dengan tulang, dan sekarang berakhir dengan cara yang sama.

Entah kenapa, dari keberadaannya yang hancur, akulah yang paling tertekan. Cecilia, Ceciliaku yang cantik, telah retak. Dia telah hancur, menjadi gila. Mayatnya, yang tersisa, tergeletak di kaki The Holder Of Evolution, masih anggun meski telah membusuk.

.

Itu adalah kisah jutaan milenia yang lalu, yang apabila dihitung dengan kaliender masa kini, adalah kenangan yang lebih tua dari eksistensi itu sendiri. Aku dulunya adalah Obyek, yang ditinggal di padang kematian milik The Holder Of Evolution. Kemudian, terpengaruh oleh kekuatan dari Evolusi itu sendiri, aku menjadi berakal, dan eksistensiku tumbuh melebihi Obyek yang lain.

Mungkin karena didorong oleh kesedihanku, aku pun memiliki tubuh. Lalu, setelah sekian milenia kembali bergulir, aku merebut tahta milik The Holder Of Evolution, dan menggantikannya.

Jika kau mencari obyek ini, wahai Seeker, maka kau akan menemui situasi yang khusus. Situasi dimana Obyek menjaga Obyek.

Aku adalah obyek ? dari 2538, dan merupakan The Holder Of Evolution. Obyek yang aku jaga adalah ? dari 2538. Dia tau kesedihanku, dan kemudian mengambil bentuk Cecilia untuk menghormatiku.

Sekarang, kami saling menjaga. Aku tidak akan membiarkan kami terpisah lagi, itulah kenapa, berharaplah sebuah kehancuran ketika kau menemukan kami.

Baca The Legion’s Objects Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

0 Response to "The Holder Of Evolution | Legion's Object #37 & #38"

Post a Comment