v 1666 : The Holder Of Miracles | Legion's Object #60 | UNSOLVED INDONESIA

1666 : The Holder Of Miracles | Legion's Object #60

From theholders.org

“The Legion’s Objects”

Translated By Admin

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke rumah sakit jiwa atau rumah rehabilitasi mana pun yang bisa kau datangi. Saat Kau sampai di meja depan, jangan lakukan apa pun selain berdiri diam. Kau tidak boleh menunjukkan minat untuk berbicara dengan pekerja; jangan pedulikan pertanyaan apa pun yang diajukan, namun, tataplah dia seakan kau mengharapkan sesuatu yang harusnya sudah dia ketahui.

Kau tidak boleh membiarkan orang lain mendapatkan perhatian pekerja. Pekerja akan memahami niatmu setelah sekitar 5 menit. Jika pekerja bertanya kepadamu "Apakah kau di sini untuk melihat bunga?", larilah secepat mungkin sampai kakimu tidak dapat berlari lagi, barulah kau bisa beristirahat. Tidurlah jika kau lelah, dan berharaplah hal pertama yang kau lihat di pagi hari bukanlah tatapan dingin, karena itu akan menjadi hal terakhir yang akan kau lihat.

Jika pekerja tetap diam, dia akan mengarahkanmu ke sebuah pintu. Perhatikan ke pintu mana dia mengarahkanmu. Jika pekerja mengarahkanmu ke pintu tanpa pegangan, kau dapat melanjutkan. Jika pekerja mengarahkanmu ke pintu keluar, patuhi dan pergi; belas kasihan mereka tidak umum, walau kesabaran mereka tidak terbatas. jika kau diarahkan ke pintu lain yang memiliki pegangan atau knop, kehancuran tubuh dan jiwamu sudah dipastikan akan ada dibaliknya.

Jika pekerja tersebut mengarahkanmu ke sebuah pintu tanpa pegangan, dekati pintu tersebut dan buka perlahan. Saat kau masuk dan pintu menutup sendiri, kau akan melihat satu koridor memanjang tak berujung. Kau akan berjalan melewati koridor ini sebentar, atau mungkin berjam-jam, sebelum kau kemudian akan melihat dinding mulai kehilangan warna dan menjadi lapuk. Di bagian terdalam lorong, kau akhirnya akan bisa melihat melewati retakan dan lubang yang ada di dinding. Dibalik tembok, terlihat berjajar, adalah kuburan menyedihkan yang penuh dengan jiwa yang tersesat.

Kuburan dengan namamu sendiri tertulis di dalamnya, akan terlihat setelah berjalan beberapa jam lagi. Jika kau mencoba melarikan diri setelah melihat batu nisan dengan namamu, kakimu akan digenggam oleh tangan yang terkutuk; jari-jari mereka akan terkubur dalam-dalam di dagingmu. Tubuhmu kemudian akan diseret dan dibuang ke kuburan yang kau lihat sebelumnya, dan sementara fisikmu dikubur didalam, jiwamu akan melayang-layang diatas nisanmu sendiri tanpa bisa pergi dari tempat itu lagi.

Tentu, jika kau berhasil mencapai ujung koridor dan tidak melihat kuburanmu, maka kau masih punya kesempatan untuk melanjutkan. Meskipun, apa yang didepanmu kini adalah ujian yang lebih besar.

Melewati ujung koridor, adalah tempat yang luas. Disana, kau akan melihat banyak manifestasi jiwa yang haus darah tengah berlalu lalang. Larilah ketika kau melihat mereka, karena mereka akan langsung mengejarmu dalam pandangan pertama. Larilah kemanapun, asal jangan kembali ke lorong.

Jika kau berhasil melewati pasukan haus darah yang sekarang sedang dalam perjalanan untuk menyeretmu ke neraka dan menyiksamu tanpa henti, kau harus tetap berlari. Jangan istirahat, jangan pingsan, jangan masuk ke dalam kondisi yang rentan. Kau harus terus maju, dan ragukan setiap makhluk yang mendekatimu, walau mereka terlihat bersahabat bahkan terlihat seperti manusia.

Teruslah berlari, sampai kau menemukan sebuah kuburan yang tidak memiliki nama. Dekatilah kuburan itu, dan katakan “Nasibku sudah ditentukan.”

Kau akan segera mulai mengejang dengan liar; darah akan mulai mengalir dari setiap lubang di tubuhmu. Kau akan kehilangan kesadaran setelah sekitar dua jam menderita; jika tidak, berdoalah agar pria yang akan berdiri di depanmu merasa murah hati.

Saat kau tidak sadar, kau akan menemukan dirimu terjebak dalam kejadian yang akan menjadi penyebab kematianmu. Itu seperti time loop, dimana kau akan mengalami kematian terus-menerus, dalam suatu tragedi yang asing (atau belum terjadi). Tidak peduli berapa banyak kau mencoba memilih pilihan yang berbeda dalam ‘mimpi’ yang sama, kematianmu akan terus terjadi, lagi dan lagi.

Setiap detail, setiap rasa sakit, setiap perasaan, akan terungkap kepadamu secara nyata. Dua hal, bagaimanapun, akan kau pahami; bahwa mencoba lari dari kematianmu sia-sia, serta penyebab kematianmu adalah karena kau dibunuh oleh seseorang.

Kau tidak akan dapat melihat pembunuhmu, tetapi kau akan mengenali suaranya; itu akan menjadi suara seseorang yang familiar. Tentu mengingat identitasnya akan sulit (karena ini adalah mimpi), sekeras apapun kau mencoba menganalisa.

Di kematianmu yang ke 1666, kau akan terbangun dari mimpi time loop tersebut..

Tidak banyak Seeker yang dapat menjaga pikirannya tetap utuh setelah melihat takdir kematiannya sendiri. Penglihatan dalam mimpi itu tidak berbohong; saat kau memilih untuk mencari objek ini, kau juga telah mengatur takdirmu untuk dibunuh oleh salah satu orang yang paling kau percayai dan cintai.

Saat kau bangun, kau akan berada di tempat yang kau sebut rumah, tidur dengan nyaman di tempat tidurmu. Jika kau masih waras, temukan siapa pembunuhmu dan bunuh dia.

Kau sudah gagal sebanyak 1666 kali dalam mimpi untuk menghindarinya, kini kau hanya memiliki 1 kesempatan sebelum dia membunuhmu terlebih dahulu. Kekuatan yang akan kau dapatkan jika kau berhasil menghindari takdir kematianmu sendiri, adalah objek 1666 dari 2538.

Baca The Legion’s Objects Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

1 Response to "1666 : The Holder Of Miracles | Legion's Object #60"

  1. agak mustahil waras sih kalo udah ngalamin kematian sebanyak 1666x

    ReplyDelete