v 749 : The Holder Of Permanence | Legion's Object #66 | UNSOLVED INDONESIA

749 : The Holder Of Permanence | Legion's Object #66

From theholders.org

“The Legion’s Objects”

Translated By Admin

Selama milenium terakhir, ilmu pengetahuan dan kedokteran telah berkembang begitu maju, hingga telah berhasil memberikan keajaiban untuk keberlangsungan hidup manusia. Banyak penyakit yang berakibat fatal beberapa abad yang lalu, kini dapat disembuhkan atau, paling tidak, dapat ditangani berkat upaya gabungan dari pikiran-pikiran cemerlang.

Sayang, seberapapun maju dan berkembangnya ilmu medis, belum ada cara ilmiah yang ditemukan untuk menangani musuh terbesar manusia : yaitu kematian. Tentu, prospek tentang memperpanjang umur sampai ribuan tahun bagi satu individu, ayalnya masih jauh diangan-angan. Orang paling cerdas dan paling berguna untuk umat manusia tetap akan mati, begitu pula dia yang paling jahat dan paling dimusuhi. Terkadang, kematian satu orang bisa mendatangkan perdamaian yang bertahan hingga ribuan tahun, namun kematian satu orang bisa juga meruntuhkan satu kerajaan yang makmur.

Namun, bagi mereka yang percaya dengan pseudo Sains, sebenarnya ada cara-cara alternatif yang dapat ditempuh untuk mendapatkan umur panjang, bahkan keabadian.

Terletak di suatu tempat di lepas pantai timur Amerika Utara, adalah sebuah kuil yang berasal dari peradaban yang tidak diketahui. Sama seperti reruntuhan yang ditinggalkan lainnya, karena aksesnya yang terbatas dan rahasia, hanya ada satu jalan menuju kuil ini, dan kuil ini masih mengirimkan panggilannya, seolah-olah menantang orang yang paling tangguh untuk melakukan perjalanan berbahaya itu.

Jika kau hendak pergi ke Savannah, Georgia, suatu hari nanti, dan berpikir kau ingin mendapatkan hidup abadi, cukup naik mobilmu dan lanjutkan ke timur luar kota di sepanjang E President Street dan lanjutkan sepanjang jalan itu hingga mencapai Islands Expressway.

Jika kekuatan itu sendiri menganggapmu layak, atau jika mereka hanya ingin menonton dengan senang hati saat kau membuang nyawamu, maka langit akan menjadi gelap dengan awan hujan, meskipun hanya beberapa saat sebelumnya cerah dan terang. Didepanmu, kau akan mendapati pepohonan rimbun yang mengelilingi jalan akan tampak bersinar. Perhatikan baik-baik dan secara tidak sadar, kau akan berkendara disepanjang jalanan offroad di dalam hutan beberapa menit setelah ini terjadi.

Sekarang jika kau membawa peta, kau mungkin akan melihat jalur ini tidak ditunjukkan di mana pun. Tapi jangan pedulikan itu. Lanjutkan berkendara menyusuri jalan yang sempit dan lebat dengan kecepatan lambat, karena jika kau keluar dari jalan ini, Kau tidak akan punya harapan untuk menemukan jalan keluar dari hutan ini, dan tidak akan ada pula truk derek yang akan datang menjemputmu.

Ikuti saja jalan di depanmu, karena meskipun ada banyak tikungan, tidak akan ada jalan bercabang. Pepohonan hanya akan bertambah lebat seiring kau berkendara, hingga ranting dan daun akan bergesekan dengan atap kendaraanmu (Kau mungkin harus mempertimbangkan bahwa tidak bijaksana melakukan perjalanan ini dengan mobil beratap terbuka)

Akhirnya, setelah kira-kira empat puluh lima menit hingga satu jam berkendara, Kau akan menemui jalan buntu, di mana pepohonan nampak rapat di sekitarmu seperti jerat di leher orang yang terkutuk. Jika Kau memiliki sistem GPS di mobilmu, sistem ini akan menyatakan bahwa kau berada sekitar lima belas mil di tengah Samudera Atlantik. Jangan mencoba untuk mundur pada titik ini, karena kau akan menemukan bahwa jalannya sudah tidak ada lagi.

Periksa jam tanganmu, atau ponselmu, atau alat pembaca waktu di mobilmu, karena kapan pun waktu yang ditunjukkan, tidak akan ada seberkas cahaya pun yang dapat menembus pepohonan yang padat ini. Jika saat itu malam hari, atau jika malam hari akan datang dalam beberapa jam ke depan, jangan buka pintu mobil, dan jangan matikan lampu depan. Kau mungkin akan sering mematikan mobil untuk menghemat bahan bakar, tetapi kau sebaiknya menghidupkannya kembali secara berkala untuk memastikan agar bateraimu tidak bermasalah.

Jika kau cukup bijaksana untuk memulai perjalanan ini cukup awal, dan saat itu masih siang hari, Kau dapat keluar dari mobil saat ini. Kau akan melihat pepohonan di sekitarmu nampak miring atau condong kedepan, seolah menatap ke arahmu dengan rasa ingin tahu. Dengan suara lantang dan tegas, nyatakan, “Aku di sini untuk menghadapi takdirku, dan tak seorang pun di sini yang akan menghalangi jalanku,”

Kau kemudian akan mendengar suara di belakangmu. Saat lau menoleh untuk melihat, Kau akan melihat jalan kecil yang belum pernah ada sebelumnya. Jangan ragu, jangan mempertanyakannya, berjalanlah ke depan dengan penuh keyakinan dan mulailah menyusuri jalan setapak sebelum kau terjebak di tempat terbuka itu tanpa batas waktu.

Jalurnya mungkin berkelok-kelok secara drastis, tergantung ke arah mana kau menghadap saat jalur tersebut terbentuks; teruslah berjalan dan jangan melihat ke belakang, tidak peduli seberapa keras kau mendengar suara gemerisik di belakangmu.

Lama berjalan, kau akan segera menemukan dirimu berada di rawa setinggi pergelangan kaki, dan kau mungkin dapat mendengar suara katak yang besahutan. Suara itu terdengar seperti perubahan yang menenangkan setelah lama diganggu oleh gemerisik hutan yang semarak.

Saat ini akan lebih bijaksana jika kau menyusuri tempat ini dengan hati-hati. tetaplah berada di bagian dangkal rawa, atau jika kau terpaksa berjalan menengah, gunakan akar atau ranting yang menjulur untuk membantu kau melangkah. Berhati-hatilah, karena rawa-rawa di Georgia dapat menyembunyikan makhluk-makhluk paling menjijikkan hanya dalam satu kaki air.

Di rawa tersebut, hal yang harus kau temukan adalah sebatang kayu yang menyembul dari air. Meskipun di tempat ini akan ada banyak batang kayu, kau akan tau ketika kau sudah melihat apa yang dimaksud.

Biasanya, bagi mereka yang beruntung, batang kayu itu akan menyembul dengan segera. Jika tidak, Kau perlu mencari; mungkin memerlukan waktu cukup lama, tapi begitu kau berada di dekatnya, maka tidak salah lagi.

Berjalanlah mendekati itu sampai kau merasakan tanah di bawahmu habis, lalu masuklah ke dalam air. Saat Kau menyentuh batang kayu, Kau pasti ingin menarik napas sebanyak mungkin, lalu menyelam ke bawah dan berenang ke dasar secepat mungkin. Bawa batang kayu itu dan menyelamlah. Ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan sulit, tetapi jangan berbalik, meskipun Kau merasa akan pingsan atau paru-parumu seakan ingin meledak.

Berenanglah secepat yang kau bisa dan terus turun, pertahankan tanganmu pada batang kayu sampai kau keluar dari sisi yang lain.

Kau akan muncul kembali di sebuah kolam di tengah hutan gelap yang mirip dengan yang baru saja kau tinggalkan, hanya saja di tepi kolam akan terdapat bangunan kuno yang asal usulnya tidak dapat ditentukan.

Masuki tempat itu.

Api akan dinyalakan, menandai jalanmu menuju kuil Pemegang Keabadian atau “The Holder Of Permanence”. Sebuah patung besar, yang merupakan perwujudan sang Holder, akan berdiri di dinding seberang, dan di kakinya akan tergeletak sebuah mangkuk kosong. Sapa Holdernya dengan suara lantang dan penuh percaya diri sambil berkata, “Aku sudah melakukan perjalanan yang sangat jauh, dan yang kuminta hanyalah minuman.”

Tanggapannya akan berupa satu pertanyaan yang sangat pribadi. Dia akan mengungkapkannya langsung ke dalam pikiranmu, jadi dengarkan baik-baik. Ketika dia sudah menanyakan pertanyaannya, jangan terlalu lama menjawabnya, dan jawablah dengan jujur .

Dia akan tahu jika kau mencoba berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Setelah Kau menjawabnya dengan lengkap, mangkuk di kakinya akan terisi cairan aneh. Cairan ini akan memantulkan seluruh spektrum warna pelangi, dan tidak menimbulkan aroma. Kau harus meminum cairan ini, atau kau tidak akan pernah meninggalkan tempat ini hidup-hidup.

Tergantung pada apakah sang Holder menyukai jawabanmu dan menganggap kau layak, cairan tersebut mungkin tidak berbahaya seperti air keran biasa, atau mungkin merupakan racun yang mematikan. Jika yang terakhir, kau hanya akan mengetahuinya setelah gejalanya mulai terasa. Jika yang pertama, kau bebas untuk pergi.

Hutan diluar kuil akan terbelah di depanmu, menunjukkan jalan keluarnya, seperti tahun-tahun yang akan kau jalani sebentar lagi, meninggalkanmu sendirian untuk bertahan selama ribuan tahun.

Kau akan melihat keluarga dan orang yang kau cintai mati, dan kau akan melihat perang dimulai dan diakhiri, namun Kau tidak akan pernah mati. Kau akan melihat peradaban naik dan turun, matahari meledak, dan bumi terbakar habis. Kau bahkan akan melihat Mereka berkumpul, namun kau tidak akan pernah mati. Kau akan mengetahui arti sebenarnya dari Keabadian.

The Elixir of Life yang kau minum di kuil sang Holder adalah Objek 749 dari 2538. Ingatlah bahwa ada hal-hal yang jauh lebih buruk dalam hidup daripada kematian.

Baca The Legion’s Objects Lainnya

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

1 Response to "749 : The Holder Of Permanence | Legion's Object #66"

  1. buset bahkan saat objek bersatu dengan segala kengeriannya lu gak bisa mati

    ReplyDelete