v Keeping Us Better #12 : Rain | UNSOLVED INDONESIA

Keeping Us Better #12 : Rain

Ini adalah bagian final dari Serial Keeping Us Better

.

Rain / Hujan

.

Hujan mulai turun.

Di dekat bagian bawah gedung tinggi, kerumunan kecil terbentuk. Beberapa bersumpah bahwa mereka telah melihat seseorang jatuh dari gedung, tetapi ketika mereka pergi untuk menyelidiki, tidak ada mayat, hanya ada tumpukan abu di jalan.

.

.

Mark Tene telah menyelesaikan buku ke sekian semenjak dia sampai ke tempat ini. Pengetahuan yang dia peroleh sangat besar, dan telah mengubah cara dia memandang segala sesuatu. Hal-hal yang dia terima begitu saja bukanlah seperti yang mereka yakini, dan hal-hal yang dia takuti lebih buruk daripada yang bisa dia bayangkan.

Dia berhenti, mencari buku lain, ketika dia melihat bayangan. Mark berhenti sebentar sebelum mengikutinya. Itu berdiri di ujung ruangan, dan Mark membawa lilinnya untuk melihat lebih baik. Dia hanya melihat sekilas bayangan itu, dan dia memanggilnya tanpa hasil.

Namun begitu dia tiba, tidak ada manusia, hanya sebuah buku. Saat dia membuka halaman pertama, dia bisa mendengar bisikan. Bisikan itu datang dari buku. Baca Epilogue Mark Tene >>

.

.

.

Di kamar rumah sakit, mata Kapten Leviller terbuka sekali lagi. Dia berbaring di sana dalam diam hanya beberapa saat sebelum duduk. Dia dengan cepat mulai merobek mesin yang terhubung dengannya. Dia mengeluarkan infus terakhir sebelum melangkah keluar dari tempat tidur dan meninggalkan ruangan, masih dalam pakaian rumah sakitnya. Seorang perawat melihatnya dan berteriak memprotes untuk menghentikannya, tetapi Leviller tidak menghiraukannya. Dia lalu masuk ke lift dan menekan tombol ke lantai kantornya.

Ada pekerjaan yang harus dilakukan. Baca Epilogue Leviller >>

.

.

.

James masuk ke rumah rehabilitasi, lebih gugup dari sebelumnya. Catatan tinta yang dia tulis di tangannya sudah mulai tercoreng karena keringatnya, tapi dia tidak bisa berbalik sekarang. Mencari obyek adalah cerita menarik yang bisa dia ceritakan kepada wanita.

.

.

.

Rachel menatap layar komputernya lagi, satu-satunya yang menerangi ruangan remang-remang itu. Di dekatnya, Ellie berbaring di tempat tidur Rachel, dan di situlah dia akan tidur malam itu, Rachel tidak keberatan.

Membaca email itu lagi, Rachel tidak bisa menahan rasa kagumnya. Begitu banyak informasi, begitu banyak hingga hampir membuat kulitnya merinding. Ketidaktahuan adalah kebahagiaan, dia mengingatkan dirinya sendiri.

Tidak ada lagi email yang datang, dan yang pertama telah dikirim dua hari sebelum dia menerimanya. Dia tidak tahu siapa "S" ini, atau bahkan jika dia masih hidup, karena semua upaya kontak tidak membuahkan hasil. Tetap saja, dia meneguk kopi lagi sebelum melanjutkan membaca.

.

.

.

Para Pion satu per satu mengepung Raja. Tapi yang perlu mereka takutkan, adalah sang Ksatria.

.

.

.

Rockwell berdiri di atap di tengah hujan lebat. Penyesalan adalah yang pertama membanjiri pikirannya, karena dia membuat terlalu banyak kesalahan. Tapi dia sedang tidak ingin mengasihani dirinya sendiri.

Dia akhirnya tahu siapa dia, tetapi itu hanya menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Suara itu hilang, jadi Rockwell tidak punya tempat untuk mencari jawaban. Kecuali satu, tentu, karena dia masih memiliki AG Industries sebagai alat.

Dia menatap kerumunan yang berjalan di jalan bawah. Orang-orang naik mobil, pergi bekerja, untuk bertemu satu sama lain. Rockwell bertanya-tanya berapa banyak dari mereka yang tahu bahwa hidup mereka adalah fasad.

Mereka bukanlah apa-apa selain pion dalam permainan catur. Berapa banyak yang harus mati? Berapa banyak yang akan hidup? Rockwell bertanya-tanya apakah dia harus membunuh mereka semua. Mungkin, dia harus. 

Rockwell mengalihkan pandangannya ke langit, sekali lagi bertanya-tanya tentang tujuannya.

Sekarang, yang bisa dia pikirkan hanyalah Menyatukan Semua Object.

.

.

.

.

.

Epilogue 0

.

Maxim563 :.. Pustakawan, boleh aku bertanya sesuatu?

JuiQui : yah tentu..

Maxim563 : Apa menurutmu, Holder bisa lari dari tanggung jawab mereka?

JuiQui : Well.. tentu saja tidak. Mereka diikat oleh cinta terhadap obyek, dan sudah terpatri di dalam diri mereka untuk menjaga obyek yang mereka pegang.

Maxim563 : Jadi mereka tidak bisa lari meskipun mereka menginginkannya?

JuiQui : Dibutuhkan kejadian yang sangat mustahil agar itu terjadi. Karena itu artinya, mereka akan melepas diri dari rasa cinta mereka terhadap obyek.

Maxim563 : Katakan, semisal, ada Holder yang memutus hubungan dengan obyek atas kemauan mereka sendiri, dan pergi ke dunia manusia lalu tinggal disana.. apa yang terjadi dengan obyeknya?

JuiQui : Kupikir, akan ada konsekwensi yang akan ditanggung oleh Holder itu jika dia melakukannya. Kau tau kan, 538 obyek adalah angka yang sudah ditentukan.

Maxim563 : Bagaimana jika Holder yang dimaksud adalah para Holder yang menjaga Legion’s Objects?

JuiQui : Well, kalau itu aku tidak tau.

Maxim563 : Menurutmu, apa mereka bisa melakukan pencarian ke tempat-tempat Holder yang masih aktif?

JuiQui : Mencari, mungkin mustahil, karena setahuku, ada semacam aturan tak tertulis dimana Holder tidak bisa melakukan pencarian untuk obyek Holder lain. Namun, jika semisal para ‘Holder pembangkang’ ini memang benar-benar ada, maka dia mungkin bisa mengumpulkan obyek dengan cara merebutnya dari para Seeker.

Maxim563 : Jadi, Holder pembangkang ini tidak akan bisa memasuki domain Holder lain?

JuiQui : Yah, aku tidak bilang begitu. Hanya saja, itu diperlukan sebuah usaha yang diluar nalar dan diluar imajinasi kita. Tentu, kita tidak bisa mencoret semua kemungkinan, karena kita hidup di dunia yang serba mustahil.

.

.

.

END

.

.

Catatan Admin :

In case you forget,

S” yang menghubungi Rachel, adalah tokoh utama kita dari serial Finding Father. Pustakawan, adalah tokoh dari cerita The Holder Of Deliverance.

Yth Pembaca,
Mohon jangan copas sembarangan artikel di blog ini, buatnya susah gan. Mengutip boleh, namun mohon sertakan sumber backlink ke blog ini. Terima Kasih

10 Responses to "Keeping Us Better #12 : Rain"

  1. Ternyata Rockwell adalah holder yang lari, pantesan dia kebal senjata, btw items of power akan di bahas kah min?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. tapi admin mau cek dulu

      Delete
    2. Wih sip makasih banyak min, penasaran soalnya tentang pedang raja hitam kek gimana bisa lolos dari "system" yang pernah admin singgung

      Delete
    3. Sebenarnya cerita di AG industries ini masih ada lagi.. Nanti membahas soal "Forbidden experiment" Mereka yang lain. dan itu nanti nyambung ke cerita The one Who is Empty..
      Tapi kayaknya admin harus translate The Balance saga dan Eiunitas-Infectus-Talius dulu sebelum kembali lagi ke AG Industries.
      ..
      Nanti admin coba cek dulu ke Items Of Power, kalau cerita itu gak ada koneksi dengan serial lain, bisa lah admin translate duluan..
      ..
      Kayaknya admin juga harus memprioritaskan the legions object sebelum lanjut serial-serial yang lain, karena sedikit banyak Legion akan selalu disinggung.

      Delete
    4. Ah sial, ternyata items of power ada hubungannya dengan Edo Eddi Essum.
      Pening lah ini.. Baiknya yang mana dulu yang di translate lah 🥲🥲.. Mau terjemahkeun takut gak urut.

      Delete
    5. gak papa min bahas yang mana aja seru soalnya nih series(the holder), dan juga pernah liat juga admin bahas tentang suatu experiment gitu yang di lakuin AG industries, yang jadiin manusia experiment tapi malah kacau hasilnya, lupa di the holder apa admin komennya.

      Delete
    6. Dan juga masih penasaran kalo semua objek bersatu efeknya sehebat dan seseram apa sampe para holder selalu mention se-mengerikannya hari penyatuan.

      Delete
    7. Legion object dulu aja min soalnya nih AG industries keliatannya erat banget hubungannya sama legion object.

      Delete
    8. Admin mau lihat-lihat serial yg lain dulu.. Kalau semisal gak ada lagi cerita yang bisa di translate (tanpa harus menterjemahkan cerita lainnya),
      Kayaknya admin akan mulai ke Legion's Objects

      Delete
    9. Sip, di tunggu min next series-nya

      Delete